#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Penyuka Komedi Satire dan Ingin Mengubah Stigma terhadap Pesepak Bola
14 October 2019 14:25 WIB
SIAPA sangka bahwa Hector Bellerin ternyata menyukai jenis humor satire yang menyinggung orang lain. Pelawak favoritnya adalah Anthony Jeselnik dari Amerika Serikat (AS). Dia bahkan mengaku telah menonton acara komedi sejak kecil. Yang menarik bek Arsenal FC asal Spanyol itu sering melakukan aksi komedi semasa sekolah.

Itu terungkap ketika Bellerin bertemu komedian Inggris, Romesh Ranganathan, sebagai bagian dari program Famous Football Fans Meet Their Heroes oleh Amy Raphael dari The Guardian. Berawal ketika guru sekolahnya meminta seluruh siswa untuk mempersiapkan standup routine. Bellerin memilih Toni Moog sebagai referensi.

“Dulu ada pelawak tunggal bagus di Spanyol, namanya Toni Moog. Saya meniru lawakan dia, lalu menghafalnya selama dua jam. Kebetulan saya punya memori fotografis yang bagus. Esok harinya saya membacanya di depan kelas dan semua orang tertawa. Setelah itu keluarga selalu meminta saya melakukan standup tiap kali ada acara keluara besar.”


Baca Juga :
- Jadwal Liverpool hingga Akhir Tahun Masih Relatif Mudah
- Pengalaman Baru, Praveen/Melati ke 16 Besar setelah Berkenalan dengan Angin

Bukan karena faktor Ranganathan. Sebenarnya Bellerin ingin mendobrak stereotip bahwa pesepak bola hanya perlu fokus bermain dan tidak bisa berbicara mengenai hal-hal lain. Bahwa mereka hanya mengandalkan otot. Sejatinya mereka juga manusia, bukanlah mesin yang bisanya hanya bermain sepak bola pada akhir pekan.

“Mayoritas pemain datang dari latar belakang sulit. Jika ibu atau ayah Anda berprofesi bankir atau dokter, mereka mungkin mengirim Anda ke universitas dan Anda akan memiliki karier. Tapi, pesepak bola pun profesi bagus. Jika Albert Einstein masih hidup, dia mungkin tidak kenal aturan offside. Kami memiliki kecerdasan yang berbeda!”

Kalaupun ada yang masih membebani pikiran Bellerin adalah bahwa sepak bola masih dikaitkan dengan kejantanan. Maskulinitas. Olahraga kaum lelaki. Faktanya, pesepak bola pun rentan mengalami masalah kesehatan mental. Seperti pemain sayap Burnley FC, Aaron Lennon, yang akhirnya berbicara terus terang mengenai problem depresinya.

“Anda tak harus menjadi laki-laki alfa hanya karena Anda pesepak bola! Orang bertanya bagaimana Aaron bisa depresi padahal punya banyak uang. Tapi Anda bisa sangat terisolasi, ketika Anda tinggal jauh dari keluarga, Anda pulang ke rumah kosong. Sampai baru-baru ini, pemain bola harus pura-pura tak kesepian. Anda tidak boleh menangis!”

Lebih lanjut Bellerin bahkan mengakui akhir-akhir ini dia selalu dilanda kecemasan saat berada di tempat ramai. Adakalanya, ketika dia bermain buruk, bersantai dengan teman atau keluarga menjadi pilihannya. Namun ada tipe-tipe penggemar sepak bola yang kerap mendatangi mereka dan meminta foto saat dia sedang makan.

“Saya bukan tipikal orang yang selalu dikelilingi petugas keamanan saat berada di area publik. Saya pergi minum kopi sendiri. Kadang-kadang saya masuk ke kereta bawah tanah dan tidak ada yang memperhatikan saya. Terasa aneh, membuat saya ingin teriak: ‘Hei! Saya Hector!’ Bagaimana Anda sesaat terlihat, menit berikutnya Anda tak terlihat.”

Ada kejadian lucu. Suatu hari seorang penggemar mengira Bellerin itu Nacho Monreal, mantan bek Arsenal yang kini bermain di Real Sociedad. "’Hei, Nacho, Anda sangat konsisten musim lalu!’ Saya tidak mengoreksinya. Semoga kelak ada menunjukkan foto Monreal kepadanya,” ujar Bellerin, menutup percakapan dengan tawa membahana.* NURUL IKA HIDAYATI

 

 

 

 

 


Baca Juga :
- Barca Harus Segera Tentukan Pengganti Busquets, Ambil dari Internal Saja, Materinya Ada
- Spesialis Gelar Lowong, Petinju Meksiko Ini Incar Sabuk Juara Dunia Keempat

 

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA