#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Sama-sama Hindari Zona Degradasi, Laga Kalteng Putra vs Barito Putera Bakal Menguras Emosi
05 October 2019 13:04 WIB
PALANGKARAYA - Apa jadinya jika dua tim penghuni papan bawah yang terancam degradasi saling bertemu? Pasti akan memantik pertempuran keras sepanjang pertandingan. Kedua tim sama-sama ingin menjegal lawan demi bertahan di kasta tertinggi.

Fenomena itu bakal terhampar di Stadion Tuah Pahoe, Palangkaraya Kalimantan Tengah, Sabtu (5/10), saat Kalteng Putra menjamu Barito Putera. Pemenangnya pasti akan keluar zona degradasi. Persaingan itu akan menguras emosi kedua kubu.

Laskar Isen Mulang, julukan Kalteng Putra, punya modal bagus.  Mereka pernah mengalahkan Laskar Antasari 2-1 pada putaran pertama dan imbang 1-1 pada ajang Piala Presiden 2018.


Baca Juga :
- Ditambah Vizcarra dan Kippersluis, Robert Siapkan Skema Alternatif Tanpa N'Douassel saat Persib Menjamu Barito
- Kalteng Putra KIan Percaya Diri hadapi Semen Padang dan Tira Persikabo

Ini memang kesempatan emas bagi Laskar Isen Mulang untuk mendulang poin sempurna. Apalagi tiga laga terakhir mereka tidak pernah kalah di kandang. Bukan tidak mungkin, saat kepepet, galau karena berada di zona merah, skuat asuhan Gomes de Oliviera ini mengamuk.

Apalagi rival datang dengan kekuatan terbelah, kehilangan tiga pilar utama karena panggilan timnas Indonesia. "Berapa pun golnya tidak masalah, yang penting tiga poin. Saya selalu optimistis kami bisa mencapai yang terbaik. Apalagi di saat berada di zona degradasi,"  ujar Gomes, Jumat (4/10).

Optimisme Gomes juga karena semua pemainnya dalam kondisi fit. Motivasi tinggi untuk melangkah jauh dari zona merah menambah keyakinan Gomes, anak asuhnya bisa mengamankan poin maksimal.

"Kami punya pemain dan permainan kompetitif. Itu sudah kami tunjukkan saat kandang dan tandang. Kami akan bermain menyerang untuk raih tiga poin. Di kandang, pemain tidak boleh ragu-ragu. Harus bisa manfaatkan kepincangan lawan tapi tidak boleh anggap enteng," ujar mantan pelatih Madura United itu.

Tanpa duo Evan Dimas dan Bayu Pradana yang sibuk dengan timnas senior, ditambah kiper M. Riyandi dipakai timnas U-23, kekuatan Laskar Antasari berkurang banyak. Merekalah yang selama ini jadi penyeimbang tim dan selalu jadi pilihan utama.

"Dilematis buat kami. Saat butuh poin untuk keluar zona degradasi, kekuatan tim terbelah. Tanpa tiga pilar, jelas, agak berat lawan Kalteng. Apalagi tiga laga terakhir di depan publiknya mereka tidak pernah kalah," ucap pelatih Barito, Djadjang Nurdjaman.

"Duet mereka Patrich Wanggai dan Ferinando Pahabol sangat tajam. Lini belakang dan tengah solid. Buat saya, Derbi Kalimantan ini sangat panas. Bukan karena rekor pertemuan yang jadi acuan, tapi hasil akhir menentukan masa depan tim di Liga 1," ujarnya. Djadjang tahu betul karakter Pahabol karena pernah melatihnya saat memperkuat Persebaya.


Baca Juga :
- Komentar Nilmaizar Usai Persela Imbang Lawan Barito Putera
- Update Hasil dan Klasemen Liga 1 2019, Senin Malam

Tapi, pria kelahiran Majalengka 60 tahun silam itu tidak punya pilihan lain. Tanpa tiga pilar utama, Laskar Antasari tetap akan bertarung spartan. Tidak pernah kendur melayani permainan rivalnya.

"Kami harus lebih ngotot. Mereka full team, kami tidak boleh keder. Yang disuguhkan tuan rumah harus diladeni karena kami tidak boleh kalah. Kami harus jadi pemenang. Itu opsi untuk lolos dari degradasi," ujar Djanur, sapaan akrabnya.*Dani Wihara

loading...

BERITA TERKAIT

news
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA