#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Tira Persikabo Kampiun EPA U-16, Danurwindo Bicara Pondasi Timnas
07 October 2019 13:55 WIB
BANTUL - Tira Persikabo U-16 tak terbendung dalam kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U-16 2019. Tim yang diperkuat pemain-pemain jebolan Liga TopSkor ini tampil sebagai juara setelah pada laga final yang digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (6/10), menang 2-1 atas Bhayangkara FC.

Tidak hanya itu, tim berjulukan Baby Warriors  ini juga merebut dua gelar individu yakni pemain terbaik dan pelatih terbaik. Gelar pemain terbaik didapat oleh Althaf Indie Alrizki. Sedangkan pelatih terbaik didapat oleh sang nakhoda tim, Deris Herdiansyah. 

Sedangkan, untuk pencetak gol terbanyak raih oleh striker PSM Makassar U-16 M Rafli Asrul. Sedangkan akademi terbaik diraih oleh Persija Jakarta. Sementara tim fairplay didapat Arema FC U-16.


Baca Juga :
- Pelatih Malaysia Awasi 3 Pemain Indonesia, Kalau Perlu Main Keras
- Kadek Agung Fokus Bali United Usai Dicoret dari Timnas U-22 Indonesia

Pada laga itu, Tira Persikabo unggul lewat dua gol dari titik penalti yang dieksekusi dengan sempurna oleh pemain terbaik Gothia Cup 2019 Boys 16 Nadhif Girasta Kosasih menit ke-26 dan Resa Aditya Nugraha di menit ke-44.

Sedangkan gol balasan oleh Bhayangkara FC dicetak lewat Rano Jutati Karenano di menit ke-40. Sebenarnya tim asuhan Anang Ma’ruf ini memiliki peluang emas untuk menyamakan kedudukan di babak kedua. Sayangnya tendangan penalti yang dilakukan oleh bek Isna Bayu Abdilah mampu dimentahkan oleh kiper Tira Persikabo, Dimas Maulana.

Keberhasilan ini melengkapi kedigdayaan Tira Persikabo U-16 yang di babak delapan besar tak terbendung untuk terus melaju. Usai ditahan 2-2 oleh Barito Putera U-16, Tira Persikabo kemudian bangkit dan menang 2-0 atas Kalteng Putra U-16, dan 1-0 dari Bhayangkara FC.

Di babak semifinal, Althaf Indie Alrizki dan kawan-kawan mampu menaklukkan Persija Jakarta U-16 dengan skor akhir 5-4. Bermain imbang 1-1 di 2x30 menit pertandingan dan unggul 4-3 di babak adu penalti.

“Kami mampu tampil sebagai juara dengan mencetak dua gol lewat penalti. Ini tidak masalah karena kedua tim memang sama kuat. Penalti yang didapat adalah hasil kombinasi anak-anak di lini depan sehingga harus dipatahkan oleh lawan yang berbuah pelanggaran,” kata pelatih Tira Persikabo U-16, Deris Herdiansyah.     

Setelah menjuarai Elite Pro Academy U-16 ini, Deris menambahkan dia akan mengajukan pada manajemen agar tim ini tetap dipertahankan alias tidak dibubarkan. “Anak-anak ini sudah bersama saya empat tahun dengan beberapa trofi juara baik dalam dan luar negeri,” kata pelatih yang sukses membawa tim TopSkor Indonesia juara Gothia Cup U-15 2018 di Cina itu.

Sementara itu, menanggapi kekalahan anak asuhnya di final, pelatih Bhayangkara FC, Anang Ma’ruf mengatakan bahwa inilah warnanya permainan sepak bola. “Kami sudah kerja keras dan kami memang harus siap kalah dan siap menang. Tim saya tampil dengan baik. Saya sangat bangga,” kata mantan bek kanan andalan timnas Indonesia itu.

Anang menekankan, saat ketinggalan, anak asuhnya mampu tampil keluar menyerang dan balik mengurung Tira Persikabo. “Kami memang sedikit lengah sehingga terjadi penalti. Dan kegagalan penalti milik kami adalah karena faktor mental saja,” kata legenda Persebaya dan timnas itu.


Baca Juga :
- Dicoret Timnas U-22 Indonesia, Hanif Sjahbandi Disambut Arema FC
- Daftar Pemain Timnas Putri Indonesia

Pada perebutan juara ketiga, Persebaya mampu menaklukan Persija dengan skor tipis 1-0. Gol penentu kemenangan dicetak oleh M Akrom di menit ke- 30+1. “Elite Pro Academy U-16 adalah ajang untuk membangun fondasi yang kuat dan inilah kompetisi untuk pemain-pemain masa depan,” kata Danurwindo yang merupakan Direktur Teknis PSSI. Dia mengatakan, dari pantauannya di babak delapan besar, tim yang berkompetisi sudah memperlihatkan struktur bermain yang bagus mulai bertahan hingga menyerang.***SRI NUGROHO

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA