#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Zapata Penghancur Harapan Roma
27 September 2019 14:52 WIB
ROMA – Atalanta BC membuktikan bahwa skuatnya lebih matang. Pasukan Gian Piero Gasperini memutus rangkaian 13 laga Seri A tak terkalahkan milik AS Roma, yang dicatatkan sejak 3 April silam. Untuk pelatih Paulo Fonseca, dia tidak pernah mengecap kegagalan sejak 21 Februari.

  La Dea menenggelamkan Roma di Olimpico, 2-0, Rabu (25/9) atau Kamis dini hari WIB, sehingga membukukan rekor baru tiga kemenangan tandang beruntun. Bonusnya mereka melesat ke peringkat ketiga klasemen Seri A.


Baca Juga :
- Duet Lukaku-Lautaro Tak Berkutik, Barella Muncul sebagai Penentu Kemenangan
- Guardiola Ungkap Alasan Pilih Walker sebagai Kiper Darurat

“Kami telah memainkan pertandingan dengan bagus, kemenangan yang pantas. Saya ingin beri nilai 10+ bagi semua,” kata Gasperini. Atalanta menurunkan skema 3-4-2-1 dengan Alejandro Gomez dan Ruslan Malinovskyi bergerak di dalam, sedangkan Josip Ilicic dalam versi penyerang adaptatif yang sering melepas tendangan menekan tuan ruan rumah.

Sadar akan potensi bahaya, Fonseca pun mengubah taktik dari 4-2-3-1 menjadi 3-4-2-1. Bek sayap Aleksandar Kolarov dan Leonardo Spinazzola diminta menjejali barisan tengah, sedangkan Lorenzo Pellegrini dan Nicolo Zaniolo menopang Edin Dzeko.

Improvisasi strategi membuat duel satu lawan satu tak terhindarkan. Peluang gol dari masing-masing tim dibatalkan oleh para kiper. Gasperini pun berinisiatif mengeluarkan Ilicic dan memasukkan Duvan Zapata. Efek Zapata langsung terasa dalam permainan. Papu Gomez lebih trengginas.

“Kami sadar sangat penting memperlihatkan prestasi positif di Roma. Kami telah berhasil melakukannya juga membuktikan berada dalam kondisi fisik prima. Sekarang kami hanya perlu melanjutkan jalan ini,” ujar striker asal Kolombia itu.

Hanya butuh 10 menit di lapangan, Zapata membawa Atalanta memimpin. Umpan lambung Jordan Veretout berbelok kepada Papu, yang segera meneruskan kepada Remo Freuler. Gelandang itu mengirim bola lambung kepada Zapata karena Chris Smalling dan Veretout menghalangi jalannya.

Tak cukup dengan satu gol, Gli Orobici  kembali melukai Roma menjelang akhir laga. Freuler mengambil tendangan bebas, Mario Pasalic menyundul untuk mengamankan bola dari sergapan kiper Pau Lopez. Sebelum menyentuh tanah, Marten De Roon menanduk ke gawang kosong.


Baca Juga :
- Atalanta Sedang Frustrasi
- Napoli Makin Runyam

Bagaimanapun juga kekalahan pertama akan membekas dan menyakitkan. Fonseca terlalu sering berganti modul dalam laga kemarin yang malah membuat para pemain kebingungan, alih-alih mengejutkan Gasperini.

“Atalanta main lebih baik, mereka lebih superior sehingga pantas menang. Kami mengalami kesulitan menghadapi pressing dan pengawalan mereka. Rencananya adalah mengandalkan permainan Dzeko tapi tidak ada bantuan dari Nicolo Zaniolo dan Lorenzo Pellegrini, sedangkan Bryan Cristante dan Veretout mengalami kesulitan,” Fonseca menjelaskan.*

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA