#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Farri Menuggu Kesempatan Debut bersama Persija Sambil Belajar ke Ismed
09 October 2019 11:13 WIB
JAKARTA – Dari lima rekrutan baru Persija pada putaran kedua, tinggal Syaffarizal Mursalin Agri yang belum mendapat kesempatan debut. Persaingan ketat dan sengit di lini tengah Macan Kemayoran, membuatnya harus sabar menanti. Latar belakangnya yang pernah merumput di Qatar belum cukup mendongkrak.

Seperti diketahui, sektor tengah Persija cukup gemuk. Setidaknya Farri, sapaan akrabnya, harus bersaing dengan enam hingga tujuh pemain. Pada era kepelatihan Ivan Kolev dan Julio Banuelos, Ramdani Lestaluhu, Sandi Darma Sute, dan Rohit Chand Takuri jadi pilihan utama. Menggeser ketiganya pun sulit.

Nama lainnya seperti Fitra Ridwan dan Resky Fandi, malahan dominan menjadi cadangan. Bahkan, pemain asing seperti Joan Tomas Campasol harus bekerja keras untuk mendapatkan tempat utama. Namun, kans Farri melakoni laga debutnya sangat terbuka semenjak tampuk kepelatihan berpindah ke tangan Edson Tavares.


Baca Juga :
- Edson Tavares: Persija Harus Melupakan Gelar Juara Kompetisi Musim Lalu
- Jadwal Siaran Langsung Liga 1 2019, Rabu 16 Oktober

Semua pemain kini punya kans yang sama. Tinggal bagaimana Farri menunjukkan kualitas dan etos kerjanya selama latihan. Kebetulan, Persija “libur” dari pertandingan karena tak mendapat izin menyelenggarakan pertandingan kandang. Waktunya untuk memukau Tavares semakin banyak.

“Saya paham karena saya baru di Indonesia dan di sini berbeda sekali dengan gaya sepak bola Qatar. Jika dapat kesempatan saya akan berikan 100 persen. Apakah kesempatan itu hanya 15 menit, 20 menit, atau 90 menit itu tak masalah, yang penting mereka tahu saya siap,” katanya pria berdarah Aceh tersebut.

Tetapi, Farri mengaku sedikit kecewa ketika dirinya belum mendapat kesempatan saat Persija masih ditangani Julio Banuelos dan Eduardo Perez. Sebab, dua pelatih itu sudah cukup mengenal karakternya selama di Qatar. Namun, kekecewaan itu membuatnya semakin giat berlatih dan memahami rekan-rekan setim.

“Yang saya tahu Julio pernah melatih di Qatar, tapi sayang saya tak mendapatkan kesempatan. Dengan Tavares juga baru beberapa hari. Keduanya punya filosofi berbeda. Tapi tidak masalah siapa pun pelatihnya, tergantung pemain untuk berikan 100 persen setiap latihan dan kerja keras untuk Persija,” kata Farri.

Farri menambahkan, proses adaptasinya dengan sepak bola Indonesia cukup cepat. Sosok Ismed Sofyan, yang juga berasal dari Aceh, menjadi penguat sekaligus mentor. Menurutnya, Ismed contoh terbaik sekaligus teladan bagi para pemain muda, termasuk dirinya. Ia belajar banyak dari seniornya tersebut.


Baca Juga :
- Debut Pelatih-Pelatih Persija Edisi Sebelumnya Tak Mentereng, Edson Tavares Bergeming
- Soal Venue Persib vs Persija, Begini Perkembangannya

“Saya sangat respek sama bang Ismed. Dia main sudah lama sekali. Dalam latihan dia sangat natural sebagai bek kanan. Itulah kenapa dia masih bermain. Contoh bagi pemain muda di dalam dan di luar lapangan. Pemain muda harus belajar bagaimana dia masih bisa bermain hingga usianya yang sekarang, itu mengagumkan,” ujarnya.

Sementara itu, beredar isu striker Marko Simic menjadi buruan klub jawara liga Malaysia Johor Darul Ta’zim. Performa impresif Simic bersama Persija membuat klub kaya tersebut ingin menebusnya. Ya, Simic masih terikat kontrak dengan klub ibu kota Indonesia ini hingga akhir 2020.* Furqon Al Fauzi 

BERITA TERKAIT

news
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA