#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Bek Asing Baru Persib, Nick Kuipers, Diam-diam Kagumi Bobotoh
09 October 2019 14:11 WIB
BANDUNG – Semakin Persib Bandung tenggelam dan dianiaya pengadil di lapangan, kecintaan bobotoh pada Maung Bandung makin mengkristal. Hasrat mendampingi tim pujaannya pada kompetisi Liga 1 makin meninggi. Mereka ingin memberi apresiasi, sekaligus membuktikan kecintaannya kepada Pangeran Biru tidak pernah luntur.

"Kami tidak rela Persib makin tercecer. Kami akan menyemut di Stadion Si Jalak Harupat. Terus mendukung dan mengawal Persib hingga kompetisi usai. Itu tugas bobotoh, tanpa melihat performa Persib terkini," kata Nevi, Ketua The Bomb, kelompok suporter Persib, Selasa (8/10).

Apalagi dua tim top dan kiblat sepak bola nasional sudah menunggu di laga kandang Maung Bandung. Mereka adalah Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta. Juga, diselingi laga tandang melawan Bhayangkara FC, 23 Oktober.


Baca Juga :
- Soal Venue Persib vs Persija, Begini Perkembangannya
- Jadwal Padat, Persib Pilih Berlatih di Bali Usai hadapi Persebaya

"Persib memiliki basis suporter yang besar. Mereka pun ada di mana-mana.  Di manapun kami bermain, tandang atau kandang,  selalu ada pendukung yang datang. Untuk mereka, kita harus memberikan prestasi yang terbaik dalam game yang dimainkan," kata Nick Kuipers, benteng tangguh Maung Bandung.

Tapi situasi politik yang memanas belakangan bisa mengubah segalanya. Boleh jadi laga besar yang mempertemukan Maung Bandung vs Bajul Ijo dan Macan Kemayoran tinggal harapan. Penundanlaga besar ini mungkin terjadi. Sebab laga Persib vs Persebaya yang digelar Sabtu (19/10) dekat dengan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih.

Sementara laga lawan Persija, Senin (28/10) rentan gesekan. "Saya tidak tahu situasi politik di negeri ini. Haya fokus sepak bola. Makanya usai ibur empat hari, pemain harus kembali berkumpul dan berlatih Kamis (10/10). Persiapan Liga 1 harus dilanjutkan lagi. Meski ada konsekuensi laga ditunda lagi," ujar pelatih Persib, Robert Rene Alberts.

"Dan jika itu terjadi, kami harus menerimanya. Tapi harus jadi pelajaran di Indonesia. Kenapa kita harus menunda pertandingan ketika orang-orang datang ke stadion untuk menikmati sepak bola? Kita harus belajar," Robert menambahkan.


Baca Juga :
- Stadion Kapten I Wayan Dipta Ternyata Tidak Bersahabat bagi Persib. Ini Catatannya
- PT PBB Terus Upayakan Laga Persib vs Persija Digelar di Bandung

Suporter, menurut pelatih berpasor Belanda itu,  harus mengerti mereka datang ke stadion untuk menikmati pertandingan. Bukan membuat keributan dengan tim lain. Ini adalah proses pendidikan yang harus dilalui. Pemain ingin terus main bola, bebas dan tidak terikat situasi politik di sebuah negara.

"Coba sebutkan negara di Eropa yang menunda pertandingan sepak bola ketika ada pemilihan umum di negaranya? Tidak ada. Dan kita tidak bisa mengatakan kalau ini budaya negara kita. Kita harus bilang bahwa kita harus belajar dan berkembang. Ini tanggung jawab semua rakyat Indonesia, termasuk klub, suporter, polisi, dan partai politik," kata Robert.*Dani Wihara

BERITA TERKAIT

news
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA