#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Conte Cari Duet yang Pas untuk Lini Depan
14 October 2019 12:20 WIB
MILAN – Ada Romelu Lukaku, Lautaro Martinez, dan Alexis Sanchez. Ketiga pemain depan ini merupakan opsi bagi pelatih Antonio Conte untuk laga selanjutnya, menghadapi Sassuolo. Bahkan, mereka bisa menjadi tiga penyerang yang dapat menjadi pasangan di lini depan. Atau memilih dua di antaranya untuk ditempatkan dalam pola 3-5-2.

Tentu, semua akan lebih jelas setelah masing-masing kembali dari tugas bersama timnas. Sanchez contohnya. Bintang pinjaman dari Manchester United (MU) ini sempat mengkhawatirkan Inter saat dirinya meninggalkan lapangan tiga menit sebelum pertandingan Kolombia vs Cile berakhir di Alicante.

Dalam pertandingan itu, Sanchez mendapatkan memar di pergelangan kaki kiri setelah berbenturan dengan Juan Cuadrado. Alexis berjalan dengan tertatih di lapangan, bertemu dengan staf medis tim nasional tapi mungkin hanya pukulan biasa.


Baca Juga :
- Update Hasil dan Klasemen Liga Italia Serie A, Senin Dini Hari WIB
- Duet Lukaku-Lautaro Tak Berkutik, Barella Muncul sebagai Penentu Kemenangan

Sebenarnya juga ada pilihan pemain keempat untuk lini depan, yaitu Matteo Politano. Namun, pemain ini dianggap oleh Conte sebagai pemain ideal bermain di lapangan ketika pertandingan sedang berlangsung alias sebagai pemain pengganti.

Sampai saat ini, Politano belum mendapat kesempatan main dari menit pertama. Berbeda dengan Lukaku, Lautaro, dan Sanchez yang memiliki peluang lebih besar main sebagai starter. Bahkan, di antara mereka bisa bermain sebagai penyerang kedua. Lukaku, dari segi harga, gaji dan kondisi fisik, menjadi pilar lini serangan Conte.

Conte sudah tidak lagi mempertimbangkan rencana memiliki pasangan Lukaku-Edin Dzeko setelah gagal mendapatkan pemain asal Bosnia dari Roma tersebut. Pada fase awal Seri A, Conte langsung memainkan “dobel L”: Lautaro dan Lukaku. Lima dari sembilan pertandingan, dengan pertandingan penting melawan Juventus dan Milan.

Dri segi gol, pasangan ini berfungsi: secara keseluruhan lima gol, hanya tidak menghasilkan gol ketika menghadapi Slavia Praha pada ajang Liga Champions. Namun, kedua pemain belum dapat melakukan banyak dialog di lapangan tapi dapat berbagi ruang dan tugas di depan dengan baik.

Di samping itu Lukaku dan Lautaro, dua penyerang utama tapi Lautaro lebih hebat dalam mencari gol di bagian tiga perempat lapangan dan Lukaku lebih hebat main jauh lebih ke depan.

Ketika Lukaku tidak dapat main di Genoa dan Barcelona, ada debut pasangan Lautaro-Sanchez. Pasangan ini bisa dilihat beberapa hal menarik kecuali kartu merah yang diterima Sanchez. Ada lebih banyak dialog di antara keduanya. Ya, Lautaro terlihat main lebih nyaman di tengah area dan Sanchez mampu memulai aksi serangan dengan permainan cepat.

Gol melawan Sampdoria, faktanya terjadi karena  keserasian permainan antara Sanchez dan Stefano, sebaliknya di Barcelona permainan vertikal pemain nomor 7 bagi Lautaro. Kombinasi ketiga tidak pernah terlihat di Inter. Pasangan mantan dua pemain MU ini (Lukaku dan Sanchez) terdengar lebih baik dari segi karakteristik teknik dan fisik.


Baca Juga :
- Update Hasil dan Klasemen Liga Italia Serie A, Minggu Dini Hari WIB
- Ada Dendam di Iduna Park, Striker Dortmund Ini Peringatkan Inter

Karena itulah, Sassuolo bisa menjadi pilihan yang tepat untuk menguji formasi ini, sebelum pertandingan penting melawan Borussia Dortmund. Di MU, dua pemain ini main bersama 37 kali, 28 di antaranya di Liga Premier (15 kali dari menit pertama), dengan rata-rata 1,9 poin per pertandingan.

Dari semua kompetisi, 15 gol diciptakan Lukaku dan 5 gol Sanchez ketika main bersama. Hanya dalam dua pertandingan mereka mencetak gol bersama: terakhir kali terjadi pada Maret 2018.***

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA