#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Transformasi Gnabry
11 October 2019 13:15 WIB
DORTMUND - Serge Gnabry bertransformasi dari penyerang sayap alias winger menjadi menjadi mesin gol yang mematikan. Terakhir, winger FC Bayern Muenchen itu mencetak satu gol dan satu assist saat timnas Jerman ditahan 2-2 melawan timnas Argentina dalam laga uji coba di Stadion Westfallen, Dortmund, Rabu (9/10) atau Kamis dini hari WIB.

Bagi Gnabry, itulah gol keenam dan assist pertama untuk timnas Jerman tahun ini. Sepanjang tujuh laga Die Mannshaft  pada 2019 ini, Gnabry enam kali dimainkan. Dari keenam golnya itu, lima di antaranya ia buat dalam empat laga terakhir Tim Panser.

Di klub, sejak September lalu hingga awal bulan ini, Gnabry sudah mencetak lima gol plus dua assist untuk Muenchen. Empat gol di antaranya diborong penyerang 24 tahun itu ketika Muenchen menghajar Tottenham Hotspur, 7-2, di Liga Champions, 1 Oktober lalu.  


Baca Juga :
- Resmi Mundur, Maradona Hanya Bertahan 2 Bulan Tukangi Gimnasia
- Messi Batalkan Gol Suarez, Argentina dan Uruguay Imbang 2-2

Dengan peran Gnabry tersebut, pelatih Tim Panser Joachim Loew kini memiliki pilihan yang cukup terkait lini depan timnya. Selain Gnabry, ada penyerang RB Leipzig, Timo Werner, yang juga masuk skuat. Loew juga memanggil bintang SC Freiburg, Luca Waldschmidt.

Namun, Gnabry untuk sementara berhasil memenangi persaingan untuk posisi penyerang. Bahkan, Gnabry berpeluang besar mendapat posisi starter untuk laga selanjutnya, lawan Estonia, Minggu (13/10), dalam kualifikasi Piala Eropa 2020. Indikasi peluang Gnabry tampil sebagai penyerang di laga nanti terlihat dari keputusan Loew yang menarik pemain ini dari lapangan pada menit ke-72.

"Kami memang tidak ingin Gnabry bermain penuh 90 menit. Kami membutuhkannya untuk laga selanjutnya," kata Loew, terkait keputusannya menggantikan Gnabry saat lawan Argentina. Menurut Loew, dia mengagumi performa Gnabry saat lawan Tim Tango dan memuji sang pemain karena pergerakannya yang luas dan mampu memberikan teror bagi pertahanan timnas Argentina.

Gol pertama Jerman yang tercipta pada menit ke-15 pun terjadi karena reaksi yang cepat dari Gnabry. Ketika itu, dia berhasil memanfaatkan kesalahan bek Argentina, Marcos Rojo, yang gagal mengantisipasi bola dengan baik. Lalu, hanya tujuh menit kemudian atau menit ke-22, gol kedua Jerman terjadi setelah Gnabry memberikan umpan kepada Kai Havertz.

"Pergerakan Gnabry sangat cepat dan dia selalu ada di mana pun dan membuat ancaman bagi pertahanan Argentina, khususnya di babak pertama," kata Loew lagi. Karena itulah Loew akhirnya menghentikan peran Gnabry untuk mencegahnya dari kemungkinan cedera. "Sebelumnya dia juga sudah banyak bermain," Loew menegaskan.

Gnabry memang on fire. Gol ke gawang Argentina merupakan gol keenam Gnabry dari empat laga terakhir dengan klub dan timnas. Bersama Muenchen musim ini, Gnabry total menorehkan lima gol dari sembilan laga. Produktivitas inilah yang tampaknya membuat Loew menempatkan Gnabry sebagai penyerang.

Dalam laga ini, Loew kembali mencoba menerapkan strategi permainan cepat dengan divariaaikan serangan balik. Ini pula yang membuat Jerman sempat kesulitan dalam penguasaan bola. Pada 11 menit pertama contohnya, Jerman hanya 40 persen ball possesion dibanding Argentina yang 60 persen.


Baca Juga :
- Jerman Masih Tertinggal dari Enam Tim Elite Eropa
- Misi Koeman Tercapai

Loew menerapkan pola 3-4-2-1 dengan Julian Brandt dan Waldschmidt bermain di belakang Gnabry. Strategi ini juga memperlihatkan keinginan Loew memaksimalkan peran bek sayap: Lukas Klostermann di sayap kanan dan Marcel Halstenburg sebagai bek sayap kiri. Sedangkan Havertz dan Joshua Kimmich sebagai gelandang tengah.

Pola ini idealnya memberikan kekuatan dari sisi pertahanan, namun faktanya gawang Jerman yang dikawal kiper Andre Ter Stegen masih bisa ditembus. Situasi inilah yang akan menjadi evaluasi bagi Loew sebelum menghadapi Estonia.*** IRFAN SUDRAJAT DARI BERBAGAI SUMBER

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA