#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Atalanta Pengumpul Poin Terbanyak per 2019
01 October 2019 14:15 WIB
MILAN – Debut Atalanta BC di Liga Champions adalah mimpi buruk. Namun, kekalahan 0-4 di Zagreb, dua pekan lalu, bukanlah akhir. Justru pelajaran untuk memulai perjuangan baru yang lebih baik. Berkaca dari pengalaman pahit tersebut, tim asuhan Gian Piero Gasperini kini siap membukukan hasil positif saat menjamu FC Shakhtar Donetsk di Stadio San Siro, Selasa (1/10) malam.

Peningkatan performa sudah terlihat sejak tumbang oleh GNK Dinamo Zagreb. Dimulai dari hasil imbang melawan ACF Fiorentina, kemudian dilanjut dua kemenangan beruntun versus AS Roma dan US Sassuolo di Seri A. Dari segi taktik dan permainan, Alejandro Gomez dan kawan-kawan tampaknya sudah paham bagaimana meminimalisir kesalahan di lapangan.

Kontra Roma, Atalanta bisa mengimbangi tekanan lawan sebelum mencetak dua gol vital di akhir laga. Sementara di Sassuolo, La Dea tak buang waktu menutup pertandingan lewat empat gol sebelum turun minum. Inilah mentalitas yang diperlukan untuk sukses di Eropa: permainan tak kenal takut dan sinis dalam memanfaatkan peluang. Jika ditambah dukungan tifosi di San Siro, peluang Atalanta kian besar.


Baca Juga :
- Utang Setan Merah Kian Menumpuk
- Gol ke Gawang Olympiacos Memiliki Arti bagi Lewandowski

Atalanta tak perlu berkecil hati oleh kekalahan di Zagreb. Faktanya, pasukan Gasperini sudah memperlihatkan perkembangan luar biasa dalam setahun terakhir. Ya sejak awal 2019, tak ada tim di Italia yang mampu mengemas poin lebih banyak daripada Gomez dan kawan-kawan: 54 dari 23 pertandingan Seri A, mengungguli para raksasa macam Juventus FC (53) dan FC Internazionale (48).

Jika menghitung kompetisi lain, Atalanta cuma takluk dua kali antara Januari hingga September 2019, yakni oleh SS Lazio di final Piala Italia dan Dinamo pada debut Liga Champions. Artinya, tim asuhan Gasperini sudah punya mental dan kerangka yang solid, tapi terkadang memang kerap kehilangan irama dan konsentrasi.

Kelemahan itulah yang perlu ditutup saat menghadapi Shakhtar. Atalanta tahu bahwa mereka tak boleh kalah lagi jika ingin lolos dari persaingan Grup C. Meskipun belum pernah menghadapi lawan asal Ukraina, Gomez dan kawan-kawan harus yakin terhadap kemampuan sendiri dan menekan sejak awal. Setidaknya, La Dea punya modal bagus, yakni tak terkalahkan dalam 12 laga kandang di kompetisi UEFA.

Gasperini sudah menyiapkan pasukan terbaik untuk menyambut Shakhtar, mulai depan sampai bawah mistar. Duvan Zapata tetap jadi predator andalan, sudah melesakkan 5 gol dalam 6 penampilan Seri A—termasuk dua laga terakhir. Kemudian juga ada sang kapten Gomez yang kerap jadi pembeda lewat aksi individu brilian. Keseimbangan lini tengah dipercayakan kepada Marten De Roon dan Remo Freuler, sementara Perluigi Gollini akan mengomando trio bek sambil melindungi gawang.

Di kubu Shakhtar, tiga poin juga jadi target. Setelah tumbang oleh favorit Manchester City FC di laga pembuka, sekarang kesempatan menebusnya versus rival dengan kualitas setara. Takkan banyak perubahan dilakukan pelatih Lucas Castro, tetap mengandalkan ketajaman Junior Moraes dan kreativitas Marlos Bonfim. Shakhtar perkasa di liga domestik dengan menyapu 9 kemenangan, kini siap menularkannya ke kancah kontinental.* Dari berbagai sumber

 


Baca Juga :
- Atalanta Sedang Frustrasi
- Ajaib 1 Menit Akhir 2 Gol! Shakhtar Lolos dari Maut, tapi Pelatihnya Tidak Puas

ATALANTA (3-4-2-1)
95 Gollini; 2 Toloi, 19 Djimsiti, 5 Masiello; 33 Hateboer, 15 De Roon, 11 Freuler, 8 Gosens; 72 Ilicic, 10 Gomez; 91 Zapata;
Cadangan: 57 Sportiello, 6 Palomino, 21 Castagne, 88 Pasalic, 18 Malinovsky, 99 Barrow, 9 Muriel
Pelatih: Gian Piero Gasperini

SHAKHTAR (4-2-3-1)
30 Pyatov; 50 Bolbat, 2 Matviyenko, 4 Krivtsov, 31 Ismaily; 21 Patrick, 6 Stepanenko; 11 Marlos, 20 Kovalenko, 7 Taison; 10 Moraes;
Cadangan: 1 Shevchenko, 77 Bondar, 8 Antonio, 21 Patrick, 15 Konoplyanka, 19 Solomon, 9 Dentinho;
Pelatih: Luis Castro

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA