#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Jalani 15 Laga dalam 9 Pekan, Ini Untung dan Ruginya bagi Persija
05 October 2019 11:03 WIB
Debut Edson Araujo Tavares sebagai nakhoda anyar Persija, kembali tertunda. Itu setelah duel melawan Borneo FC pada Minggu (6/10), di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, tidak mendapat izin keramainan dari polisi. Ini sejatinya laga tunda pekan ke-4, yang sayangnya kembali tertunda.

Sebelumnya, laga Persija kontra Persela pada pekan ke-22 Liga 1 2019, yang seharusnya berlangsung 2 Oktober lalu, juga ditunda. Bahkan, laga tunda pekan ke-10, antara Persija versus Semen Padang FC pada 16 Oktober, juga terancam ditunda. Sebabnya, laga ini berdekatan dengan hari pelantikan Presiden Republik Indonesia.

Dengan penundaan dua laga kandang tersebut: melawan Persela dan Borneo, praktis skuat Macan Kemayoran tak melakoni pertandingan selama 19 hari. Itu terhitung sejak laga pekan ke-20 melawan Borneo di Segiri, Samarinda pada 27 September sampai pertandingan melawan Semen Padang (16/10).


Baca Juga :
- Menjelang Laga Semifinal Melawan Persiraja, Persik Kelimpungan Mencari Ujung Tombak
- Dua Musim Juara Liga 1 Diwarnai Kontroversi, LIB Tak Ingin Terulang Lagi Musim Ini

Situasi ini bisa menjadi keuntungan sekaligus kerugian. Untungnya, penundaan ini membuat Tavares punya banyak waktu untuk mematangkan sistem permainan yang akan dibangunnya, sekaligus mengenal lebih jauh karakter para pemain. Situasi ini diharapkan menjadi tonggak kebangkitan.

Sisi negatifnya, penundaan ini membuat Persija harus menjalani jadwal superpadat hingga akhir musim. Terhitung mulai 16 Oktober hingga 22 Desember, praktis hanya tersisa sembilan pekan efektif penyelenggaraan kompetisi. Jumlah itu sudah termasuk satu pekan FIFA Matchday pada  11-19 November.

Hitungan kasarnya, dengan 15 pertandingan tersisa, otomatis Ismed Sofyan dan kawan-kawan akan bertanding setiap empat hari sekali atau dua kali dalam sepakan. Beratnya, masih ada enam pertandingan tandang, yang berarti di sela-sela empat hari itu digunakan untuk perjalanan antarpulau atau antarkota.

Karenanya kedalaman dan keutuhan tim selama periode tersebut akan sangat menentukan pencapaian Persija di papan klasemen. Karena alasan itu pula, selama masa jeda bulan ini dimanfaatkan untuk menggenjot ketahanan fisik pemain, selain menanamkan strategi permainan.

Untuk alasan itu pula, skuat Persija tak mendapat jatah libur panjang, seperti tim lainnya. Selama masa FIFA Matchday Oktober, pemain Persija hanya diberi libur tiga hari, mulai Jumat (4/10) sampai Minggu (6/10). Mulai Senin (7/10), materi latihan dipastikan lebih berat ketimbang sebelumnya.

“Dengan lamanya libur ini diharapkan pemain fresh kembali saat berlatih. Karena kami tahu jadwal kompetisi sangat padat, sehingga recovery pemain kurang. Saya berharap setelah libur, para pemain dapat semakin fokus untuk persiapan melawan Semen Padang FC,” ujar asisten pelatih Persija, Sudirman.

Persija Putri


Baca Juga :
- Ini Dia Senjata Baru Persija, Si Bunglon yang Serba Bisa dan Bertuah
- Demotivasi, Sebab Tira Persikabo dan PSM Melempem pada Putaran Kedua Liga 1

Sementara itu, Persija telah menetapkan 30 pemain untuk tampil dalam ajang Liga 1 Putri 2019. Tim Persija Putri tergabung di Grup A bersama PSIS, Tira Persikabo, Persib, dan PS Sleman. Pertandingan babak grup akan berlangsung dalam empat putaran, di mana setiap tim menjadi jatah tuan rumah.

Pemain-pemain tersebut utamanya adalah pemain Pra PON DKI, dengan lima di antaranya adalah eks pemain timnas putri Indonesia. Yang diberi amanah mengepalai tim ini adalah John Arwandi. Tim ini sudah bertolak ke Sleman, Jumat (4/10) malam, untuk melakoni putaran pertama mulai Minggu (6/10).*** Furqon Al Fauzi 

loading...

BERITA TERKAIT

news
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA