#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Aji Santoso Ditolak Mundur dari Kursi Pelatih PSIM
07 October 2019 11:23 WIB
JAKARTA – Fan PSIM Yogyakarta sedang marah besar. Sebab, tim kesayangannya itu sedang sakit perut. Dalam enam pertandingan terakhir, hanya membukukan satu kemenangan dan sisanya kalah. Kekalahan 0-2 dari Bogor Sulut United, Jumat (4/10) membuat amarah fan klub memuncak.

Bahkan, sampai ada yang menyebut kekalahan dari Bogor Sulut karena main mata. Pasalnya, Bogor Sulut adalah “saudara tiri” PSIM. Isu ini yang membuat Aji Santoso, pelatih  PSIM, berang. Ia pun dikabarkan mengajukan permintaan mundur, namun ditolak mentah-mentah oleh manajemen klub.

“Karena pertimbangan waktu yang tidak memungkinkan. Dikhawatirkan, justru makin menambah masalah,” kata CEO PSIM Bambang Susanto. Menurutnya, peluang Laskar Mataram untuk melaju ke babak delapan besar masih terbuka. Adalah tugas Aji untuk memastikan hal tersebut bisa diraih.


Baca Juga :
- Persela Berjuang Selamat dari Degradasi, Fan KLub Malah Berulah Tak Terpuji
- Menunggu Luis Milla, Hasil Presentasi Shin Taeyong Akan Diteruskan ke Departemen Teknik PSSI

Saat ini PSIM menempati peringkat kelima klasemen sementara Wilayah Timur Liga 2 2019 dengan 24 poin. Jumlah poin ini hanya terpaut satu poin dengan Martapura FC di peringkat keempat, dan empat poin dengan Persewar di peringkat ketiga. Bedanya, PSIM masih punya tiga laga, sedang dua tim itu hanya dua laga lagi.

Secara matematis, baru Persik yang sudah dipstikan lolos ke babak delapan besar. Meski masih menyisakan dua pertandingan lagi, apapun hasil yang diraih Persik dalam laga tersebut, tak akan membuat mereka terlempar dari posisi empat besar klasemen akhir Wilayah Timur.

Malahan, persaingan sangat sengit dan ketat. Bahkan, tim seperti Bogor Sulut yang menempati posisi kesembilan, dengan poin 23, masih punya peluang lolos meski terbilang kecil. Selain harus menyapu bersih dua kemenangan, mereka juga harus berharap dari hasil pertandingan lainnya.

Artinya, ada delapan tim yang  bersaing sengit hingga pekan-pekan terakhir babak grup. Karenanya hal ini harus menjadi perhatian serius operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru. Jual beli pertandingan rawan terjadi. Terutama bagi tim yang berkesempatan lolos dan berhadapan dengan tim yang tidak punya peluang.


Baca Juga :
- Komentar Pelatih Timnas Malaysia Usai Menang Atas Indonesia
- Genderang Perang dari Nilmaizar Akan Dimulai dari Hari Ini

Pada laga pekan ke-19, Selasa (8/10) contohnya, akan ada duel Mitra Kukar melawan tuan rumah Persatu Tuban, dan laga Persik menghadapi Bogor Sulut. Dua laga ini bisa meramaikan jagad maya jika wasit yang memimpin pertandingan tidak akurat dan tepat dalam memimpin pertandingan.

Sementara itu, Persis harus gigit jari menghadapi kenyataan gagal bermarkas di Stadion Pandan Arang, Boyolali, supaya suporter bisa mendukung langsung tim kebanggaannya. Persis tidak mendapat izin keramaian dari polisi. Dengan begitu, Persis tetap bermarkas di Stadion Wilis, Madiun saat menjamu PSBS.* Furqon Al Fauzi 

loading...

BERITA TERKAIT

news
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA