#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Start Buruk, Empat Pelatih La Liga Terancam Dipecat
02 October 2019 13:50 WIB
SEVILLA – Pemecatan pelatih bukanlah hal yang tabu di sepak bola Spanyol terutama pada kasta tertinggi. Di LaLiga musim lalu saja, ada 11 pergantian yang dilakukan sembilan klub berbeda. Itu dimulai pasca rampungnya jornada kedelapan, tepatnya SD Huesca yang mendepak Leo Franco, 9 Oktober 2018 (Francisco Javier ditunjuk sehari berselang).

Musim ini, juga saat sudah memasuki Oktober, LaLiga akan memainkan pekan kedelapannya di akhir pekan nanti. Dari sepak terjang sejauh 2019/20 ini pun, sudah bisa dilihat siapa saja mereka, yang terancam dipecat. Jika kembali gagal meraih hasil positig bukan tak mungkin surat pemecatan akan didapat esok harinya. Berikut para juru taktik yang posisinya di ujung tanduk:

Celta – Escriba


Baca Juga :
- Masa Depan Pelatih Espanyol Ini Didiskusikan di Cina
- Stimulus Espanyol untuk Liga Domestik

Carlos Mourino, Presiden Celta Vigo, sudah mulai mempertimbangkan masa depan Fran Escriba sejak kekalahan 0-2 dari SD Eibar di jornada tujuh. Opsi pemecatan menyeruak lantaran transfer besar yang dilakukan tak sebanding prestasi. Celta telah telah mendatangkan Santi Mina, Denis Suarez, hingga Rafinha Alcantara. Sebaliknya hingga kini tim baru sekali menang, dan di ambang zona degradasi. Berbagai nama pelatih baru tersiar sebagai pengganti seperti Javi Gracia, Quique Setien, hingga Abelardo Fernandez.

Espanyol – Gallego

Penantian RCD Espanyol selama 12 musim berakhir musim ini, saat mereka kembali bergelut di kompetisi Eropa; Liga Europa. Keberhasilan finis posisi tujuh musim lalu dicapai bersama pelatih Francesc “Rubi” Ferrer. Dan perjuangan dilanjutkan David Gallego yang membuat klub melaju mulus di babak kualifikasi; tak pernah kalah. Namun, penurunan perfoma Espanyol di LaLiga jadi sorotan utama. Espanyol menempati zona degradasi dan fan mendesak adanya pemecatan. Liga Europa pun hanya dimulai dengan hasil seri menjamu Ferencvaros TC.

Leganes – Pellegrino

Mauricio Pellegrino di CD Leganes bisa dibilang menjadi pelatih yang berpotensi paling besar untuk mengalami pemecatan pertama di musim ini. Sebab tim yang diasuh sangat buruk performanya dengan sama sekali belum meraih kemenangan dan jadi juru kunci La Liga 2019/20. Strategi yang diterapkan pun terbilang stagnan yang berimbas jadi tim paling miskin gol; tiga gol.

Betis – Rubi

Kekecewaan menjadi poin utama kali ini. Real Betis sudah melakukan segala upaya seperti negosiasi keras dengan Espanyol untuk bisa menpat servis Rubi. Namun sang pelatih yang kemudian ditebus klausul pelepasannya itu malah seolah tidak bisa memanfaatkan sumber daya melimpah yang dimiliki tim berjuluk Los Verdiblancos.

Pendatangan super dilakukan tim asal Andalusia ini seperti Nabil Fekir dan Borja Iglesias. Keduanya memang bisa tampil melejit, bahkan ditambah ada lonjakan dari para pemain lain seraya Loren Moron. Tapi hasilnya, Betis masih sangat jauh dari targetnya; zona Eropa. Kebocoran pun terjadi dengan jadi tim paling banyak kemasukan; 15 gol.* TAUFANI RAHMANDA DARI BERBAGAI SUMBER


Baca Juga :
- Akibat Euforia Liga Europa, Espanyol Melempem
- Espanyol Bertekad Jaga Konsistensi

 

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA