#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Ramsey Cocok untuk Pola 4-3-1-2 Sarri
27 September 2019 14:05 WIB
TURIN – Dalam kemenangan atas Brescia Calcio, Selasa (24/9) kemarin, Juventus FC memperlihatkan wajah berbeda. Tiga pemain lapangan tengah, seorang trequartista, dan sepasang penyerang. Pola 4-3-1-2 ini adalah terobosan Maurizio Sarri demi mendapatkan permainan yang lebih segar. Di pusat rencana tersebut, ada Aaron Ramsey: gelandang nomor 8 yang dicoba melakoni peran nomor 10.

Babak pertama di Stadio Mario Rigamonti memperlihatkan duel dua trequartista. Brescia mengandalkan Romulo, pemain serbabisa yang paham bagaimana mengatur tempo dan menyelinap ke area. Sementara Juve bertumpu kepada Ramsey, sosok yang punya pergerakan gesit dan selalu mencari cara menuju gawang.

Romulo di balik terciptanya gol pembuka Brescia, tapi Ramsey mempengaruhi permainan I Bianconeri. Eks gelandang Arsenal FC itu selalu aktif selama 70 menit di lapangan: kerap bertukar posisi dengan rekan-rekan, bergerak dari kanan ke kiri, tiga kali melepas umpan silang, berdialog dengan Paulo Dybala, dan hampir menciptakan gol lewat sundulan.


Baca Juga :
- Ketegangan dengan Sarri Berakhir, Ronaldo Ngaku Cedera
- Juventus Tanpa Lisensi di Gim Football Manager 2020

Ramsey tak selalu jadi yang terbaik di lapangan, tapi dia tak pernah mengkhianati janji. Saat pertama kali berlabuh di Turin, pria asal Wales itu mengatakan, “Saya ingin mencetak gol, memberi umpan, dan selalu berada di area.” Itulah yang dilakukan dalam dua penampilan pertama berseragam Juve. Dia menjebol gawang Hellas Verona FC pada debut starter, lalu kerap mengganggu pertahanan Brescia di Rigamonti.

Kesuksesan eksperimen Sarri juga didukungan fleksibilitas Ramsey sebagai pemain. Dulu, semasa dilatih Arsene Wenger di Arsenal, dia pernah melakoni hampir semua posisi di lini tengah. Mulai dari gelandang sentral, trequartista, winger, sampai mezzala. Tak heran bila dia dengan cepat memahami apa yang diinginkan Sarri dalam pola 4-3-1-2 ala Juve.

Formasi tersebut akan jadi pegangan Juve dalam beberapa pekan ke depan. Ini terkait ketersediaan pemain dalam skuat utama. Saat ini, tim hanya memiliki dua bek sayap, Juan Cuadrado dan Alex Sandro, serta beberapa winger macam Federico Bernardeschi dan Mario Mandzukic. Jadi, pilihan logis adalah menggunakan metode permainan yang lebih sentral.

Dengan pola 4-3-1-2, Juve akan memiliki setidaknya dua pemain buat satu posisi. Jika bukan Ramsey yang jadi trequartista, Sarri masih punya Berna, Adrien Rabiot, juga Dybala. Kemudian, untuk penyerang, Gonzalo Higuain dan Cristiano Ronaldo akan jadi pilihan utama. Ini sebenarnya agak riskan karena selama ini CR7 terlihat nyaman memulai serangan dari sisi kiri.


Baca Juga :
- Diragukan Pelatih Juventus, Ronaldo Malah Cetak Hattrick Bersama Portugal
- Ini Bukan Periode Terburuk Ronaldo

Semua sudah dipertimbangkan, kelebihan dan kekurangan formasi baru tersebut. Saat menggunakan skema 4-3-1-2, sirkulasi bola jadi lebih lancar, juga menempatkan para pemain penting di zona yang sama.

Namun, pendekatan ini membuat fase bertahan cukup sulit dan mewajibkan para mezzala main lebih horizontal. “Bagi saya logis memanfaatkan semua elemen yang ada,” ujar Sarri. “Ronaldo? Dia suka bergerak ke tengah dan menembak. Tak ada masalah.”*

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA