#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Ter Stegen Pionir, Jadi Kiper Barca Pertama di Abad 21 yang Menciptakan Assist
30 November -1 00:00 WIB
BARCELONA – Marc Andre Ter Stegen saat ini merupakan pemain paling esensial di kubu FC Barcelona. Kiper asal Jerman ini selalu mampu memberikan poin untuk timnya. Di jornada ketujuh kemarin, dia pemain yang paling mengagumkan di pertandingan menghadapi Getafe CF. Dia krusial di pertahanan dan juga serangan: mencetak assist untuk gol pembuka Barca (2-0).

Ter Stegen menjadi sedikit dari banyak pesepak bola yang kehadirannya bisa membuat rasa nyaman bagi rekan setimnya. Paling tidak itu yang terjadi di Barcelona, sementara di tim nasional Jerman lain cerita (polemik dirinya dengan Manuer Neuer yang masih terus memanas dalam beberapa pekan terakhir).

Yang pasti, apa yang dilakukan Ter Stegen di Coliseum Alfonso Perez menghasilkan impresi luar biasa bagi penggemar sepak bola. Proses gol dimulai ketika dirinya maju keluar kotak penalti dan melakukan intersep terhadap Angel Rodriguez. Setelah berhasil mendapatkan bola ia langsung melepaskannya ke depan yang jaraknya mencapai 58 meter, dan kemudian berhasil dikonversikan menjadi gol oleh Luis Suarez.


Baca Juga :
- Messi Unstoppable, Suarez Cedera
- Malapetaka 7 Menit di Ciutat de Valencia, Tandang Momok Barca

Ter Stegen kini menjadi pionir karena berdasarkan data Opta, assist-nya merupakan yang pertama dilakukan kiper Barcelona di abad 21. “Saya berkata kepada Dela (Jose Ramon de la Fuente, pelatih kiper) saat babak pertama usai, bahwa saya perlu melakukan hal ini. Saya melihat Suarez , tetapi tidak begitu jelas,” ujar Ter Stegen setelah laga berakhir.

Gol ini mengingatkan publik pada Andoni Zubizarreta saat memberikan assist kepada Gary Lineker pada El Clasico 1986/87 di Camp Nou. Ketika itu Lineker mencatat  hattrick dalam kemenangan 3-2. Assist dari Zubizarreta diberikan pada gol ketiga.

Selain memiliki kesamaan soal gol, tak banyak yang tahu bahwa Ter Stegen merupakan kiper yang dibeli oleh Zubizarreta, ketika sang legenda masih menjabat sebagai Dirketur Olahraga Barcelona (Juli 2010 – Januari 2015). Zubizarretta membelinya dari Borussia Moenchengladbach seharga 12 juta euro (sekitar Rp185 miliar) pada 2014.

Dia didatangkan untuk memulihkan sektor pertahanan serta diplot sebagai penjaga gawang yang bisa terlibat dan membangun serangan. Di musim pertamanya kiper 27 tahun ini membawa Barcelona memenangkan treble pada 2014/15. Sekarang Ter Stegen telah berkembang dan jauh lebih matang.

Namun untuk mendapatkan trofi Zamora pada musim ini nampaknya pemain asal Jerman tersebut perlu bekerja ekstra keras. Dari tujuh laga di LaLiga, Ter Stegen telah kemasukan sepuluh gol, lebih banyak dari Jan Oblak yang baru menerima empat gol. Kendati demikian harapan Ter Stegen untuk menjuarai LaLiga di musim keenamnya bersama Barcelona tampak lebih memungkinkan daripada Zamora.

Timnas Jerman

Posisi Ter Stegen di Barcelona mungkin sudah tak bisa diganggu gugat. Tetapi untuk di tim nasional Jerman, nasib Ter Stegen selalu dinomor duakan. Ya, ini sempat menjadi perdebatan, sang pelatih, Joachim Loew lebih memilih Manuel Neuer ketimbang Ter Stegen.

Padahal seperti yang diketahui bahwa penampilan Neuer telah menurun dalam beberapa tahun terakhir. Ada yang mengatakan bahwa tindakan itu dilakukan setelah Presiden FC Bayern Muenchen, Uli Hoenes mengancam tak akan memberikan pemainnya ke timnas andai Neuer tidak dijadikan kiper utama. Apapun itu, yang jelas ini merugikan Ter Stegen, di saat dalam permainan terbaiknya, ia justru dinomorduakan di timnas.*** GOGOR HAKIM DARI BERBAGAI SUMBER

 


Baca Juga :
- De Jong, Semedo, dan Suarez Kemungkinan Besar Dirotasi
- Granada Rookie Terbaik di Eropa

 

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA