#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Indonesia Kalahkan Malaysia
18 October 2019 13:04 WIB
BOGOR – Tim tuan rumah meraih sukses dalam Indonesian Golf Tour (IGT)-Professional Golf of Malaysia (PGM) Championship 2019. Tampil di Gunung Geulis Golf Club, Bogor, Jawa Barat, 15-17 Oktober, Indonesia berhasil menekuk Negeri Jiran dengan skor 15½ - 12½.

Kemenanangan ini sekaligus membalas kekalahan, tahun lalu. Ketika itu, Indonesia yang bertandang ke Malaysia harus puas pulang dengan tangan hampa usai kalah dengan skor 13-15. Kapten IGT, Jubilant Harmidy, mengatakan semua pemain Merah Putih tampil luar biasa.

Terutama saat bermain dalam partai single. Pria yang biasa disapa Teddy itu juga memuji kiprah pemain muda. Meski berhadapan dengan pemain Malaysia yang notabene memiliki pengalaman lebih, pegolf muda Tanah Air dapat bersaing dan menunjukkan kualitas.


Baca Juga :
- Indonesia Paceklik Emas 28 Tahun, Vietnam Lebih Parah, 60 Tahun!
- Perolehan Medali SEA Games Filipina: Indonesia Kukuh di Posisi Kedua Tinggalkan Malaysia dan Vietnam

“Komposisi pemain kami kali ini juga lebih kuat, di samping persiapan cukup baik. Pemain tampil sesuai game plan. Salah satu tujuan kami adalah memberi kesempatan pemain muda seperti Kentaro Nanayama yang masih 16 tahun. Pemain amatir kami juga berpotensi,” kata Teddy.

Kemenangan tuan rumah, kali ini, memang ditentukan Kentaro yang mengalahkan Razli bin Yahya di hole 16. Ketika itu, Merah Putih hanya membutuhkan satu poin tambahan. Untuk diketahui, pada hari terakhir atau kemarin, mempertandingkan partai single yang memperebutkan 12 poin.

Merah Putih meraih poin pertama melalui Andrew Wirawan yang mengalahkan Kemarol Baharin dengan skor 6-5 (6 up dengan lima hole tersisa). Namun, Malaysia mampu menyamai perolehan angka melalui Sukree Othman yang menundukkan Adrian Halimi dengan 5-4.

Empat pertandingan selanjutnya menjadi milik Indonesia, masing-masing disumbangkan George Gandranata, Danny Masrin, Naraajie E.R. Putra (amatir), dan Elki Kow. Indonesia memimpin 13-9. Kemudian, Jonathan Wijono (amatir) berbagi angka dengan Nicholas Fung (Malaysia).

Indonesia hanya butuh satu poin untuk memastikan trofi hingga Kentaro Nanayama (amatir) menutup langkah Malaysia usai menundukkan Razli dengan 3-2. Adapun dari tiga pertandingan tersisa, Indonesia menambah satu poin melalui Almay Rayhan Yaquta (amatir) hingga skor akhir 15½ - 12½.

“Penampilan para pegolf Indonesia pada partai single sangat memuaskan. Kami bisa mengambil tujuh dari single. Itu luar biasa bagi saya dan apresiasi tinggi bagi pemain. Namun, itu juga merupakan taktik kami agar bisa meraih poin pada nomor-nomor awal pertandingan single,” ujar Teddy.

Yang juga tak kalah penting, Teddy menganggap turnamen seperti IGT-PGM Championship 2019 bagus untuk mengasah mental pemain. Sekadar informasi, ajang ini menggunakan format match play sehingga pemain dituntut untuk lebih berani dan itu bagus untuk mereka.  


Baca Juga :
- Indonesia Lolos ke Final SEA Games untuk Ketujuh Kalinya
- Sudah Jumatan 3 Kali di Filipina, Indra Sjafri Berdoa Indonesia Emas di SEA Games 2019

IGT-PGM Championship 2019 menggunakan format match play seperti Piala Ryder. Ada tiga jenis pertandingan yang digelar selama tiga hari turnamen: foursome, fourball, dan single. Dua hari pertama (15-16 Oktober), mempertandingkan empat pertandingan foursome (pagi) dan empat fourball (siang).

Pada hari terakhir, nomor single menampilkan 12 pertandingan. Total selama tiga hari tersebut adalah 28 dan memperebutkan 28 poin. “Seorang pegolf harus memiliki mental yang kuat. Turnamen ini pun adalah platform yang baik sebab pegolf bisa melatih keberanian,” Teddy menuturkan.*MUHAMMAD RAMDAN

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA