#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Klopp Tak Akan Sukses di Liverpool Tanpa Bantuan Para Ahli di Sekelilingnya
10 October 2019 15:58 WIB
"SAYA tidak tahu segalanya tetapi saya pendengar yang baik," itu pernyataan Juergen Klopp pada hari kedatangannya di Liverpool empat tahun lalu. Menyebut dirinya “The Normal One” dalam jumpa pers pertama sebagai pelatih The Reds, dia membuktikan dirinya tidak pernah menghindar dari kesediaannya untuk mendengarkan dan belajar.

Liverpool ECHO mendapatkan banyak informasi tentang bagaimana Klopp tidak pernah melewatkan kesempatan untuk mendengarkan mereka yang memiliki keahlian, pengetahuan, serta pengalaman di bidang tertentu. Dia bersandar dan memanfaatkan kecemerlangan orang lain dalam upayanya untuk meningkatkan pasukan Anfield.

Selama empat tahun di Merseyside, Klopp merekrut mereka dengan kemampuan luas sebagai asistennya. Mulai dari pelatih throw-in, peselancar profesional, dan ahli gizi dalam upayanya menggali lebih banyak potensi Mo Salah dan kawan-kawan. Hasilnya  Liverpool juara Liga Champions 2018/19 dan berpeluang juara Liga Primer musim ini.


Baca Juga :
- Klopp Peringatkan Liverpool, Hidup Mati Kontra Salzburg
- Klopp Marah dengan Penterjemah Soal Kapten Liverpool

Klopp memperkenalkan skuatnya kepada peselancar kelas dunia Sebastian Steudtner ketika The Reds menginap di resor Evian-les-Bains pada Juli. Dia bertugas untuk penanganan terhadap stres. Para pemain mengikuti latihan Steudtner di kolam renang yang terfokus pada pernapasan dan cara efektif menangani situasi tekanan tinggi.

Klopp juga meminjamkan telinganya kepada orang-orang seperti John Achterberg, yang pengetahuan teknisnya sebagai pelatih kiper membuat pria asal Belanda itu menjadi bantuan yang vocal bagi sang pelatih. Achterberg yang bertanggung jawab atas kesiapan mental dan teknik Alisson Becker, Adrian atau Caoimhin Kelleher di Melwood.

Salah satu langkah Klopp yang paling terkenal untuk meningkatkan kemampuan skuat Liverpool di lapangan adalah penunjukan pelatih lemparan ke , Thomas Gronnemark tahun lalu. Pria asal Denmark itu awalnya didatangkan secara sementara, tetapi baru-baru ini kontraknya diperpanjang karena pekerjaannya dianggap sangat berhasil.

Gronnemark mengatakan kepada ECHO: "Komunikasi juga salah satu kekuatan terbesar Juergen. Jelas dia pria yang sangat baik dan memiliki relasi baik dengan pemain dan stafnya. Itu budaya yang dia bangun. Salah satu kelebihannya adalah dia pendengar yang baik dan dia bersedia mendapatkan bantuan ketika dia memiliki tantangan.

"Saya banyak berbicara tentang budaya kerja dan motivasi, kerja sama dan sebagainya di Denmark. Bahwa tim terbaik, bukan hanya di sepak bola, tetapi dalam kehidupan kerja pada umumnya, mereka dibangun oleh tim yang bersedia saling membantu untuk mendapatkan pengetahuan, dan saling memberikan pengetahuan,” ujar Gronnemark.

Michael Beale menghabiskan lima tahun di Liverpool's Academy sebagai pelatih tim U-23 ketika Klopp pindah ke Inggris. Beale teringat betapa terkejutnya sang bos baru ketika tahu tentang sistem pinjaman di sepak bola Inggris. Ketika tahu ada 17 pemain pinjaman Liverpool, dia langsung menemuinya dan Direktur Akademi, Alex Inglethorpe.

Dalam waktu singkat Ryan Kent, Sheyi Ojo, Kevin Stewart, dan Danny Ward ditarik lagi ke Melwood sebelum kemudian dipromosikan ke tim utama. Berikutnya, Klopp mulai mengubah sistem itu menjadi keuntungan bagi tim Liverpool-nya, yang saat ini hanya meminjamkan Harry Wilson, Marko Grujic, dan Ojo ke klub lain di luar Anfield.

"Saya ingat hari ketika dia diumumkan sebagai pelatih Liverpool, lalu hari berikutnya dia langsung meninjau Akademi. Kebetulan kami memiliki pertandingan U-18 hari itu dan kami memiliki satu atau dua pemain yang bermain yang ingin dilihatnya. Intinya Juergen hanya ingin memastikan anak-anak itu ada di jalur yang benar,” ujar Beale.*NURUL IKA HIDAYATI

 


Baca Juga :
- The Foxes Terus Mengintai Liverpool
- Haaland Sangat Mungkin Samai Torehan Ronaldo

 

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA