#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Tiga Kali Masuk Kamar Operasi, Petarung Wanita Ini Masih Bandel
05 October 2019 18:26 WIB
TOKYO - Upaya Itsuki “Strong Heart Fighter” Hirata dalam mengejar mimpi tak selalu berjalan mulus. Ia pernah mengalami cedera parah yang hampir mengakhiri kariernya. Namun pantang dirinya berhenti berjuang. 

Kini atlet Jepang yang belum terkalahkan ini berkesempatan menunjukkan kepada dunia pada 13 Oktober. Dia akan berlaga dalam ONE: CENTURY PART I, ajang bela diri terbesar sepanjang sejarah.
 
Walaupun atlet berusia 20 tahun ini baru mulai berlatih bela diri campuran satu tahun yang lalu. Dia telah menunjukkan potensinya sebagai salah satu bintang elite masa depan dan kemenangan atas Rika “Tiny Doll” Ishige akan semakin melambungkan namanya.

Menjelang laga di kota kelahirannya di Tokyo, perwakilan K-Clann ini bercerita bagaimana dirinya bangkit setelah mengalami rintangan yang memilukan.  “Sejak kecil, saya selalu ingin menjadi atlet judo yang berlaga di Olimpiade,” ujarnya.


Baca Juga :
- Prediksi Stefer Terkait Pertarungan Amir Khan
- Anthony Engelen Kenang Sosok Pahlawan Dalam Kehidupan Pribadinya

“Yang saya suka dari judo adalah ne waza (teknik ground). Rasanya luar biasa saat dapat melempar lawan dengan sempurna.”

Latihan yang sangat keras dan harapan yang tinggi harus dibayar mahal oleh atlet muda ini – ia mengalami cedera lutut. Pada tahun pertamanya di sekolah menengah pertama, ia cedera ligamen lutut anterior (ACL) di salah satu kakinya. Di tahun berikutnya, ia mengalami cedera serupa. Bahkan dapat mengakhiri kariernya. Diperlukan operasi dan proses rehabilitasi panjang.

Dua tahun kemudian, ia harus naik ke meja operasi untuk ketiga kalinya demi memperbaiki meniscus di lutut kanannya. Ia belum lulus dari sekolah menengah atas. Tapi, dia tetap bandel dan kembali bertarung. Ia sempat berpikir untuk melupakan seni bela diri, namun dukungan yang diberikan oleh keluarga dan kemauan kuatnya telah membantu atlet wanita ini untuk pulih dan kembali berlatih di sebuah gym di dekat rumahnya.

Masih berusia 19 tahun dan berbekal latihan selama beberapa bulan sebagai atlet bela diri campuran, Itsuki tampil mengejutkan dalam kompetisi pertama yang ia jalani – ia meraih sepasang kemenangan melalui submission pada ronde pertama dan satu kemenangan lewat kuncian armbar di ronde kedua.

Kesuksesannya menarik perhatian industri internasional, dimana ia pun dibawa ke Evolve untuk mempertajam kemampuannya untuk mempersiapkan laganya di dalam “The Home Of Martial Arts.”

Menjelang debut profesionalnya pada bulan Juni, ia menghabiskan waktu di Singapura pada bulan Februari dan Mei, dimana kemampuannya meningkat berkat bimbingan pelatih elit dan rekan latihannya.

Debut “Strong Heart Fighter” berjalan sempuran. Ia menang lewat submission pada ronde pertama atas Angelie Sabanal bulan Juni lalu dan ia meninggalkan ring tanpa luka sedikitpun.


Baca Juga :
- Bagaimana Anthony Engelen Membaca Ruang Ketika Berlaga di ONE Championship
- Wakili Indonesia, Petarung Indonesia Ini Bangga

Kemenangan tersebut memberinya sebuah laga dalam ajang terbesar dalam sejarah bela diri dunia di Ryogoku Kokugikan, dimana dirinya tidak dapat menahan kegembiraannya.

“Saya selalu mengatakan ingin bertanding di Jepang saat ada kesempatan, jadi saat saya mendapatkam kesempatan ini, saya sangat sengang,” katanya.*

loading...

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA