#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
INFOGRAFIS
Persib Siapkan Protes Resmi, Madura United Sambut Satgas Anti Mafia Bola
07 October 2019 15:49 WIB
BANDUNG – Keputusan kontroversial kembali dialami Persib Bandung saat tandang ke markas Madura United di Stadion Gelora Bangkalan, Sabtu (5/10) lalu. Menit ke-61, saat skor 1-1, gelandang Madura United Diego Assis berupaya melewati bek Persib Achmad Jufriyanto di kotak penalti Persib.

Kaki Jufriyanto tidak terlihat aktif untuk menjegal Diego, namun Diego kemudian menjatuhkan diri seakan ada tackle dari Jufriyanto. Wasit Faulur Rosy kemudian menunjuk titik putih untuk Madura United. Striker Madura United Alberto Goncalves pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dan sukses mengeksekusi penalti.

Alhasil, Maung Bandung kalah 1-2. Insiden tersebut tentu membuat kubu Maung Bandung meradang. Direktur PT Persib Bandung Bermartabat Teddy Tjahjono akan mengambil langkah tegas menyikapi hal ini. “Kami akan mengirimkan surat protes atas kepemimpinan wasit,” kata Teddy saat dihubungi TopSkor, Minggu (6/10).


Baca Juga :
- Persib Bawa Semua Pemain untuk Babak 8 Besar Liga 1 U-18 2019
- Kim Jefrrey Kurniawan, awalnya Dicemooh dan Didemo, namun Kini Jadi Idola Bobotoh

Sedangkan Umuh Muchtar, manajer Persib, meminta Satgas Antimafia Bola dilibatkan untuk menyelidiki kasus ini. “Saya sempat ingatkan kepada pemain, babak kedua harus hati-hati. Jika lawan tak bisa bikin gol pasti dikasih penalti. Coba semua lihat itu penalti atau bukan? Saya tegaskan itu tidak harus penalti dan bukan pelanggaran," kata Umuh.

Wasit bisa melakukan itu menurut Umuh bisa jadi karena ada pesanan. "Itu hebatnya wasit,  kenapa berani karena sudah ada yang menjamin. Kalau melihat kejadian ini Satgas Antimafia Bola saatnya bergerak lagi dan cepat-cepat harus segera ditangani. Kalau terus-terusan begini, akan makin parah sepak bola kita," ujar Umuh.

Kapten tim Supardi Nasir selaku saksi di lapangan juga menyuarakan kekecewaannya. “Saya anggap kekalahan kami sebagai kekalahan terhormat. Kami sudah tampil baik dan berlaku baik selama pertandingan, tetapi terlalu banyak keputusan kontroversial. Ini jelas memengaruhi psikis kawan-kawan di lapangan,” ujar Supardi.

Refrizal, Exco PSSI, setuju Satgas dilibatkan untuk menyelidiki kasus ini. Apalagi kasus penalti kontroversial di Madura selalu terjadi dalam tiga musim beruntun sejak 2017. “Silakan saja, memang itu kan tugasnya Satgas bukan PSSI. Jika wasitnya terindikasi macam-macam, itu baru tugas PSSI lewat Komdis,” kata Refrizal.

Namun, Refrizal mengaku sejauh ini belum ada laporan resmi kepada PSSI terkait hal itu. “Kalau laporan itu pasti dari Komdis, mereka juga tidak bisa diintervensi PSSI.  Kami PSSI pasti mendorong (Satgas) kalau ada indikasi tidak benar,” ucapnya.

Sementara itu Haruna Soemitro, manajer Madura United, menyatakan bukan kewenangannya mengomentari keputusan wasit. "Kalau tidak puas dengan keputusan wasit silakan protes kepada yang punya kewenangan. Yang menugaskan dari PSSI dan PT Liga Indonesia Baru," ujarnya ketika dikonfirmasi TopSkor.


Baca Juga :
- Manajemen Menilai Persib Berpeluang Menempati Posisi Dua atau Tiga Besar
- Menurut Robert Rene Alberts, Dua Sektor Ini Jadi Pendongkrak Performa Persib pada Putaran Kedua

Disinggung rencana Satgas Antimafia menyelidiki kasus ini, Haruna mempersilakannya. "Ya harus siap dong. Sebagai warga negara yang taat hukum wajib mendukung apa pun yang dilakukan penegak hukum," ujarnya.*Arief Nugraha K/Sumargo Pangestu/M Bahrul Marzuki

 

loading...

BERITA TERKAIT

news
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA