#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Pelatih Belgia Bela Hazard dan Courtois
10 October 2019 13:15 WIB
BRUSSELS - Di atas kertas, tim nasional Belgia diperkirakan tidak akan kesulitan untuk menjinakkan San Marino. Bertanding di kandangnya, di Stadion Roi Baudouin, Kamis (10/10) malam, De Rode Duivels bakal memastikan tiket ke putaran final Piala Eropa 2020 jika mampu mengalahkan San Marino pada pertandingan ketujuh Grup I.  

Meski begitu, Belgia bukan tanpa masalah. Pelatih Roberto Martinez tidak akan bisa mengandalkan gelandang Manchester City, Kevin De Bruyne, yang cedera. Selain itu performa beberapa pemain kunci De Rode Duivels di klub mereka tampak mengecewakan. Khususnya Eden Hazard dan Thibaut Courtois di Real Madrid.

Hazard yang direkrut Madrid dari Chelsea FC dengan harga fantastis, 100 juta euro, bahkan menuai banyak kritikan lantaran performanya jauh di bawah ekspektasi. Winger 28 tahun ini bahkan dituding kelebihan berat badan. Tapi, Martinez membela kapten timnas Belgia tersebut.


Baca Juga :
- Sempurna..! 10 Pertandingan 10 Kemenangan, Belgia seperti Pemenang Euro 2020
- Negara Leluhur pun Tidak Menerima Benzema

“Bakatnya tidak bergantung pada berat badannya,” kata Martinez. “Dia sosok yang sangat tenang. Dia bukan pemain yang berusaha mencari kejayaan pribadi. Dengan atau tanpa kelebihan berat badan, Eden bisa merusak keseimbangan lawan dan membuat perbedaan dalam sekejap mata.”

Martinez juga membela Courtois yang disebut-sebut sebagai salah satu penyebab tersendatnya laju Madrid musim ini, khususnya di Liga Champions. Maklum, kiper 27 tahun ini telah kebobolan 11 gol dalam delapan laga bersama Los Blancos di seluruh kompetisi dan hanya dua kali clean sheet.

“Kondisi seperti ini tidak mengejutkan dalam sepak bola, tapi jelas mengecewakan,” kata Martinez. “Semua orang tahu bahwa posisi kiper di Madrid salah satu yang paling sulit di dunia sepak bola. Dan, saya tidak melihat ada kiper lain yang lebih layak berada di sana daripada Courtois. Saya bahkan tidak melihat kiper yang lebih baik daripada dia pada usia 27. Kritik terhadap dia menyakitkan saya. Tapi, Thibaut punya tekad kuat untuk mengubah situasi ini dan mencapai level yang seharusnya.”

Pembelaan Martinez terhadap Courtois sangat beralasan. Terlepas dari performa yang kurang meyakinkan bersama Madrid, mantan pemain Chelsea FC ini sangat tangguh di bahwa mistar timnas Belgia. Terbukti, dia hanya sekali kebobolan dalam enam laga yang telah dimainkan di Grup I.

Menjelang laga melawan San Marino, Belgia masih memuncaki Grup I dengan catatan sempurna, 18 poin dari enam laga. Mereka unggul tiga poin atas Rusia yang membuntuti di peringkat kedua serta 11 poin di atas Kazakstan dan Siprus yang menempati peringkat ketiga dan keempat. Situasi ini membuat posisi De Rode Duivels jadi lebih nyaman.

Belgia bahkan bakal tetap dipastikan lolos ke putaran final sekalipun mereka gagal meraih kemenangan lawan San Marino. Syaratnya, laga lain di Grup I antara tuan rumah Kazakstan dan Siprus harus berakhir imbang. Dengan sisa hanya tiga pertandingan lagi, kedua tim tersebut tidak akan mungkin lagi menggeser De Rode Duivels dari posisi dua besar yang berarti tiket ke putaran final.

Tapi, Belgia diyakini tidak perlu menggantungkan nasib pada hasil dari pertandingan lain. Sebab, mereka punya segalanya untuk bisa merebut poin penuh dari San Marino. De Rode Duivels bukan saja punya keuntungan sebagai tuan rumah, tapi juga memiliki skuat yang kualitas beberapa tingkat di atas San Marino.

Perbedaan kelas antara Belgia dan San Marino bisa dilihat dari rekor head-to-head mereka. Dalam ketujuh pertemuan sebelumnya, De Rode Duivels selalu menang dengan mencetak 37 gol dan kebobolan hanya tiga gol. Artinya, Belgia rata-rata lebih dari lima kali (5,2 kali) membobol gawang San Marino dalam satu pertemuan.

Belgia juga memiliki rekor impresif di kandang. Romelu Lukaku dan kawan-kawan tidak terkalahkan dalam 18 laga terakhir dengan meraih 14 kemenangan dan empat hasil imbang. Kali terakhir De Rode Duivels menelan kekalahan di hadapan publik sendiri adalah pada 1 September 2016 saat mereka dipermalukan Spanyol 0-2 lewat dua gol yang diborong David Silva.***RIJAL ALFURQON DARI BERBAGAI SUMBER

Kualifikasi Piala Eropa
BELGIA - SAN MARINO
Stadion:
Roi Baudouin
Wasit: Anastasios Papapetrou
Prediksi TopSkor: 60-40

BELGIA 3-4-2-1
Pelatih:
Roberto Martínez

1 Courtois

2 Alderweireld
3 Vermaelen
5 Vertonghen

15 Meunier
16 Witsel
8 Tielemans
11 Carrasco

14 Mertens
10 Hazard

9 Lukaku

Cadangan: 12 Mignolet, 19 Praet, 10 Vanaken, 23 Batshuayi, 20 Benteke, 18 Januzaj, 17 Origi

SAN MARINO 5-3-2
Pelatih:
Franco Varrella

1 A. Simoncini

4 D'Addario
6 D. Simoncini
11 Battistini
3 Palazzi
13 Grandoni

8 Gasperoni
21 Golinucci
10 Giardi

18 Berardi
16 Nanni

Cadangan: 23 Zavoli, 15 Brolli, 19 Censoni, 9 Mularoni, 20 Hirsch, 18 Bernardi, 14 Cevoli

Pertemuan Terakhir:
06/09/19       Pra-Piala Eropa         San Marino 0-4 Belgia
07/09/05       Pra-Piala Dunia         Belgia 8-0 San Marino


Baca Juga :
- Eden Hazard: Mental Belgia Lebih Kuat
- Odegaard Tatap Laga di Bernabeu

 

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA