#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
DKI-Jabar Pertanyakan Dasar Balon Didukung Minimal 15 Pengprov
09 October 2019 21:08 WIB
JAKARTA - Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) DKI Jakarta mengelar rapat pleno di Sekretariat Pengrov yang berada di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (8/10). 

Rapat yang dihadiri seluruh Pengkot/Pengkab se-DKI tersebut salah satunya dilaksanakan untuk menentukan sikap penentuan bakal calon (balon) ketua umum (ketum) PP Perbasi periode 2019-2023.

Untuk diketahui, PP Perbasi bakal menyelenggarakan munas di Jakarta pada 23-25 Oktober. Di mana, salah satu agenda penting munas adalah pemilihan ketua umum masa bakti 2019-2023.


Baca Juga :
- Didukung 24 Pengprov, Danny Kosasih Direkomendasikan Sebagai Calon Ketua Umum Perbasi
- Calon Ketum Perbasi Tunggal, Pengkot Jakut: Lebih Banyak Kandidat Kan Lebih Baik

Samuel B. Pasolang selaku Dewan Penasihat Pengkot Jakarta Utara menuturkan, hasil pertemuan yang ada adalah pihaknya tidak merekomendasikan nama calon ketua. "Tapi merekomendasikan munasnya. Kenapa, karena menurut saya yang sekarang tidak mengikuti kaidah organisasi," ungkapnya saat diwawancarai, Selasa (8/10).

Sementara itu, Ketua Harian Perbasi Jawa Barat Nandang Roekanda juga cukup mengkritisi terkait syarat calon pemilihan ketua umum. Di mana, salah satunya calon harus didukung minimal 15 pengprov.

Aturan tersebut dikatakannya bakal memberatkan calon lain yang hendak mendaftar. Untuk diketahui, pemilihan periode sebelumnya pada 2015-2019, saat itu setiap calon hanya diwajibkan didukung 5 pengprov.

"Nah itu kan jadinya memberatkan bagi calon lain. Jangankan untuk dua calon, satu calon saja juga susah kok," paparnya.

Nandang menuturkan, untuk mendapatkan satu calon dengan persyaratan tersebut juga sangat sulit. ”Bahkan saya juga berkeyakinan kalau calon petahana sekarang akan susah dapat 15 suara pengprov, apalagi katakanlah calon baru. Itu bakal setengah mati mengumpulkannya. Belum lagi soal Pengprov yang aktif. Saat ini kan ada 34 Pengprov, tapi kami belum tahu mana yang sah atau tidak,” ucapnya.


Baca Juga :
- Louvre Siap Debut di IBL 2019/20
- Pengprov Perbasi DKI Harapkan Munas Berjalan Sportif

Selain itu, pihaknya juga mempertanyakan soal minimal balon memiliki pengalaman empat tahun di organisasi basket. Sebab, hal itu akan memberatkan jika nantinya ada figure yang sebetulnya laik secara memiliki kompetensi dari sisi organisasi dan anggaran tapi belum memiliki pengalaman di basket.

”Misal ada figure seperti itu  tapi sama sekali belum aktif di basket kan menutup peluang. Jadi basket tuh mau maju atau tidak, seharusnya kan menjadi daya tarik bagi yang lain. Itu yang menjadi persoalan bagi kami,” akunya.  ***

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA