#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
INFOGRAFIS
Sering Cedera, Operan Neymar Ternyata Paling Berbahaya
17 October 2019 15:15 WIB
PARIS – Seusai Piala Dunia 2014 di negaranya, Brasil, Neymar Junior terbilang sangat sering cedera. Terkini, klubnya, Paris Saint Germain (PSG) tidak akan bisa diperkuat sang penyerang sayap sekitar empat minggu ke depan. Pemain termahal di dunia tersebut cedera hamstring tingkat 2 saat memperkuat tim nasional Brasil dalam laga uji coba melawan Nigeria di Singapura, Minggu (13/10) lalu.

Ini memperpanjang daftar pertandingan PSG  yang dilewatkan Neymar karena cedera. Sejak dibeli dari FC Barcelona dengan rekor transfer 222 juta euro pada 2017, winger 27 tahun ini tidak pernah melewati satu musim tanpa cedera. Belum genap tiga musim berkiprah di Parc Des Princes, Neymar sudah absen dalam 52 laga karena cedera. Bila ditotal sejak setelah Piala Dunia 2014, Neymar mengalami 19 cedera dengan absen sebanyak 89 pertandingan.

Absennya Neymar adalah kerugian besar bagi PSG. Bukan saja secara finansial terkait statusnya sebagai pemain termahal sekaligus pemain dengan gaji tertinggi di klub itu, tapi juga secara teknis. Pasalnya, Neymar salah satu pemain kunci Les Parisiens dan hampir selalu memberikan kontribusi besar saat berada di lapangan.


Baca Juga :
- Wasit Persipura Jadi Ofisial Keempat Final Piala Dunia U-17 2019 Meksiko Vs Brasil
- Messi Minta Pelatih Brasil Tutup Mulut, Thiago Silva Serang Balik

Pengaruh penting Neymar bagi PSG tergambar jelas di Ligue 1 musim ini. Dia selalu mencetak gol dalam empat dari lima laga yang telah dimainkan. Tiga di antaranya bahkan merupakan gol semata wayang Les Parisiens sekaligus penentu kemenangan atas RC Strasbourg, Olympique Lyon, dan Girondins Bordeaux.

Lebih dari itu, Neymar juga sering menjadi ancaman bagi pertahanan lawan melalui “operan-operan berbahaya” yang dilepaskannya. Ini adalah statistik baru yang dihitung untuk menganalisis performa tim dan pemain. “Operan berbahaya” adalah operan sukses yang berakhir di radius 30 meter dari gawang lawan.

Tujuan dari penghitungan statistik ini adalah untuk menandai operan-operan yang memungkinkan sebuah tim berada dalam posisi untuk menembak ke gawang. Radius 30 meter digunakan karena meliputi kotak penalti dan area di sekitarnya di mana banyak peluang emas diciptakan.

Dengan memakai statistik operan berbahaya, akan bisa lebih cepat mengambil kesimpulan terkait performa sebuah tim atau seorang pemain daripada memakai statistik tembakan. Sebab, jumlah operan dalam satu pertandingan selalu jauh lebih banyak daripada jumlah tembakan.

Sebuah tim yang sering menembus zona berbahaya, tapi buruk dalam penyelesaian akhir, memiliki peluang mencetak gol yang lebih besar daripada tim yang tidak mampu mencapai zona itu. Artinya, operan berbahaya memiliki korelasi kuat dengan statistik Ekspektasi Gol (xG).

Secara keseluruhan, PSG adalah tim yang terbanyak melepaskan operan berbahaya di Ligue 1 dalam dua musim terakhir. Les Parisiens bahkan menunjukkan peningkatan pesat dari rata-rata 18,00 operan berbahaya per laga musim lalu menjadi 23,33 operan berbahaya per laga musim ini.


Baca Juga :
- Jadwal Final Piala Dunia U-17 2019, Meksiko Vs Brasil
- Video: Penalti Pelan Messi Ditepis Alisson Becker, tapi Tetap Masuk

Keunggulan PSG dalam urusan melepaskan operan berbahaya tidak terlepas dari kepiawaian individu pemain mereka. Tercatat ada delapan pemain Les Parisiens yang masuk dalam daftar 20 pemain dengan operan berbahaya terbanyak di Ligue 1 musim ini. Mereka bahkan menguasai tiga posisi teratas.

Neymar menempati peringkat pertama dengan melepaskan rata-rata 5,21 operan berbahaya per pertandingan. Gelandang Marco Verratti membuntuti di peringkat kedua dengan 4,9 operan berbahaya per laga diikuti bek kiri Thomas Meunier di urutan ketiga dengan 3,94 operan berbahaya per laga.***RIJAL ALFURQON DARI BERBAGAI SUMBER

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA