#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
INFOGRAFIS
Leipzig Bisa Akhiri Dominasi Muenchen
27 September 2019 14:26 WIB
LEIPZIG – Mengawali musim dengan rapor tidak terkalahkan dalam lima laga awal merupakan pencapaian istimewa bagi Red Bull Leipzig. Pasukan Julian Nagelsmann pun kini ada di posisi puncak klasemen sementara Bundesliga dengan 13 poin atau unggul dua poin atas Bayern Muenchen yang ada di peringkat kedua.

Meski kompetisi masih sangat panjang, tapi empat kemenangan dan sekali imbang menjadi tanda-tanda yang bagus. Ya, inikah saatnya untuk mengakhiri dominasi Muenchen di Bundesliga? Semangat atau antusiasme itulah yang memang merebak dalam atmosfer klub asuhan Julian Nagelsmann ini.

Pers dan sejumlah sosok sepak bola Jerman, termasuk mantan pelatih Leipzig seperti Christoph Daum, menilai bahwa inilah saatnya bagi Timo Werner dan kawan-kawan untuk memanfaatkan momentum positif yang telah mereka ciptakan.


Baca Juga :
- Leroy Sane Merapat ke Muenchen, Manchester City Sebut Coman Pengganti Sempurna
- Guardiola Dikabarkan Akan Kembali ke Muenchen, Neuer Bilang Tidak Perlu

“Leipzig siap untuk meraih gelar seperti Bundesliga,” kata Daum. Mempertahankan situasi yang positif akan menjadi tantangan bagi pasukan Nagelsmann dalam laga selanjutnya. Saat ini, pers Jerman memang menempatkan Leipzig sebagai primadona dalam persaingan Bundesliga. Ini menjadi hal yang tidak biasa karena sebelumnya selalu Muenchen dan Borussia Dortmund yang menyita perhatian besar.

Ya, kemenangan Die Roten Bullen atas Werder Bremen, pekan lalu, menjadikan tim yang dulunya berasal dari Jerman Timur tersebut menorehkan rekor pencapaian terbaik dalam sejarah tim. Apalagi, mereka juga memulai ajang di Liga Champions dengan hasil positif. “Kami hanya dalam situasi untuk terus berkembang,” kata Nagelsmann, terkait pencapaian timnya sejauh ini.

Faktanya, Leipzig memang terus memperbaiki pencapaian mereka. Posisi mereka di klasemen saat ini jelas jauh lebih baik dibandingkan dengan musim lalu. Pada 2018/19 di pekan yang sama, Leipzig saat itu hanya berada di peringkat kedelapan klasemen sementara. Karena itu, pencapaian saat ini merupakan lompatan yang jauh jika diukur dengan jumlah laga yang sama.

Menurut Nagelsmann, timnya saat ini memiliki perbedaan dari sejumlah hal, yaitu ketenangan dan lebih menambah intensitas dalam penguasaan bola. Kedua hal itu, menjadi bagian yang pembeda dari permainan timnya yang tetap menempatkan kemampuan individu dan kecepatan dalam membawa bola ke depan. Efesiensi juga menjadi bagian yang terlihat dari tim ini ketika mencetak gol maupun dalam bertahan.

Setidaknya, itu terlihat dari statistik bahwa mereka hanya kemasukan tiga gol dari lima laga sejauh ini. Di sisi lain, 13 gol yang mereka ciptakan, enam gol di antaranya mereka raih melalui bola-bola mati atau efek dari bola mati seperti tendangan bebas. Kunci sukses Leipzig pun tidak terlepas dari perubahan generasi pemain yang dilakukan Nagelsmann.

Timnya kini banyak memiliki pemain muda sehingga pemain seperti Yussuf Poulsen, Emil Forsberg, atau Marcel Halstengberg, justru merasa lebih tua. Padahal, ketiganya masih berusia 25 hingga 27 tahun. Forsberg contohnya yang berusia 27 tahun, belakangan menyatakan dirinya belum tahu apakah akan tetap dipertahankan Die Roten Bullen setelah kontraknya berakhir pada musim depan.

“Saya sudah berada di Leipzig selama lima tahun dan saya merasa sangat senang, begitupun dengan keluarga saya,” kata pemain asal Swedia tersebut. “Namun, jangan lupa bahwa Leipzig memiliki filosofi bahwa pemain tidak boleh terlalu tua,” kata Forsberg, tersenyum, namun dengan nada serius.

Karena itulah, dia mengaku dengan usianya saat ini, dirinya sudah merasa lebih tua. “Saya tidak tahu apakah mereka (manajemen) masih menginginkan saya. Saya memiliki kualitas, tapi dalam waktu dekat mungkin saya sudah terlalu tua bagi Leipzig,” dia menambahkan.

Kekuatan Leipzig musim in, menurut Forsberg adalah sistem permainan yang berbeda, termasuk soal penguasaan bola tersebut. “Pelatih juga meminta kami untuk berubah cepat dalam menghadapi situasi di sebuah pertandingan,” dia menambahkan.


Baca Juga :
- Buruknya Performa Dortmund Ternyata Disebabkan Hal-hal Ini
- Xabi Alonso dan Mauricio Pochettino Masuk ke dalam Pertimbangan Manajemen Bayern

Musim ini, Forsberg menjadi bagian penting selain juga Werner sebagai mesin gol. Dalam lima laga yang dimainkan Forsberg, dia menorehkan satu gol dan memberikan dua assist.***

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA