#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
INFOGRAFIS
Prioritas Stefano Pioli di AC Milan
10 October 2019 14:42 WIB
MILAN – Hanya dalam beberapa bulan, AC Milan kembali membuka era baru. Marco Giampaolo telah dilengserkan dari kursi kepelatihan, kini Stefano Pioli yang dipercaya untuk mengangkat I Rossoneri dari keterpurukan. Misinya tetap sama, menghadiahkan tiket Liga Champions lewat posisi empat besar di akhir musim.

Pioli datang ke Milanello bersama agen Gabrielle Giuffrida, Rabu (9/10) pagi, mendengarkan langsung ambisi klub dari para petinggi macam CEO Ivan Gazidis dan trio direktur Paolo Maldini, Zvonimir Boban, Ricky Massara. Dia disodorkan kontrak berdurasi dua tahun dengan bayaran 1,5 juta euro (sekira Rp23 miliar) permusim. Yang menarik, kesepakatan ini bersifat elastis berdasarkan hasil: jika Pioli gagal memenuhi target pada akhir musim nanti, kedua pihak setuju berpisah.

Mantan juru taktik FC Internazionale dan ACF Fiorentina itu menyanggupi tantangan yang diberikan. Tapi pastinya perjalanan tidak akan mudah. Bagaimanapun, kursi kepelatihan Milan telah berubah jadi “cangkir beracun” dalam lima tahun terakhir. Tak kurang dari tujuh nama telah jadi korban karena gagal mengembalikan I Rossoneri ke puncak kejayaan.


Baca Juga :
- Update Hasil dan Klasemen Liga Italia Serie A, Senin Dini Hari WIB
- Ini Taktik Milan dengan Ibra

“Ada 31 pertandingan sampai akhir musim, jadi kami masih bisa memperbaiki situasi dan bangkit. Milan akan terus berusaha mencapai Liga Champions,” ujar Pioli dalam sambutan perdana sebagai pelatih anyar I Rossoneri. “Dalam sepuluh hari ke depan, saya akan membenahi mental dan pendekatan taktik bersama para pemain. Ini periode penting sebelum kembali melakoni kompetisi. Saya ingin Milan kembali memperlihatkan ide, intensitas, dan keganasan di lapangan.”

Langkah pertama yang harus dilakukan Pioli adalah merebut hati tifosi. Maklum, pengangkatannya sebagai suksesor Giampaolo mendapat penolakan besar dari para pendukung Milan, terbukti dari tagar #PioliOut yang terus memuncaki tren media sosial di Italia. Satu-satunya cara meredam kritik tentu dengan memperlihatkan prestasi di lapangan.

Untuk itu, Pioli harus bisa memulihkan mental dan karakter para pemain Milan, yang sejak awal musim sangat mengecewakan. Dari segi talenta dan kualitas, Jesus Suso dan kawan-kawan tak perlu diragukan. Tapi, yang salah saat ini adalah cara mereka menghadapi pertandingan: tidak ada hasrat, determinasi, apalagi keyakinan untuk menang. Tak heran bila Milan bisa tumbang oleh tim pekerja keras macam Udinese Calcio, Torino FC dan Fiorentina.

Kemudian, Pioli juga perlu menemukan pemimpin di lapangan dan ruang ganti. Sosok yang bisa mengangkat moril rekan setim dalam situasi sulit. Mengingat Milan adalah tim yang dihuni banyak pemain muda, penting untuk memiliki seseorang yang bisa mengendalikan semua ego demi kesuksesan tim. Alessio Romagnoli adalah pilihan baik sebagai kapten, namun dia harus didukung pemain senior yang lebih berpengalaman.


Baca Juga :
- Zlatan Ibrahimovic Mantap Kembali ke Italia, bersama
- Terbaru, Zlatan Ibrahimovic Diberitakan Setuju Kembali ke AC Milan

Pada akhirnya, kinerja Pioli juga akan dinilai lewat sepak bola di lapangan. Hasil memang penting, tapi jika bisa dicapai melalui permainan indah akan lebih baik.

Chief Football Officer Zvonimir Boban, yang mendampingi tecnico baru dalam konferensi pers,  menegaskan kalau klub langsung memilih Pioli dari daftar nama kandidat potensial. “Kami langsung menunjuk Pioli, seorang pelatih yang paham tentang klub kami dan realita sepak bola Italia. Kami bukan tim terkuat tapi juga bukan skuat yang terlihat saat ini. Dengan Pioli, kami yakin dapat melihat permainan lebih baik dan kualitas terbaik dibanding sebelumnya. Semoga sukses untuk Pioli,” dia menuturkan.*** Dari berbagai sumber

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA