#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Praveen Indisipliner, PBSI Siap Beri Sanksi
08 October 2019 13:05 WIB
JAKARTA – Prestasi bulu tangkis Indonesia di sektor ganda campuran merosot tajam, seiring keputusan pensiun yang diambil Liliyana Natsir, awal tahun ini. Jangankan meraih gelar pada kejuaraan-kejuaraan bergengsi, wakil Merah Putih pada nomor ini kerap tersingkir di babak-babak awal.

Tak cukup sampai di situ, kabar tak menyenangkan datang dari pemusatan latihan nasional (pelatnas) Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI). Praveen Jordan beberapa kali melakukan tindakan indisipliner dengan keluar malam tanpa izin.

Bahkan, Senin (7/10), pemain yang menjadi kampiun All England 2016 atau saat masih berpasangan dengan Debby Susanto itu diketahui mangkir dari latihan. Hal ini membuat kepala pelatih ganda campuran, Richard Mainaky, murka. Dengan tegas, ia mengatakan bakal mencoret Praveen.


Baca Juga :
- Indonesia Bagi Kekuatan di Dua Turnamen, Guna Maksimalkan Potensi Poin Olimpiade
- Ketum PBSI Tak Ingin Bebankan Atlet dengan Target di Daihatsu Indonesia Masters 2020

Jika hal itu benar-benar terjadi, pebulu tangkis 26 tahun tersebut batal turun dalam beberapa kejuaraan, baik di Eropa maupun SEA Games XXX/2019 Filipina. Adapun dalam waktu dekat, Praveen yang kini berduet dengan Melati Daeva Oktaviani itu akan tampil di Denmark Terbuka.

Richard mengaku, belakangan, semangat juang Praveen, menurun. “Kalau tak kunjung datang, tak ada pengaruhnya. Lebih baik sekalian tak usah datang (lagi ke pelatnas). Hal seperti ini jelas merusak suasana (latihan),” ujar Richard saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, kemarin.

Tak jarang, dalam sebuah pertandingan, pemain kelahiran Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) itu seperti tidak mampu menunjukkan energinya. Termasuk saat mendapat instruksi untuk bermain cepat, Praveen tak mampu menjalankan. Hal ini membuat Richard kerap memberi peringatan.

Setelah itu, Praveen memang bisa tampil lebih baik. Namun, secara umum, gagal memberikan apa yang pelatih instruksikan. “Seorang pelatih pasti ingin anak didiknya menjalankan apa yang diminta. Saya sendiri jadi kurang paham, sebenarnya apa yang dia mau,” Richard menambahkan.

Adapun untuk SEA Games 2019, PP PBSI memproyeksikan Praveen/Melati dan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari. Mereka dipilih berdasarkan rekomendasi tim pelatih. Awalnya, Richard mengajukan tiga pasangan untuk ganda campuran. Lainnya, Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja.

Berkaca pada tindakan indisipliner yang dilakukan Praveen, sangat mungkin tiket SEA Games jatuh kepada Hafiz/Gloria. Apalagi, selama latihan, keduanya menunjukkan perkembangan. “Hafiz/Gloria memperlihatkan permainan yang baik. Saya rasa, mereka bisa turun (di Filipina),” ujar Richard.

Dampak Olimpiade

Yang jelas, prahara antara tim pelatih dengan Praveen, berpotensi mengganggu perburuan tiket Olimpiade. Saat ini, Praveen/Melati menempati peringkat dua BWF Race to Tokyo. Hanya, dari beberapa turnamen yang masuk perhitungan kualifikasi, baru satu kejuaraan yang sudah dilalui.

Richard pun mengaku belum terlalu memikirkan tiket Olimpiade. Termasuk rencana untuk memaksimalkan Rinov/Pitha serta Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandouw. Kakak dari Rexy Mainaky itu masih berharap, jika nanti diberi sanksi berat, Praveen bisa berubah menjadi pribadi lebih baik.


Baca Juga :
- Ini Target Andalan Indonesia di Daihatsu Indonesia Masters 2020
- Kontrak Diperpanjang, Daihatsu Indonesia Masters 2020 Digelar Januari Mendatang

“Mungkin saja setelah ada hukuman, dia (Praveen) menjadi bagus mainnya. Saya sih berharap, dia bisa memberi penjelasan mengapa sampai mangkir dari latihan,” ujar pria yang memiliki hobi berburu tersebut.*KRISNA C. DHANESWARA

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA