#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
INFOGRAFIS
Inter Harus Pacu Kemampuan Milan Skriniar
11 October 2019 14:33 WIB
MILAN - FC Internazionale belum mampu menghentikan Juventus FC. Namun, kekalahan pekan lalu bukan berarti kegagalan. Musim masih sangat panjang dan ambisi I Nerrazzuri dalam menghentikan dominasi si Nyonya Besar masih sangat terbuka. Dan, kalah di awal lebih baik sebagai bagian evaluasi untuk memberikan perlawanan yang lebih besar lagi kepada Juve.

Ya, ada evaluasi dari kekalahan Inter saat lawan Juventus. Bagi pelatih Inter, Antonio Conte, yang lebih penting adalah reaksi setelah kekalahan tersebut. Dan, reaksi itu adalah memastikan bahwa mesin timnya harus selalu panas. "Jika tidak, kami tidak akan menjadi juara," kata Conte.

Bagi Conte, semua harus berusaha memberikan yang maksimal. Mantan pelatih Juventus dan Chelsea ini seperti dosen yang dalam kelas awal tidak mengizinkan mahasiswanya turun sampai nilai delapan. Semua pemain sekarang sedang menempuh ujian setelah tujuh laga awal Seri A bergulir. Dari tujuh laga awal itu pula ada nama Milan Skriniar yang belakangan menjadi perhatian.


Baca Juga :
- Inter Tidak Takut Lautaro Martinez Tergoda Barcelona
- Inter Vs AS Roma Berakhir Antiklimaks

Bek asal Slovakia ini memang menjadi sosok penting dalam perubahan permainan Inter era Conte. Tentu saja ada sosok Diego Godin, bek baru yang sarat pengalaman. Namun, Skriniar menjadi sangat penting karena dia salah satu pemain senior di Inter. Saat ini, Skriniar memainkan musim ketiga bersama Inter, mengambil peran pemimpin lini bertahan dan keseluruhan tim.

Tifosi Inter sudah lama menganggap Skriniar sebagai kapten tim. Inilah kemudian yang membuatnya menjadi mudah dikentarai, bahkan ketika dirinya tidak tampil maksimal. Dalam sembilan  pertandingan pertama musim ini, Skriniar tampil penuh, mengambil semua menit yang ada. Namun, penampilannya dinilai berbeda dibandingkan  pada musim-musim sebelumnya.

Skriniar dinilai masih membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan formasi lini bertahan yang terdiri dari tiga pemain (3-5-2). Tugasnya di jantung pertahanan  tampaknya lebih sulit daripada yang diperkirakan. Beberapa kali Skriniar juga tidak mendapat nilai cukup, di antaranya dari pers Italia. Karena itulah Conte ingin Skriniar memperlihatkan peningkatan secara kualitas. Ini akan menjadi tantangan bagi Skriniar untuk kembali memimpin lini pertahanan dengan bagus.

Faktor Sanchez

Skriniar tidak sendirian. Pemain besar lain yang dinantikan Conte adalah Alexis Sanchez. Mungkin satu bulan sudah cukup untuk masuk dalam mekanisme permainan yang diinginkan pelatih. Sanchez yang tampil cukup mengesankan dalam babak pertama menghadapi Genoa, bisa mengubah serangan. Sanchez memiliki potensi menjadi solusi serangan yang bagus.

Namun, Conte berharap Sanchez bisa memperlihatkan prestasi ini secara rutin setiap kali diturunkan. Lalu ada Matias Vecino sebagai pemain inti tambahan. Faktor Vecino sangat penting karena Inter perlu menerapkan rotasi untuk Stefano Sensi dan Nicolo Barella. Vecino harus main lebih keras, seperti layaknya pemain asal Uruguay.


Baca Juga :
- Tidak Jadi ke Inter, Dzeko Kini Bisa Hentikan Laju Inter
- Situasi Militao di Madrid Makin Rumit

Dalam tiga pertandingan sebagai starter dan dalam dua laga sebagai pengganti, Vecino tidak berhasil melakukan permainan yang diharapkan. Kini dia harus bersaing dengan Roberto Gagliardini di lini tengah Inter. Jika gagal memperlihatkan kemampuan terbaik, peluangnya untuk selalu diturunkan akan tertutup.

Lalu ada Valentino Lazaro yang tidak banyak memberi kontribusi. Lazaro harus mampu mengambil posisi pemain sayap yang hebat, jika tidak kualitas teknik pemain tidak akan ada gunanya. "Saya sedang mempelajari hal-hal baru di setiap sesi latihan. Saya yakin dalam waktu dekat kesempatan saya akan tiba," kata Lazaro.***

loading...

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA