#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Kota Gudeg Raih Emas Voli Pantai Putri
26 September 2019 18:05 WIB
JAKARTA – Tim voli pantai putri Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta berjaya dalam Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XVI/2019 Jakarta. Bertanding di Lapangan Voli Pantai, Gelora Bung Karno (GBK), Kamis (26/9), Vitria Dwi Rahayu/Sari Hartati menang dengan dua gim langsung.

Kemarin, Vitria/Sari menundukkan Desi Ratnasari/Baiq Diyah dari Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan skor 21-12, 21-16. Hasil ini sekaligus menegaskan label DIY sebagai salah satu penghasil atlet voli pantai jempolan. Sekadar informasi, banyak pevoli nasional yang berasal dari daerah ini.

Usai pertandingan, Vitria mengungkapkan strategi yang dijalankakan di partai puncak, yakni langsung menekan sejak awal. Kondisi ini membuat Desi/Diyah kesulitan mengembangkan permainan. Kemampuan mereka mendikte permainan lawan memang jadi salah satu kemenangan.


Baca Juga :
- Update Hasil dan Klasemen Liga 1 2019, Kamis Malam
- Meriah dan Menantang, PRURide Indonesia Sukses Gaet Ribuan Peserta

“Ini hasil yang sangat memuaskan, terlebih persaingan di cabang olahraga (cabor) voli pantai memang sangat berat. Tim-tim seperti Jawa Timur (Jatim), NTB, dan lain-lain, sama-sama tangguh. Untuk itu, kami merasa terpacu dengan hasil dalam POMNAS kali ini,” ujar Vitria usai pertandingan.

Khusus untuk Sari, keberhasilan memenangi emas POMNAS 2019 diharapkan bisa membuka peluangnya untuk melangkah ke jenjang lebih tinggi. Ia ingin menembus tim nasional (timnas) agar bisa membela Merah Putih pada event-event besar seperti SEA Games dan Asian Games.

Belum lagi kesempatan untuk tampil dalam rangkaian tur Asia hingga dunia. “Yang jelas, ini adalah buah dari kerja keras kami selama ini. Keberhasilan menjadi juara merupakan hasil yang luar biasa. Kemenangan ini juga saya persembahkan untuk voli pantai DIY (secara umum),” Sari menuturkan.

DIY memang terkenal sebagai salah satu daerah yang melahirkan pevoli nasional. Sebut saja, Koko Prasetyo Darkuncoro, Ade Candra Rachmawan, hingga Yokebed Purari, yang notabene binaan Kota Gudeg. Bahkan, Koko dan Candra kerap menyumbangkan medali di SEA Games dan Asian Games.

“Kami tentu terinspirasi dari atlet-atlet voli pantai DIY yang sekarang sudah sukses karena mereka benar-benar hebat. Saya pun berharap, semakin banyak pevoli pantai DIY yang sukses. Jujur, semoga POMNAS ini bisa menjadi batu loncatan yang bagus untuk saya mencapai ke sana,” ucap Sari.

Adapun medali perunggu diraih Nur Atika/Firda Dewinta. Pasangan asal Jatim tersebut menjejak podium ketiga POMNAS setelah menundukkan Alma Kustiana/Fentilia Diningsih dari Jawa Tengah (Jateng) dengan dua set langsung 21-17, 21-11. Atika mengatakan, hasil ini sudah maksimal untuk mereka.

Pasalnya, kekuatan DIY maupun NTB dalam voli pantai putri, sulit dibendung. Ya, selain Kota Gudeg, NTB juga banyak menghasilkan pevoli nasional di sektor putri. “Apa boleh buat, perjalanan kami di POMNAS hanya bisa sampai semifinal hingga harus melakoni perebutan perunggu,” ujar Atika.

Meski begitu, Atika merasa punya kesempatan menjejak podium tertinggi. Sayang, ia dan Firda gagal memaksimalkannya. “Setidaknya, permainan kami hari ini (kemarin), cukup memuaskan. Semoga dalam ajang-ajang berikutnya, kami bisa tampil lebih bagus lagi,” Atika menambahkan.

Sedangkan dari kubu Jateng, Fentilia mengaku terlalu memberikan angin kepada pasangan Jatim sehingga gagal mendapatkan medali dalam keikutsertaan mereka kali ini. Tapi, secara umum, dirinya puas karena bisa melangkah jauh dalam pesta olahraga perguruan tinggi se-Indonesia tersebut.


Baca Juga :
- Prudential Indonesia Selenggarakan Sportsfest Terbesar
- Pelatih Tak Menyangka Aldila Bisa Masuk Final Tunggal Putri SEA Games 2019

“Bisa mencapai semifinal saja patut disyukuri karena level kompetisi di POMNAS cukup ketat. Kami mampu melewati beberapa lawan tangguh dan itu menjadi pengalaman berharga di masa mendatang,” ucap Fentilia.*KRISNA C. DHANESWARA

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA