#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
WAWANCARA: Rodri Hernandez, “Kunci Utamanya Kontrol dan Terus Belajar”
12 October 2019 17:16 WIB
MANCHESTER – Baru sekitar tiga bulan bergabung dengan Manchester City FC, Rodri Hernandez telah menjadi sosok vital. Banderol sebagai pemain termahal dalam sejarah klub juara bertahan Liga Primer itu seperti tak menjadi beban baginya. Ya, The Citizens harus menebus klausul pelepasan Rodri sebesar 62,8 juta paun (setara Rp1,12 triliun) dari Atletico Madrid, musim panas lalu.

Namun dana besar itu tidak sia-sia dikeluarkan. Ia mampu menjawab ekspektasi pelatih Josep “Pep” Guardiola sebagai jangkar tim. Sepanjang 2019/20, Rodri memperlihatkan penampilan solid sebagai penyeimbang Man. City. Meski begitu, kenyataannya tidak semudah yang dilihat pubik. Sang pemain mengaku masih dalam proses belajar dan adaptasi dengan gaya Pep dan sepak bola Inggris.

Man. City membayar klausul pelepasan Anda dengan jumlah fantastis. Bagaimana tanggapan Anda sebagai orang yang juga mempelajari studi bisnis?


Baca Juga :
- Gelandang Man. City Ini Belum Ingin Gantung Sepatu
- Man. City Siap Tawarkan Gaji Rp8,2 Miliar per Pekan untuk Sterling

Ha ha ha, Anda tahu bursa transfer sekarang sangat gila. Saya tidak tahu apakah pantas dihargai tinggi. Yang pasti, saya masih muda, baru 23 tahun dan masih banyak hal yang perlu dipelajari. Tentunya saya akan berusaha memberikan kemampuan terbaik untuk membantu tim. Saya selalu ingin berkembang sebagai pemain dan rasanya saya berada di tempat yang tepat. 

Umumnya, pemain termahal sebuah klub adalah para penyerang. Namun Anda seorang gelandang bertahan. Seberapa penting dan signifikan peran tersebut?

Dalam sepak bola modern, peran saya sangat penting dan banyak klub hebat memiliki pemain fantastis di posisi tersebut. Tim-tim yang ofensif, selalu punya jangkar hebat. Sergio Busquets di Barcelona, Casemiro di Real Madrid, Fabinho di Liverpool, atau N’golo Kante (Chelsea). Perlu diingat, kini banyak bek dan kiper yang nilai transfernya jauh lebih tinggi dari saya (tertawa). Namun sebagai gelandang bertahan, Anda harus bisa mengontrol situasi dan permainan.

Jadi kontrol adalah kuncinya?

Ya. Lebih dari 90 persen laga yang dijalani, Anda harus bisa mengontrolnya, menjaga penguasaan bola serta melakukan antisipasi saat kehilangan bola. Dan hal itu yang coba kami lakukan di Man. City.

Dengan kata lain, posisi Anda yang paling sulit di dalam tim?

Saya pikir semua posisi penting dan memiliki porsi masing-masing. Namun, ya tugas saya sangat menantang karena kami tim yang sangat ofensif. Sisi positifnya, saya bisa belajar banyak hal baru. Kapan harus membantu serangan, kapan harus menjaga posisi, dan kapan harus melakukan pelanggaran untuk menjaga tempo pertandingan.

“Terus belajar”, apa itu kata kunci lain bagi Anda?

Ya, sebagai pemain Anda harus terus belajar untuk bisa berprogres. Saat berusia 18 atau 19 tahun, saya bukan pemain seperti sekarang. Tentu ada perkembangan dan itu semua karena proses pembelajaran. Saya belajar banyak sepanjang karier, di Villarreal, Atletico, dan kini di Man. City bersama Pep.

Apa perbedaan sepak bola di Spanyol dan Inggris?

Di Spanyol mungkin lebih mengutamakan teknik, sementara di sini lebih cepat dan agresif serta lebih melelahkan.


Baca Juga :
- Format Undian Piala Eropa 2020 Dinilai Penuh Skandal
- Penyerang Tengah Chelsea Ini Bisa Sejajari Para Legende The Blues

Klub Anda tertinggal cukup jauh dari Liverpool sekarang. Masih optimistis bisa mengejar mereka?

Mereka tim yang sangat kuat, mungkin yang terbaik saat ini. Namun tentu kami akan berusaha. Masih ada banyak laga dan segala kemungkinan masih bisa terjadi.*  

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA