#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
INFOGRAFIS
Ambisi Sergio Ramos, Sang Legenda!
12 October 2019 16:10 WIB
OSLO – Tim nasional Spanyol akan melanjutkan langkahnya di kualifikasi Piala Eropa 2020 dengan tandang ke Norwegia, Sabtu (12/10) atau Minggu dini hari WIB. Duel di Stadion Ullevaal ini bakal spesial sebab La Roja –julukan Spanyol– bisa menuntaskan perjuangannya di Grup F, dengan memastikan diri lolos ke putaran final.

Namun bukan hanya secara kolektif, matchday ketujuh nanti juga akan berarti penting bagi El Capitan, Sergio Ramos. Dia bisa menjadi legenda hidup karena jadi yang pertama dalam klasemen caps terbanyak bersama timnas, melewati Iker Casillas (167 laga). Lebih dari itu, ambisi besar pun dibawanya.

Meski sudah tak muda, bek 33 tahun ini berhasrat ikut serta di segala kompetisi timnas. Ramos telah memenangkan 1 trofi Piala Dunia, 2 Piala Eropa, dan kini mengincar tempat di Olimpiade Tokyo (di tahun yang sama dengan gelaran Piala Eropa 2020). Bek Real Madrid itu memang berharap bisa sebanyak mungkin memperkuat La Roja –julukan Spanyol.


Baca Juga :
- Madrid Temukan Pengganti Ronaldo, Pemain Brasil Ini Baru 18 Tahun
- Piala Super Spanyol Digelar di Arab Saudi, Protes Pun Berdatangan

“Jika ada kemungkinan pergi ke Tokyo, itu akan menjadi ilusi yang luar biasa baginya (Ramos),” kata sumber anonim di kepengurusan timnas. Spanyol sendiri akan mempelajari lebih lanjut soal opsi tersebut (tiga tim senior), sebab mereka tak biasa melakukan hal tersebut; biasanya fokus memberi kesempatan bagi para calon penerus tim senior.

Tapi sebagai contoh, berbagai negara seperti Brasil, Argentina, dan Inggris nyaris tak pernah absen menyertakan pemain seniornya di tim Olimpiade. Di Spanyol sendiri, Ramos bukan veteran pertama yang mau ikut serta. Sergio Busquets pun berkeinginan pada edisi 2012, meski akhirnya tak jadi lantaran terkendala dengan urusan klubnya FC Barcelona.

Berbagai pemain ternama La Roja yang pernah ikut Olimpiade adalah Juan Mata, Javi Martinez, dan Jordi Alba pada 2012, namun langkahnya tak panjang. Pemain yang pernah berprestasi adalah Xavi Hernandez dengan trofi perak tahun 2000. Bagi Ramos, ia harus memersiapkan fisik ekstra sebab Olimpiade dimulai 10 hari usai Piala Eropa rampung.

Secara sepak terjang, kehadiran pemain yang bertransisi dari bek sayap ini bisa menguntungkan bagi tim muda Spanyol. Ia kaya pengalaman, berjiwa pemimpin, dan kelebihannya adalah haus gol. Rapornya pun impresif dan disambut baik pelatih Luis de La Fuente (U21). “Kehadirannya akan jadi kebanggaan besar,” kata pihak Komite Olimpiade Spanyol, mendukung.

Yang pasti, keberadaan selama 14 tahun di timnas bersamaan dengan masa-masa terbaik La Roja.  Ramos merupakan yang tersisa dari masa keemasan Spanyol. Dia mampu melewatinya dengan statistik apik  bersama banyak pelatih dengan beragam gaya dan rasa, dan selalu jadi andalan. Ramos layak dilihat sebagai salah satu bek tengah terbaik dalam sejarah sepak bola, seperti yang dikatakan banyak pelatihnya, dan Ramos belum mau berhenti.

 

Fokus Terkini

Terlepas dari target menengahnya itu, Ramos tentu harus fokus pada rintangan terkini yang akan dihadapinya. Langkah La Roja di kualifikasi akan coba diadang oleh Norwegia, yang dibintangi oleh Martin Odegaard. Geladang Madrid itu sendang dalam performa terbaiknya pada masa pinjaman di Real Sociedad pada awal musim ini; dua gol-dua assist.

Kehadiran gelandang 20 tahun ini meningkatkan kepercayaan diri tim berjuluk The Lions, yang memang bersemangat demi bisa menjaga peluangnya lolos. Odegaard memberi satu assist di laga kualifikasi sebelumnya yang menghidupkan harapan. Kini ia akan jadi penopang sempurna Joshua King yang juga apik di AFC Bournemouth; pun dua gol-dua assist.


Baca Juga :
- Update Hasil dan Klasemen La Liga Spanyol, Senin Dini Hari WIB
- Update Hasil dan Klasemen La Liga Spanyol, Minggu Dini Hari WIB

“Dia (Odegaard) bisa menjadi pesepak bola tingkat atas dan berperan kunci di raksasa Eropa semisal Madrid. Dia terus berkembang sebagai pemain juga individu, dan bakal memimpin generasi emas di kemudian hari dengan Erling Haaland, Sander Berge dan Kristoffer Ajer. Jika mau mengalahkan Spanyol, maka kuncinya Odegaard,” kata para kalangan elit Norwegia.*** TAUFANI RAHMANDA DARI BERBAGAI SUMBER

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA