#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Misi Pioli Membangkitkan Piatek
16 October 2019 14:48 WIB
MILAN – Era Stefano Pioli bersama AC Milan bakal dimulai akhir pekan ini, ketika menyambut kedatangan US Lecce di Stadion San Siro, Minggu (20/10). Hanya kemenangan yang bisa menjawab keraguan tifosi, yang belum sepenuhnya menerima pelatih 53 tahun tersebut. Untuk itu, Pioli butuh performa terbaik dari para pemain I Rossoneri, terutama Krzysztof Piatek.

Wajar bila Piatek jadi sorotan. Ambruknya performa Milan bersama Marco Giampaolo juga salah satunya disebabkan inefektivitas striker Polandia itu di depan gawang.  Tujuh penampilan di Seri A musim ini, Piatek hanya mampu melesakkan dua gol—itupun dari titik penalti. Tak terlihat keganasan yang membuatnya jadi rebutan klub-klub besar Eropa, tahun lalu.

Keterpurukan Piatek tak sebatas level klub tapi juga berlanjut di kancah internasional. Dia gagal melesakkan gol buat tim nasional Polandia dalam dua laga kualifikasi Piala Eropa 2020, pekan ini. Namun, itu juga disebabkan taktik pelatih Jerzy Brzeczek yang hanya menggunakan satu striker. Alhasil, Piatek kalah bersaing dengan Roberto Lewandowski dan cuma main sebentar (30 menit di Latvia, 1 menit versus Makedonia).


Baca Juga :
- Verona Membangun Bungker Kuat di Seri A
- Skuat Napoli Akhirnya Setuju Melakukan Pemusatan Latihan

Agar bisa melihat Piatek mencetak gol lewat open play, perlu mundur cukup lama. Bersama Milan, aksi terakhirnya adalah versus Frosinone Calcio (19 Mei), lewat sontekan jarak dekat. Sementara dengan timnas Polandia, dia melepaskan tendangan keras yang merobek gawang Israel (10 Juni). Sejak itu, keran produktivitas Piatek mengering, kecuali dua penalti kontra Hellas Verona FC dan Torino FC di Seri A musim ini.

Performa Piatek terlihat jauh lebih buruk sejak bekerja sama dengan Giampaolo. Eks pelatih Milan itu memintanya untuk lebih banyak bergerak dan terlibat manuver, tapi Kris tak terbiasa. Akibatnya, pergerakan sang striker dengan filosofi permainan tak sinkron, menyebabkan kerugian di lapangan. Sekarang, tugas Pioli adalah menemukan taktik yang tak hanya sesuai dengan karakter Milan tapi juga bisa memaksimalkan kemampuan Piatek.

Mungkin dia bisa belajar dari pendekatan mantan allenatore Genoa CFC Davide Ballardini saat menangani debut Piatek di Italia. Dalam tujuh pertandingan perdana Seri A, penyerang berjuluk Il Pistolero itu mampu memainkan 78 bola, dan mencetak 9 gol. Angka tersebut jauh menurun ketika Piatek bergabung ke Milan. Dalam 7 laga pertama bersama Gennaro Gattuso, sentuhan bola cuma 48, dan gol berkurang jadi 6. Sementara di era Giampaolo, Piatek hanya memainkan 43 bola dan mencetak 2 gol dalam 7 laga.

Pioli perlu membangkitkan Piatek dengan cara yang tepat. Sebagai permulaan, beri kebebasan baginya bermain di kotak penalti tanpa terlalu banyak instruksi. Biarkan insting dan kepercayaan diri pemain tumbuh perlahan, dan gol kembali mengalir. Setelah itu, barulah meminta pergerakan taktik sesuai kebutuhan tim, ditambah beberapa tugas buat striker utama.


Baca Juga :
- Misi Membajak Donnarumma
- Milan Berencana Melepas Tiga Pemain untuk Mendanai Operasi Mercato Ibra

Fakta bahwa Milan akan menjamu Lecce, Minggu nanti, juga bisa dilihat sebagai sinyal positif. Maklum, Agustus tahun lalu, tim berjuluk I Salentini itu merupakan lawan pertama yang dihadapi Piatek saat menginjakkan kaki di Italia. Babak ketiga Piala Italia, main 60 menit dan memborong 4 gol kemenangan Genoa. Itulah pencapaian awal Piatek sebagai striker potensial, kali ini juga bisa titik kebangkitannya bersama Milan.***

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA