#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Tak Terima Ditolak Komite Pemilihan PSSI, Mereka Menyatakan Banding
11 October 2019 11:27 WIB
JAKARTA – Komite Pemilihan (KP) PSSI memutuskan, hanya delapan calon ketua umum PSSI yang lolos verifikasi, Kamis (10/10). Tiga nama dinyatakan gagal, yakni Arif Putra Wicaksono, Yeyayas Oktavianus, dan Sarman Elhakim. Ketiganya pun menyatakan banding akan putusan tersebut.

Arif misalnya, mengaku belum mengatahui mengapa status pencalonan dirinya ditolak. Meski belum mengetahui, ia memastikan mengambil langkah banding. “Saya belum tahu mengenai masalah itu (ditolak KP). Yang jelas saya masih bisa banding dan hal itu yang akan saya lakukan,” katanya kepada TopSkor.

Ketua KP Syarif Bastaman menjelaskan, ada status calon yang diperbolehkan banding dan ada pula yang dilarang banding. Hal ini ditentukan dari kelengkapan persyaratan yang telah ditetapkan. Untuk calon yang tidak memenuhi unsur telah berkecimpung dalam sepak bola minimal lima tahun, dilarang banding.


Baca Juga :
- Beto Terancam Batal ke SEA Games
- Prediksi Persita versus Persik, Main Tenang Menjadi Kunci Kedua Tim

“Ada pencalonannya tidak dikonfirmasi. Artinya disini sang calon didukung untuk mengajukan tetapi sang calon tidak bersedia. Saya rasa ini sudah pasti tidak serius. Selain itu, ada juga karena bukti keputusan dari pengadilan bahwa sang calon terpidana, dan terakhir karena faktor usia,” ujar Syarif.

Sedangkan untuk calon wakil ketua, dari 21 nama, hanya 13 yang dinyatakan lolos. Dari delapan calon yang gagal, dua calon diperbolehkan banding sedang enam lainnya tak diperkanan banding. Enam calon yang tak boleh banding itu adalah Ahmad Riyadh, Augie Bunyamin, Budi Setiawan, Gusti Randa, Sali Akya, dan Wasu Ashari.

Ini cukup mengejutkan, sebab nam-nama seperti Augie Bunyamin dan Gusti Randa tak asing dengan sepak bola Indonesia. Gusti bahkan menjadi salah satu anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI periode 2016-2020. Sedangkan Augie sudah bertahun-tahun tercatat sebagai salah satu petinggi Sriwijaya FC.

Adapun untuk calon Exco, dari 91 nama yang mendadaftar terdapar, hanya 70 nama yang lolos verifikasi. Menariknya, dari 21 nama gagal tersebut, hanya satu orang yang dibolehkan melakukan banding, sedang sisanya 20 nama tidak boleh banding. Menganai hal ini, KP mengaku telah melakukan verifikasi dengan ketat.


Baca Juga :
- Diikuti 24 Tim, Liga TopSkor U-16 Siap Digelar Sabtu Ini
- Timnas Indonesia Menunggu Ide Segar Yeyen dan Gethuk

Syarif menjelaskan, khusus untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) yang maju menjadi calon, mendapat persyaratan tambahan. Setiap ASN diharuskan mengisi surat pernyataan. “Intinya surat itu berisikan mengenai dilarangnya adanya tindakan atau sikap politik ketika sudah berada dan menjabat sebagai bagian dari PSSI,” ujar Syarif.

Adapun proses banding akan dibuka mulai 16-18 Oktober. Sehari setelahnya, yakni 19 Oktober, akan langsung diumumkan hasil bandingnya, sekaligus pengumuman dafra calon tetap kongres pemilihan PSSI, 2 November mendatang. Setelah itu, akan ada agenda debat kandidat pada 24 Oktober.*** Nizar Galang Gandhimar 

loading...

BERITA TERKAIT

news
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA