#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Zarco: Saya Ambil Risiko Tinggalkan KTM
18 October 2019 13:05 WIB
MOTEGI – Mendapat kepercayaan untuk menggantikan Takaaki Nakagami dalam tiga putaran terakhir MotoGP 2019 berhasil mengembalikan motivasi Johann Zarco. Ya, pria asal Prancis itu akan menunggangi RC213V milik LCR Honda, yang dikenal sebagai salah satu motor kompetitif dalam kelas tertinggi. 

Setelah mengalami masa sulit bersama Red Bull KTM Racing hingga berujung pemutusan hubungan kerja sama, Zarco seolah kembali menemukan arah. Namun, ia tak boleh menyia-nyiakan kesempatan berharga ini. Berikut petikan wawancaranya dengan media asal negaranya, L’Equipe, belum lama ini:

Anda pernah membayangkan menyelesaikan musim ini bersama Honda?


Baca Juga :
- Cuaca Berangin, Sesi Kualifikasi MotoGP Australia Ditunda
- Zarco Gantikan Nakagami, Indikasi Honda Bakal Depak Lorenzo Menguat

Tentu tidak! Ketika KTM mengatakan bahwa Mika Kallio bakal menggantikan saya mulai Grand Prix (GP) Aragon, saya berpikir kehilangan enam lomba terakhir. Itu momen yang sulit, walau menjauh dari dunia ini bisa membuat saya lebih fokus dengan masa depan. Pada akhirnya, saya merindukan tiga putaran tahun ini (Aragon, Thailand dan Jepang).

Marc Marquez mendominasi kejuaraan dengan RC213V tapi motor tersebut dikenal sebagai salah satu yang sulit dikendarai. Jorge Lorenzo, Cal Crutchlow, dan Nakagami menyadari itu. Anda tak khawatir keputusan ini jadi berisiko?

Mereka tak menelepon saya untuk memenangi balapan terakhir, melainkan karena saya cukup bebas. Saya hanya berharap menemukan perasaan yang baik terhadap motor. Jika akhirnya tak dapat menggunakan paket ini, mereka akan memberi tahu. Itu berarti saya tak memiliki tempat di MotoGP. Mereka memberikan tiga lomba dan saya ingin menjalani dengan semaksimal mungkin. Saya mengambil risiko meninggalkan KTM karena saya tahu ada sesuatu yang harus dicari. Saya harus melakukan itu.

Apakah mereka mengisyaratkan peluang untuk Anda berada di Honda di masa depan jika Lorenzo mengakhiri kariernya?

Tidak! Mereka mengatakan kepada saya agar jangan berpikir negatif. Saya sepenuhnya menyadari kenyataan, bahkan jika kita berpikir, tiga putaran itu merupakan sebuah tes. Saya merasa senang mendapatkan kesempatan ini dan tak sabar untuk segera menuju Australia.

Australia bukan lomba yang mudah dengan RC213V, meski Anda memiliki catatan bagus pada tahun-tahun sebelumnya. Apa target Anda di sana?

Melakukan pekerjaan yang terbaik, menunjukkan sikap positif. Saya akan menekan karena di MotoGP Anda tak bisa melakukan segala hal setengah-setengah. Terutama di trek seperti Phillip Island yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Jadi, saya akan berusaha memanfaatkan motor dengan sebaik-baiknya.

Dengan menerima penawaran Honda, apakah Anda tak khawatir dengan tawaran Yamaha karena mereka lebih dulu mengajukan proposal agar Anda menjadi pembalap penguji, tahun depan?

Pintu (untuk ke) Yamaha sudah tertutup. Honda dan Yamaha adalah rival abadi dan saya te;ah berbicara kepada mereka semua. Saya membuat pilihan ini dengan kesadaran penuh.


Baca Juga :
- Syahrin: Moto2 Bukan Kelas Baru Bagi Saya
- Zarco: KTM Tak Memberi Saya Kepercayaan

Anda tak khawatir dengan tekanan yang melekat pada pilihan tersebut kelak menjadi kontraproduktif?

Saya tidak khawatir, malah memberikan tekanan adrenalin yang bagus.*MUHAMAD FADLI RAMADAN DARI BERBAGAI SUMBER

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA