#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Meski Menang atas Persebaya, Djanur Kecewa terhadap Performa Lini Belakang Barito Putera
01 October 2019 14:44 WIB
BANDUNG – Djadjang Nurdjaman belum bisa tersenyum lebar. Sukses membenamkan Persebaya Surabaya di Stadion Demang Lehman, Martapura, pekan lalu, tidak serta-merta menunjukkan performa Barito Putera pada Liga 1 2019 sudah kompetitif. Di mata sang pelatih, justru pekerjaan rumah semakin bertumpuk.

"Saya senang Barito bisa kalahkan Persebaya dan ambil poin penuh di hadapan publik sendiri. Tapi dari sisi permainan, saya belum puas. Secara umum, permainan yang ditampilkan belum sesuai ekspektasi, meski ada progresnya," kata Djadjang, Senin (30/9).

Komunikasi dan pertahanan rapat belum bisa dihamparkan anak asuhnya. Hingga, lawan tim mana pun, Laskar Antasari masih menyimpan masalah krusial. Benteng pertahanannya masih bisa diobrak-abrik rival. Untung saat  bentrok dengan Persebaya Surabaya pekan lalu, striker Persebaya David Da Silva dua kali gagal mencocor gawang Barito.


Baca Juga :
- Komentar Nilmaizar Usai Persela Imbang Lawan Barito Putera
- Update Hasil dan Klasemen Liga 1 2019, Senin Malam

"Pemain belakang masih lemah dalam pertahanan. Ditambah komunikasi yang tidak mulus, mudah bagi lawan mengacak pertahanan kami. Jujur, ini bikin miris. Padahal untuk bisa keluar zona degradasi, kami tidak boleh kalah atau kebobolan," ujar Djanur, sapaan akrabnya kepada TopSkor.

Dalam pikiran Djanur, sedikitnya tim yang diasuhnya harus memenangi lima laga dulu. Baru bisa hitung-hitungan dan memetakan timnya dalam upayanya lolos degradasi. Tanpa lima kemenangan di tangan, situasi Laskar Antasari masih buram.

"Sekarang masih gelap karena pesaing kami juga masih berada di treknya. Mereka banyak yang mendapat hasil imbang dalam laga-laga terakhirnya," mantan pelatih Persib Bandung itu menuturkan.

Karena itu, Djanur tidak henti-hentinya menata mental anak asuhnya. Untuk terus meningkatkan kinerja positif dalam tiap laga yang dimainkan. Dengan harapan, lewat fighting spirit yang tinggi, pemain bisa tampil dengan kemampuan terbaik. Menang dan menambah tabungan angka untuk lepas dari jerat degradasi.

"Kelemahan kami selama ini tidak terlepas dari materi pemain yang kurang mumpuni di beberapa posisi. Terutama barisan pemain lokalnya. Kami sudah berusaha cari pengganti tapi enggak dapat karena sudah dibentengi klubnya," kata pria 60 tahun kelahiran Majalengka, Jawa Barat, itu.


Baca Juga :
- Jadwal Siaran Langsung Liga 1 2019, Senin 4 November
- Pelatih Persela Yakin Top Scorer Liga 1 Alex dos Santos Akhiri Paceklik Gol saat hadapi Barito Putera

Suka tidak suka, Djanur hanya bisa mengoptimalkan mereka. Selain berharap muncul hasrat besar untuk terus tampil apik dalam setiap laga. Hanya dengan itu timnya bisa tampil spartan dan memberi kabar buruk kepada rival.

"Saya cuma dapat satu pemain lokal. Padahal, menurut saya, sedikitnya harus ada perubahan 30 persen pemain lokal. Jadi dengan situasi yang ada kami jalani sisa laga penuh semangat. Tidak boleh kendur meski main tandang. Pokoknya kerja, kerja, dan terus tampil kompetitif," ujar legenda Persib itu.*Dani Wihara

loading...

BERITA TERKAIT

news
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA