#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Wawancara Eksklusif Vijaya Fitriyasa
Menurut Saya, Idealnya Ketua Umum PSSI Itu Bukan Orang Partai Politik
11 October 2019 11:17 WIB
JAKARTA – “Dari sekitar 88 voters, 15 di antaranya sudah mendukung saya,” kata Vijaya Fitriyasa, mengawali obrolan dengan TopSkor di Menara Global pada Kamis (10/10) siang. Namanya mungkin belum cukup familiar, tetapi pemilik saham Persis Solo ini mengaku sudah lama berkecimpung di sepak bola nasional.

Ia pun mengaku sudah cukup mengerti dengan problematika sepak bola Indonesia dan juga punya jalan keluarnya. Karena itu ia mengajukan diri sebagai calon Ketua Umum PSSI periode 2019-2023. Seperti apa perspektif Vijaya soal sepak bola nasional? Berikut petikan wawancaranya:

Modal apa yang Anda miliki?


Baca Juga :
- Beto Terancam Batal ke SEA Games
- Prediksi Persita versus Persik, Main Tenang Menjadi Kunci Kedua Tim

Yang pertama, sekarang saya sudah punya dua klub. Satu main di Liga 3, yang satu di Liga 2. Di antara sekian calon, yang saya lihat punya klub bola itu mungkin ga banyak. Kalau untuk calon Exco mungkin ada beberapa. Menurut saya ini sebagai salah satu modal utama saya untuk maju menjadi Ketua Umum PSSI. Saya tahu apa yang harus diperbaiki terkiat kompetisi, apa yang dibituhkan klub.

Nanti ada konflik kepentingan dong?

Yang harus disadari itu, PSSI itu kan didirikan oleh klub. PSSI itu induk dari klub. Inti dari organisasi ini adalah klub. Jadi, menurut saya tidak ada masalah pemilik klub menjadi pengurus PSSI. Justru menurut saya lebih bagus, karena lebih tahu susahnya mendapatkan sponsor, mengatur jadwal, dan lain-lain.

Hubungan PSSI dan pemerintah bermasalah. Bagaimana koneksi Anda dengan Presiden Jokowi?

Saya terus terang ga kenal pak Jokowi dan belum pernah bertemu. Tetapi saya bukan orang partai yang mungkin punya kepentingan politik tertentu atau berbeda politik dengan Presiden. Kenapa PSSI sebelumnya itu hubungannya renggang dengan pemerintah, karena saya lihat kepentingan politiknya beda. Menurut saya idealnya Ketua Umum PSSI jangan dari orang partai.

Seperti apa visi pembangunan Anda untuk PSSI?

Menurut saya Instruksi Presiden tentang Percepatan Persepakbolaan Nasional harus dimanfaatkan. Pertama, ini menjadi dasar hukum PSSI memperbaiki infrastruktur sepak bola nasional. Dengan Inpres ini kan ada kesempatan membangun atau merenovasi. Saya lihat sudah mulai jalan. Kedua, Inpres bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan dukungan dana BUMN, walaupun bentuknya sponsorship atau CSR. Tetapi ini jadi dasar hukum. Kalau dulu kan tidak ada dasar hukumnya BUMN membantu sepak bola.

Sejauh apa konsolidasi dengan voters PSSI?

Terus terang sampai sekarang baru sebatas pendekatan personal, man to man marking. Ada teman yang kenal dengan Asprov kami dekatin. Tetapi dalam waktu dekat kami akan mengundang beberapa Asprov dan beberap klub pemilik suara.

Sejumlah voters menginginkan kontrak politik...

Ya tentunya kami akan lihat, kontrak politiknya seperti apa bentuknya. Kedua jumlahnya (angka subsidi untuk klub) berapa. Sekarang kan dari sisi dana yang berhasil dihimpun PSSI dan liga itu kan sudah cukup besar. Yang saya dengar dari Shopee aja Rp300 miliar, dari hak siar itu Rp180 miliar. Saya tidak tahu persis angkanya. Tetapi kalau itu diakumulasi, harusnya tidak ada masalah dengan kontrak politik itu. Yang penting sekarang itu transparansi dan akuntabilitas. Ini yang harus diperjuangkan.

Apa permasalahan timnas Indonesia?

Bicara timnas berarti bicara ranking FIFA. Ranking kita itu terakhir 167. Sama Palestina aja nih, yang setiap hari dibom Israel, itu Palestina ranking 98. Artinya ada sesuatu yang salah dengan timnas kita. Kalau soal uang harusnya tidak ada masalah. Ini harus ada evaluasi menyeluruh. Cari sumber penyakitnya. Jangan gejalanya yang kita obatin.


Baca Juga :
- Diikuti 24 Tim, Liga TopSkor U-16 Siap Digelar Sabtu Ini
- Timnas Indonesia Menunggu Ide Segar Yeyen dan Gethuk

Pemain nasional kesukaan dan kenapa?

Kalau pemain yang sekarang Egy Maulana. Dia kan main di Polandia. Walaupun klubnya tidak begitu terkenal tetapi klub kasta tertinggi Polandia. Kalau yang dulu saya senangnya sama Rony Pattinasarany, karena secara pribadi kenal. Terakhir sebelum belian meninggal juga saya sempat berinteraksi. Buat saya Rony Patti legendaris.*

loading...

BERITA TERKAIT

news
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA