#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Bandung United Ingin Persembahkan Kado Akhir yang Manis bagi Suporter dan Manajemen
17 October 2019 10:00 WIB
BANDUNG – Bandung United bukan lawan sepadan bagi Persita Tangerang. Perbedaan kedua tim ini bak bumi dan langit. Bandung United kini sedang terpuruk di lantai dasar klasemen Liga 2 2019 Wilayah Barat. Sebaliknya, Pendekar Cisadane berdiri gagah pada peringkat kedua.

Kedua tim bakal saling bentrok pada laga penutup penyisikan grup di Stadion Siliwangi, Kamis (17/10). Meski sudah tidak menentukan, Rezham Baskoro dan kawan-kawan tetap bertekad memberikan yang terbaik dalam laga nanti.

“Benar bahwa Persita dihuni pemain dan pelatih top berpengalaman di Liga 1, sedangkan kami dibentengi pemain muda miskin pengalaman. Tapi nyali kami tidak akan pernah ciut," kata pelatih Bandung United, Budiman Yunus, Rabu (16/10).


Baca Juga :
- Prediksi Persita versus Persik, Main Tenang Menjadi Kunci Kedua Tim
- Persita vs Persik, Duel Tim yang Pernah Berjaya di Era 2000-an

"Kami ingin memberi kado kemenangan buat bobotoh dan manajemen tim yang sudah mendukung habis-habisan perjalanan Bandung United di Liga 2. Laga terakhir adalah momen terpenting buat kami. Di sana lah kami harus membuktikan kualitas,” ucap Budiman di 1933 Dapur & Kopi Jalan Sulanjana, Bandung.

Status sebagai tim yang turun kasta ke Liga 3 musim depan, bagi Budiman, bukan alasan untuk kalah sebelum bertanding. “Terdegradasi bukan berarti tidak bisa menutup kompetisi dengan kemenangan," legenda Persib itu menambahkan.

Untuk mewujudkan impiannya, sekaligus kemenangan perdananya di kursi pelatih Bandung United, Budiman bakal menghamparkan perang terbuka. Menyerang demi menjebol jaring sang Pendekar.

"Berat memang mengalahkan Persita. Tapi kami sudah bertekad untuk ambil kemenangan. Pemain akan tampil all out karena tidak punya beban lagi. Yang ada di kepala kami adalah meraih kemenangan. Untuk saya bakal istimewa karena belum bisa beri kemenangan setelah mengganti posisi pelatih sebelumnya," Budiman menuturkan.

Sebaliknya, Persita pun dijangkiti hasrat yang sama. Tidak mau perjalanan prestasinya tersendat. Tidak ingin pendukungnya yang datang ke Bandung dengan 12 bus, kecewa. Di Siliwangi, Persita harus tetap injak gas dalam-dalam untuk menegaskan kehebatannya pada kompetisi kasta kedua Indonesia.

"Kami memang sudah lolos ke delapan besar. Tapi kami ke Bandung bukan untuk tur atau wisata, melainkan untuk bertanding. Makanya saya selalu menekankan kepada pemain bahwa setiap pertandingan adalah final. Mudah-mudahan kami bisa dapat poin di sini," ucap pelatih Persita, Widodo Cahyono Putro.


Baca Juga :
- Bandung United Ditantang Kabomania di Final Piala Soeratin Jabar
- Pelatih Persita Terapkan Metode Face to Face Menjelang Delapan Besar

Namun, Widodo meminta anak asuhnya tidak terlalu percaya diri karena drama sepak bola tidak pernah diketahui akhirnya. Bisa saja Bandung United bangkit dan justru memberi bala kepada timnya. Mantan striker timnas ini menilai dalam laga terakhir lawan Sriwijaya FC, meski kalah, Bandung United tampil bagus.

"Saya respek kepada Bandung United.  Di mana pun bermain, mereka  punya spirit. Artinya mereka pnya kekuatan dan tidak bisa diremehkan. Mereka punya potensi untuk mengalahkan rivalnya," ujar Widodo yang berpengalaman melatih tim papan atas Liga 1 macam Sriwijaya FC dan Bali United itu.*Dani Wihara

loading...

BERITA TERKAIT

news
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA