#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Magda, Satu dari Sedikit Gadis Dayak Asli yang Menekuni Sepak Bola
12 October 2019 16:13 WIB
MAGDALENA Unyat memiliki air muka berbeda dengan kebanyakan pemain PSM Makassar Putri yang tengah berlaga pada Kompetisi Liga 1 Putri 2019 Seri 1 Grup B di Kota Batu, Jawa Timur. Wajahnya khas oriental dengan kulit putih kekuning-kuningan.

Usut punya usut, ia ternyata gadis asli berdarah Suku Dayak Merap yang mendiami Desa Gong Solok Malinau Selatan, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Winger kelahiran 23 Maret 2000 silam tersebut berasal dari Desa Gong Solok, Kecamatan Malinau Selatan, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.

“Saya lahir dan besar di desa itu di tengah-tengah keluarga Dayak Merap. Unyat itu nama famili Suku Dayak Merap. Bisa jadi saya ini pemain sepak bola putri pertama dari Suku Dayak,” ujar pemain yang biasa disapa Magda itu, dalam perbincangan dengan TopSkor belum lama ini.

“Di desa saya, sepak bola bukan olahraga populer dan hampir tidak ada yang tahu. Saya mengenal sepak bola dimulai dari futsal sejak usia 10 tahun atau kelas 4 Sekolah Dasar  di desa, dan hanya saya seorang dari Kaum Hawa yang suka sepak bola,” Magda menambahkan.

Setamat SMA di Malinau Selatan tahun 2018, Magda harus meninggalkan kampung halamannya dan melanjutkan pendidikan jenjang S1 di ibu kota Kalimantan Timur, Samarinda. Saat ini, pengidola Real Madrid tersebut tercatat sebagai mahasiswi di Universitas Widya Gama Mahakam, Samarinda.

“Kuliah di Samarinda, sudah pasti saya harus jauh dari orangtua dan keluarga di Malinau. Semua itu saya lakukan tidak hanya untuk kuliah. Tetapi juga mengasah teknik dan skill sepak bola saya,” ia mengungkapkan.

Memiliki tipikal permainan stylish dan sedikit keras, Magda bermain sama baiknya di dua posisi berbeda, gelandang serang dan penyerang sayap. Nyaris selain kuliah, sepak bola menjadi rutinitasnya sehari-hari. Terlebih kedua orangtuanya sangat mendukung impiannya menembus skuat timnas putri.

"Terima kasih kepada kedua orangtua yang mendukung karier saya dan menyemangati bisa masuk timnas. Tapi bisa masuk PSM Putri saja sudah luar biasa. Sebab awal saya ikut seleksi di Makassar, begitu banyak saingan. Akhirnya tekad besar dan kerja keras saya berbuah manis. PSM klub sepak bola pertama saya. Tentu saya bersyukur,” ucapnya.

Ke depan, Magda mengaku punya cita-cita bermain di timnas Indonesia putri. “Untuk menggapai cita-cita itu, saya pun rela jauh dari orangtua dan keluarga sejak usia 18 tahun,” penyuka semua kuliner itu menambahkan. Demi cita-citanya pula, selama mengikuti kompetisi, Magda memilih cuti kuliah.*Noval Luthfianto

 

loading...

BERITA TERKAIT

news
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA