#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Dari 39 Pertemuan, Indonesia Belum Pernah Kalah dari Vietnam di Kandang
14 October 2019 01:39 WIB
JAKARTA – Pelatih timnas Indonesia Simon McMenemy tentu tak akan membaca ini. Selain tak bisa membaca, atau anggap saja belum lancar, bahasa Indonesia, ia juga tak ingin fokus terganggu. Media massa, juga media sosial, untuk sementara dijauhinya.

Namun, kiranya perlu diketahuinya, Indonesia belum pernah kalah dari Vietnam saat bertanding di Indonesia. Walau kini pertandingan Indonesia versus Vietnam digelar di Bali, tetap saja sejarah positif harus dipertahankan.

Sejak 1991, ketika Vietnam Selatan dan Vietnam Utara bersatu, Indonesia hanya lima kali kalah dari Vietnam. Rerata, kekalahn tersebut tercipta di luar Indonesia. Tiga kali kalah di Vietnam, sekali di Brunei, dan sekali di Singapura.


Baca Juga :
- Satu Tidak Gablek Paspor, Timnas Indonesia Hanya 22 Pemain ke Malaysia
- Jadwal Siaran Langsung Uji Coba Timnas U-22 Indonesia Vs Iran, Rabu Hari ini

Dari total 23 pertemuan, Indonesia sembilan kali menang, sembilan kali imbang, dan lima kali kalah. Pembukuan gol Garuda Merah-Putih pun lebih baik, 31 berbanding 35.

Sebelum 1991, saat sepak bola Vietnam diwakili Vietnam Selatan, Indonesia tetap mendominasi. Dari 16 pertemuan, Indonesia meraih 10 kemenangan, sekali imbang, dan hanya lima kali takluk. Presentase golnya, 40 berbanding 23.

Sekali lagi, semua kekalahan itu tercipta di luar Indonesia.

Namun, sepak bola Vietnam sudah jauh berkembang. Dalam lima tahun terakhir, Vietnam unggul segalanya dari Indonesia. Salah satunya, timnas usia muda The Golden Star berhasil menembus babak final Piala Asia U-23 2018.

Posisi Vietnam di ranking FIFA pun jauh melesat. Tim asuhan Prak Jang Seo itu menempati peringkat ke-99, sedangkan Indonesia di posisi ke-167. Memang tak ibarat bumi dan langit, tetapi seperti juru kunci dan papan tengah.

Posisi ke-99 ini menjadi catatan terbaik Vietnam dalam satu dekade terakhir. Hal sama pernah dibukukan pada 2011, yang lantas anjlok ke-131 pada 2012, jatuh lagi ke-144 pada 2013, sempat naik ke-137 pada 1014, lantas terbenam lagi ke-147 pada 2015.

Namun setelah itu terus meroket. Pada 2016 naik ke-134, tahun berikutnya ke112, naik ke-100 pada 2018, dan kini bertahan di peringkat ke-99.

Sementara posisi terbaik Indonesia di FIFA adalah ke-87, yakni pada 98 dan 2001. Penurunan dahsyat ranking Indonesia tercipta setelah 2004. Sempat menjadi yang terbaik pada tahun itu di posisi ke-91, ranking Indonesia anjlok ke-109 pada 2005.

Tahun berikutnya, 2006 ke-153, naik ke-133 pada 2007, turun lagi ke-139 pada 2008, dan sempat naik ke-120 pada 2010. Setelah turun dan terus turun. Pada 2010 ada di urutan ke-127, melorot lagi ke-142 pada 2011, lantas turun lagi ke-156 pada 2012.

Setahun berikutnya, posisi Indonesia terlempar ke-161, sempat naik ke-159 pada 2014, lantas terbuang ke-179 pada 2015. Sempat naik delapan tangga pada 2016, naik lagi ke-162 pada 2017, naik lagi ke-159 pada 2018, dan tahun ini di peringkat ke-167.


Baca Juga :
- Dendam Kapten Timnas U-19 Korea Utara Terhadap Indonesia
- Deretan Prestasi Shin Tae-yong, Calon Pelatih Timnas Indonesia

Bila Indonesia ingin memperbaiki posisi dalam peringkat FIFA, inilah saatnya. Mengalahkan tim penghuni peringkat ke-99, sedikit banyak memberi dampak, walau sebelumnya sepat dibantai Uni Emirat Arab.

Kalaupun McMenemy tidak membaca. Semoga ada yang mengingatkannya. Semoga ada yang memberi tahunya, lantas ia sampaikan ke pemain, agar pemain terkatrol motivasinya; agar tak kalah di Bali; di Indonesia; di kandang.*  

BERITA TERKAIT

news
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA