#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Verstappen Sebut Honda Tak Konsisten
04 October 2019 13:00 WIB
MILTON KEYNES – Pembalap Red Bull Racing Max Verstappen pesimistis dapat berjuang meraih gelar juara dunia dalam Formula 1 (F1) pada 2020. Menurutnya, RB15, tak kunjung menunjukkan peningkatan. Ia pun menegaskan, kinerja timnya masih kalah jauh dari Mercedes dan Ferrari.

Verstappen merasa tak puas dengan kinerja RB15 yang tak konsistensi hingga kesulitan bertarung dengan dua rival terberatnya itu. Padahal, di pertengahan musim, ia yakin sudah sedikit lebih unggul atas Ferrari. Sayang, setelah jeda musim panas, mereka tak mampu mengulangi kinerja baik tersebut.

“Segalanya sudah jelas, terkadang kami tampil luar biasa, pun sebaliknya. Orang-orang mungkin berpikir bahwa performa Red Bull tak terlalu buruk, masih pada level yang sama. Tapi, jika boleh berpendapat, kami sering lebih jauh dari kinerja yang seharusnya,” kata Verstappen seperti dilansir Gpblog.com.


Baca Juga :
- Alex Marquez Bisa Jadi Pilihan Terbaik Honda
- Jatuh Saat Debut, Alex Marquez Mengaku Tetap Nyaman di MotoGP

Sejak kemenangan terakhir di Grand Prix (GP) Jerman, 28 Juli lalu, Verstappen belum mampu memperebutkan podium tertinggi. Bahkan di GP Singapura ia harus berjuang keras untuk mempertahankan podium ketiga dari Lewis Hamilton. Sedangkan di Rusia, mobilnya tak mampu bertarung untuk meraih gelar.

“Sebelum lomba di Singapura, saya berpikir kami dapat berjuang untuk gelar juara, tahun depan. Mungkin perasaan itu sudah tak ada lagi. Sebagai sebuah tim, kami harus berpikir lebih jauh. Kami tak ada di tempat seharusnya. Tapi, belum membuat langkah besar untuk bisa kompetitif, tahun depan,” ujarnya.

Pada lomba berikutnya di Sirkuit Suzuka, Jepang, 13 Oktober mendatang, Verstappen tak mau berharap banyak. “Saya bukan orang yang selalu mengharapkan sesuatu. Misalnya, hal besar di Suzuka. Kami tidak sekompetitif Mercedes dan Ferrari. Saya tidak tahu apakah bisa kembali meraih kemenangan,” katanya.

Pria asal Belanda itu hanya ingin Honda sebagai pemasok mesin, bisa memberi yang terbaik di Sirkuit Suzuka. “Ferrari dan Mercedes punya mesin lebih baik. Tapi, sepertinya mereka belum memiliki keseimbangan pada mobil. Ini menjadi satu-satunya keunggulan yang kami miliki,” Verstappen menuturkan.

Lebih Rumit

Tahun depan, F1 akan menggelar 22 perlombaan dan itu menjadi yang terbanyak dalam sejarah ajang balap jet darat tersebut. Verstappen tak yakin persaingan akan jadi lebih menarik. Menurutnya, padatnya jadwal akan membuat semua pembalap kelelahan dan di sisi lain, pekerjaan teknisi akan lebih rumit.

“Saya tak setuju dengan 22 putaran semusim dan F1 harus benar-benar memilih trek terbaik. Saya tahu mereka ingin menghasilkan uang tapi harus memikirkan kinerja para mekanik yang selalu hadir lebih dulu. Sementara petinggi tim hanya datang Sabtu dan bahkan bisa pulang saat lomba,” kata Verstappen.


Baca Juga :
- Detik-detik Alex Marquez Jatuh Saat Jalani Debutnya di MotoGP
- Alex Marquez Debut Bersama Honda, Baru Delapan Lap Sudah Jatuh, Begini Komentarnya

Alasan F1 menambah jumlah lomba, tahun depan, ingin membawa ajang balap jet darat itu makin mendunia. Liberty Media sebagai pemegang hak komersial F1 berencana membuat 25 lomba dalam satu tahun. Mereka ingin memperbanyak jumlah lomba dengan karakter sirkuit jalan raya yang dianggap lebih sengit.

“Bagi petinggi tim, banyaknya lomba bukan masalah. Bahkan, mereka bisa melakukan 30 lomba karena hanya tiga hari berada di trek. Bagi sebagian besar orang, setidaknya lima atau enam hari. Saya bukan mengeluh tentang pembalap, melainkan mekanik. Mereka bisa saja mengajukan pengunduran diri,” ucapnya.*MUHAMAD FADLI RAMADAN DARI BERBAGAI SUMBER

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA