#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Hanya Butuh Empat Tahun untuk Membuat Liverpool Kembali Dihormati
09 October 2019 14:55 WIB
EMPAT tahun sudah Juergen Norbert Klopp menjabat sebagai pelatih Liverpool FC. Dan dengan waktu yang tergolong singkat itu, publik Anfield sepakat bahwa pria asal Jerman tersebut layak bersanding dengan para juru taktik legendaris The Reds seperti Bill Shankly, Bob Paisley, hingga Sir Kenny Dalglish.

Dibandingkan ketiga nama tersebut, raihan trofi Klopp untuk Liverpool memang belum ada apa-apanya. Ia baru menyumbang gelar Liga Champions. Namun jika bicara efek, pengaruhnya sangat signifikan. Klopp telah membuat The Reds kembali menjadi salah satu tim yang disegani, di kancah domestik maupun Eropa.

Ia tiba di Anfield pada 8 Oktober 2015, menggantikan Brendan Rodgers yang dipecat usai Liverpool bermain 1-1 dengan Everton FC dalam Derbi Merseyside, empat hari sebelumnya. Klopp datang dengan membawa reputasi fantastis selama delapan tahun memimpin Dortmund.


Baca Juga :
- Tidak Hanya Minamino, Liverpool Inginkan Banuak Pemain Red Bull Slazburg
- Moh Salah Piawai Main Catur, Berbagi Strategi dengan Morsy

Afirmasinya dalam konferensi pers perdana sebagai pelatih The Reds masih terekam jelas hingga hari ini. “Kami harus berubah dari tim yang pesimistis menjadi optimistis,” kata Klopp tegas. Pernyataan tersebut berhasil diperlihatkannya sepanjang 221 laga di semua kompetisi membimbing Jordan Henderson dan kawan-kawan.

Bersamanya Liverpool 130 kali menang, 52 imbang, dan 39 kali kalah. Persentase kemenangan The Reds mencapai 58,3 persen. Angka ini membuat Klopp mengungguli catatan Dalglish (57,6%), Paisley (57,5%), Shankly (51,9%). Ia hanya kalah dari duet pelatih perdana Liverpool, William Edward Barclay dan John McKenna (60,6%).

Satu masalah paling mendasar The Reds yang langsung diidentifikasi Klopp adalah mentalitas. Ia menilai itu yang membuat mereka kesulitan bersaing di Inggris maupun Eropa. Namun tentu butuh waktu untuk menanamkan kembali optimisme yang telah lama hilang dari Anfield. 

Ditambah lagi, Klopp mewarisi tim yang sangat buruk dalam bertahan dari Rodgers. The Reds kebobolan 82 kali dalam 69 partai terakhir bersama pelatih yang kini menukangi Leicester City FC tersebut. Tak mengherankan jika dalam 52 laga awal Klopp, Liverpool kemasukan 66 gol.

Namun perlahan-lahan kerapuhan mentalitas tim mampu diperbaiki pelatih 53 tahun tersebut. Liverpool mulai menjadi tim berbeda begitu mereka mendatangkan Mohamed Salah dari AS Roma, Juni 2017. Kehadirannya memungkinkan Klopp membentuk trisula maut, Salah, Roberto Firmino, dan Sadio Mane.

Cobaan kembali datang saat playmaker Philippe Coutinho hengkang ke FC Barcelona, Januari 2018. Meski begitu, Klopp tidak panik. Ia memang kehilangan sosok kreatif di lini tengah, tapi dengan gaya sepak bola intens ala gegen pressing yang mengutamakan dan energi, kehadiran Coutinho tidak menjadi sebuah kehilangan besar. 

Selain itu, dana besar hasil penjualan sang playmaker bisa dialokasikannya membenahi pertahanan, yang menjadi kelemahan utama tim. Pertama, Liverpool memboyong bek tengah Virgil Van Dijk yang diikuti perekrutan kiper Alisson Becker. Keduanya telah membuat The Reds di bawah Klopp menjadi sebuah tim yang sempurna.

Pada 2017/18, mereka sukses menembus final Liga Champions, namun kalah 1-3 dari Real Madrid CF. Selang setahun, kegagalan itu dibayar lunas di Wanda Metropolitano. Musim ini, memang masih terlalu awal untuk memprediksi, tapi dengan progres yang terus diperlihatkan, Klopp berpeluang membawa The Reds menyapu bersih gelar mayor.

“Tim ini perlu membuat gayanya sendiri. Jika Anda menguasai bola, Anda harus bisa efektif, tapi juga siap mengatasi serangan balik. Itu hukum yang tidak bisa ditawar. Saya ingin Liverpool menjadi tim spesial,” kata Klopp. Selama empat tahun berjalan, ia sudah berhasil melakukannya.*      

 

      

 

    

 

      

 

 


Baca Juga :
- The Blues Sodorkan Giroud demi Zaha
- Winger Asal Jepang Siap Debut untuk Liverpool di Derbi Merseyside

       

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA