#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Edson Tavares: Persija Harus Melupakan Gelar Juara Kompetisi Musim Lalu
17 October 2019 11:13 WIB
BEKASI – Sempat ada angin segar ketika Marko Simic mencetak gol lewat titik penalti pada menit ke-16. Tiga poin kiranya akan diraih dengan mudah oleh Persija. Apalagi taktik pressing dengan memperketat lini tengah pada awal babak pertama, berhasil membuat Semen Padang FC (SPFC) sulit berkembang.

Skema 4-1-4-1 yang diterapkan pelatih Edson Tavares, sempat berjalan sesuai rencana. Setidaknya hingga setengah jam pertandingan. Namun, persoalan inkonsisten seakan terus menjadi momok menakutkan bagi pasukan Macan Kemayoran. Memasuki akhir babak pertama, sistem yang dijalankan Tavares mulai rusak.

Pelatih SPFC Eduardo Almeida, melihat hal ini sebagai celah. Ia mulai menemukan serum untuk memecah penguasaan bola Persija pada babak kedua. Bermain menunggu dengan menumpuk banyak pemain di depan kotak penalti sendiri, kemudian melancarkan serangan kilat dari sisi sayap, menjadi senjata mematikan.


Baca Juga :
- Update Hasil dan Klasemen Liga 1 2019, Jumat Malam
- Hujan 7 Gol di Bekasi, Taklukkan Persela, Persija Menjauh dari Degradasi

Pergantian pemain yang dilakukan Almeida pun lebih efektif. Terbukti, dua pemain pengganti, yakni Vendry Mofu dan Mariando Uropmabin, sukses merobek jala Shahar Ginanjar dan membawa SPFC meraih poin tiga. Pahitnya, gol kedua SPFC tercipta pada masa injury time yang berlangsung tujuh menit.

“Pada babak kedua secara total kami punya lebih banyak penguasaan bola, namun kami harus menerima kenyataan kalah. Saya pikir kami harus melupakan euforia juara musim lalu, bermain secara tim, dan berjuang keras agar tidak terdegradasi,” kata Tavares seusai pertandingan.

Setelah kekalahan ini, Persija harus kembali masuk ke jurang zona degradasi. Dengan poin 20, Persija terperosok ke posisi 16. Tavares mengatakan, hasil buruk dalam beberapa laga sebelumnya menjadi jadi penyebab mentalitas pemain terpengaruh. Bukan sebaliknya, mental mempengaruhi hasil.

“Saya kurang tahu pasti kalau ada masalah di mental pemain. Mungkin setelah menjadi juara, tim ini memulai musim dengan santai dan berpikir mereka bisa juara lagi. Tapi sepak bola tidak seperti itu,” kata Tavares. “Sepak bola itu harus selalu fokus setiap pertandingan dari segi kondisi fisik dan juga taktik.”

Pelatih asal Brasil tersebut mengajak seluruh elemen tim berbenah. Mencari solusi terbaik secepatnya dan bangkit bersama-sama. Menurutnya, secara tim tidak tampil terlalu buruk saat menghadapi SPFC. Yang menjadi persoalan akan sangat lebih buruk, kalau tim bermain buruk dan kalah.

Dan tidak mudah pastinya untuk bangkit, lantaran Persija harus menghadapi tiga laga tandang beruntun yang sangat berat, melawan PSM, PSS, dan Persib. “Setiap laga berjalan berat untuk kami. Tapi  kami harus menjalaninya. Ini adalah laga pertama saya. Dan ini situasi yang baru untuk saya,” lanjutnya.


Baca Juga :
- Menjamu Persela, Pelatih Persija Mengaku Anti Superstisi
- Walau Jeda Dua Pekan, Arema Tetap Tanpa Delapan Pilar saat Menjamu Persija

Sementara itu, SPFC akhirnya untuk kali pertama musim ini keluar dari zona degradasi. Kehadiran Almeida di kursi kepelatihan, memberikan dampak yang sangat signifikan bagi tim Kabau Sirah, julukan SPFC. Mereka kini naik lima setrip ke posisi 13 dengan perolehan 22 poin.

“Kami bermain di pertandingan yang sulit melawan tim besar. Kunci kemenangan ada di babak kedua. Kami mau menyerang dan melakukan pergantian strategi serangan balik, dan itu berbuah hasil. Permainan bagus dari kedua tim dan selamat untuk semuapemain,” ujar Almeida.*** Furqon Al Fauzi 

loading...

BERITA TERKAIT

news
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA