#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Alarm Pertahanan Napoli
29 September 2019 11:54 WIB
NAPOLI – Petaka tak terduga terjadi kepada SSC Napoli tengah pekan kemarin: Alex Meret hilang fokus, Kostas Manolas terperangah tak jauh dari area penalti, Kalidou Koulibaly berusaha protes kepada wasit. Namun, gol tunggal Cagliari Calcio sudah terjadi, memberi kekalahan kandang pertama bagi tim Carlo Ancelotti musim ini. Mungkin ada yang menganggap ini kesialan belaka, tapi jika melihat statistik, I Partenopei patut waspada.

Dalam lima laga Seri A yang sudah dilakoni, gawang Napoli kebobolan 9 gol. Sebuah rapor tak pantas bagi lini belakang yang dibentengi pasangan kelas dunia macam Manolas dan Koulibaly. Untuk mengetahui seburuk apa situasinya, cukup bandingkan dengan tim-tim lain di klasemen: hanya US Lecce, SPAL 2013, dan UC Sampdoria yang kemasukan lebih banyak (11)—tiga tim papan bawah.

Kelemahan ini membuat Napoli tercecer dalam persaingan scudetto, tertinggal 6 poin dari pemuncak FC Internazionale. Ancelotti mesti bisa menemukan solusi sebelum semua terlambat. Duet Manolas-Kouibaly yang terlihat kokoh di atas kertas nyatanya belum bisa menjamin keseimbangan. Justru, gawang Napoli selalu kebobolan di Seri A tiap kali dua palang pintu tersebut tampil bersama di lapangan.


Baca Juga :
- I Partenopei Harus Memulihkan Moril
- Inter Menutup Sektor Kiri

Sebelumnya, terlihat ada peningkatan ketika mereka mampu membungkam para penyerang Liverpool FC di Liga Champions, setelah kebobolan 7 gol antara Firenze dan Turin. Tapi ternyata kekompakkan memang belum tercipta. Satu-satunya clean sheet yang dibukukan Napoli musim ini malah hadir saat Koulibaly main bersama Nikola Maksimovic versus UC Sampdoria (2-0). Bisa dipahami karena pasangan ini sudah mengenal cukup lama.

Sedangkan Koulibaly-Manolas adalah kombinasi baru. Sehebat apapun kualitas individu, jika sulit bekerja sama pasti timbul masalah. Problem ini tercipta sejak pramusim, ketika Koulibaly harus berpartisipasi di Piala Afrika 2019 dan terlambat bergabung dengan tim. Manolas saat itu lebih sering didampingi Maksimovic dan Vlad Chiriches. Sementara Koulibaly baru mulai latihan pada pertengahan Agustus, sesaat jelang Seri A bergulir.

Tanpa persiapan yang cukup, Ancelotti saat itu langsung mencoba duet Koulibaly-Manolas dalam laga pembuka versus ACF Fiorentina. Napoli menang, tapi juga menderita tiga gol di Stadio Artemio Franchi. Pekan berikutnya, lebih parah lagi: gawang mereka bergetar 4 kali oleh Juventus FC, dengan Koulibaly menciptakan bunuh diri penentu.


Baca Juga :
- Napoli Ditolak Dua Pelatih
- Ujian Baru Lu-La

Versus Cagliari, Koulibaly baru masuk pada babak kedua menggantikan Maksimovic yang cedera. Tapi justru dalam rentang tersebutlah Napoli kebobolan. Baik dirinya dan Manolas tak menduga serangan balik tim tamu, yang diselesaikan apik oleh Lucas Castro. Koulibaly protes keras kepada wasit dan menerima kartu merah. Dia dipastikan absen saat menjamu Brescia Calcio di Stadio San Paolo, Minggu (29/9).

Problem pertahanan harus jadi prioritas Ancelotti. Namun, sebelum itu, perlu konsentrasi untuk kembali ke jalur kemenangan. Tanpa Koulibaly, Manolas yang akan memegang komando lini belakang versus Brescia. Dia kemungkinan dipasangkan dengan bek muda Sebastiano Luperto, karena tak ada lagi stok tersisa. Bagi Manolas, ada kewajiban menjalin komunikasi baik dengan rekan setim, mengingat dia adalah pemain baru. Jika kesesuaian telah tercipta, tembok akan kokoh dengan sendirinya.* Dari berbagai sumber

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA