#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Kenangan April 2019, Peringatkan Juventus saat Menjamu SPAL
28 September 2019 11:16 WIB
TURIN - Bos SPAL Leonardo Semplici mengatakan dia yakin timnya akan bertarung melawan Juventus, meskipun awal musim mereka buruk.

SPAL terpuruk di urutan kedua dari bawah klasemen sementara Seri A. Klub berujuluk Spallini itu menelan empat kekalahan dalam lima pertandingan, kebobolan tiga gol dalam banyak kesempatan.

Namun, mereka harus menghadapi Juve yang dalam masa transisi di bawah Maurizio Sarri di Turin, Sabtu (28/9). Tapi, SPAL menyimpan kenangan indah ketika mengalahkan Juventus 2-1 pada April lalu.


Baca Juga :
- Misi Melindungi Hegemoni
- Juve Menjelma Jadi Pabrik Konten

"Dalam dua hari terakhir saya telah mencoba untuk menjaga moral para pemain muda karena situasi ini tidak baik," Semplici mengakui pada konferensi pers.

"Kami tahu kami menghadapi saat-saat seperti ini. Tetapi sampai Anda menemukan diri Anda di dalamnya, Anda tidak tahu apa yang mereka sukai," lanjutnya.

“Besok kita akan memainkan pertandingan luar biasa melawan salah satu tim paling penting di Eropa."

“Ini akan menjadi ujian yang sangat penting dan saya yakin para pemain akan melakukannya dengan baik dan membuat hidup sulit bagi Juve," ungkap Semplici.

Felipe dan Valoti tidak fit sekarang, tapi dia akan menilainya jelang laga. SPAL dipatikan tanpa Kurtic dan Federico Di Francesco yang masih bermasalah dengan cedera otot. Sergio Floccari akan mengambil kesempatan untuk mendapingi Andrea Petagna di barisan depan.


Baca Juga :
- Rencananya Mau Dijual, Juventus Malah Tawarkan Kontrak Baru Dybala
- Ini Alasan Ronaldo Tidak Hadiri Pengumuman Ballon d'Or

“Dia mengalami beberapa memar dalam beberapa hari terakhir dan Di Francesco diragukan. Kami harus merotasi karena itu adalah awal yang sulit untuk musim cedera, tetapi kami yakin bahwa dalam jangka panjang, kualitas kami akan muncul."

“Kita harus tetap dalam permainan. Ini akan menjadi tantangan yang sangat sulit, tetapi saya ingin melihat tim yang mencoba bermain sepak bola dan mengetahui apa yang mereka lakukan, memasukkan identitas ke dalam permainan, bahkan jika itu harus mengambil risiko," tutur Semplici.*
 

loading...

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA