#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
PB Ikasi Ingin Perbaiki Prestasi di SEA Games
05 October 2019 13:08 WIB
JAKARTA – Prestasi olahraga anggar Indonesia boleh dibilang mencapai titik nadir. Dalam dua SEA Games terakhir, Singapura (2015) dan Kuala Lumpur (2017), olahraga ini selalu gagal menyumbang emas. Kali terakhir, SEA Games XXVI/2011 Jakarta-Palembang, di mana tim sabre putri Berjaya.

Sekadar informasi, dalam SEA Games XXVII/2013 Nay Pyi Taw, Myanmar, cabang ini tak dipertandingkan. Sedangkan untuk SEA Games XXVIII/2015 Singapura, Indonesia gagal menunjukkan taji. Bayangkan, hanya satu perak dan lima perunggu yang mampu mereka bawa ke Tanah Air.

Hasil lebih buruk mereka boyong dari SEA Games XXIX/2017 Kuala Lumpur, di mana Merah Putih cuma meraih satu perunggu. Medali tersebut disumbangkan oleh Indra Jaya Kusuma lantaran bertahan hingga semifinal di Malaysia International Trade & Expo Center (MiTEC), Kuala Lumpur.


Baca Juga :
- SEA Games Tinggal Sepekan, Persiapan Timnas Tenis Sudah Mantap
- Daftar Pemain Timnas U-22 Filipina untuk SEA Games 2019

Manajer tim nasional (timnas), Herry Jost, menyebut Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB Ikasi) menargetkan dua emas di Filipina. Menurutnya, target tersebut cukup realistis mengingat olahraga ini sedang berupaya bangkit dari keterpurukan, beberapa tahun terakhir.

“Kalau dibandingkan dengan pencapaian satu perunggu waktu di SEA Games 2017, saya rasa cukup lah target dua emas untuk SEA Games 2019. Kami cukup optimistis bisa memenuhi keinginan itu,” ujar Herry soal peluang timnya saat dihubungi Harian TopSkor, Jumat (4/10).

Lebih lanjut, dua emas tersebut kemungkinan datang dari floret putri sebab atlet-atlet Indonesia pada nomor itu memiliki peringkat lebih baik. Diah Permatasari, Ima Sapitri, dan Gaby Novita, masih di atas atlet anggar Asia Tenggara lain. “Peta persaingan di Floret, jelas.  Indonesia unggul,” kayanya.

Untuk memenuhi target tersebut PB Ikasi pun mengirim atlet-atlet nasional ke Korea Selatan (Korsel) untuk menjalani training camp (TC). Mereka berada di Negeri Ginseng hingga seminggu jelang SEA Games 2019. Selama di sana, mereka berlatih dengan timnas hingga diyakini berdampak positif.

Indonesia akan mendapat banyak ilmu. Maklum, Korsel merupakan salah satu negara besar dalam olahraga anggar. Puncak kejayaan mereka terjadi pada Olimpiade XXX/2012 London, saat mereka menduduki peringkat kedua perolehan medali dengan dua emas, satu perak, dan tiga perunggu.

Sedangkan untuk Olimpiade XXXI/2016 Rio de Janeiro, Korsel meraih satu emas dan satu perunggu. “Banyak yang bisa kami pelajari dari Korsel. Latihan di sana juga merupakan bentuk keseriusan PB Ikasi untuk mengembalikan prestasi anggar Indonesia seperti dulu,” Herry menuturkan.


Baca Juga :
- Skuat Timnas SEA Games Teriring Doa Ibu dan Ibul
- PB Perbakin Targetkan 3 Medali Emas di SEA Games 2019

Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Kabid Binpres) PB Ikasi, Muslimin, mengatakan hanya ada delapan atlet yang berlatih di Korsel. Mereka yang dikirim dianggap memiliki peluang untuk meraih medali di Filipina. Sebagai catatan, atlet yang saat ini ada di pemusatan latihan masih berjumlah 18.

“Memang tak semua atlet kami kirim ke Korsel. Namun, yang jelas, kami semua optimistis kalau hasil latihan di Korsel bakal memberikan dampak positif terhadap prestasi Indonesia. Utamanya dalam SEA Games 2019,” katanya.*KRISNA C. DHANESWARA

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA