#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Milomir Seslija Menyebut Dua Alasan Arema Kalah Telak dari PSM
18 October 2019 15:00 WIB
MAKASSAR – Pelatih kepala Arema FC, Milomir Selsija masih berkilah terkait kekalahan memalukan timnya 2-6 di tangan tuan rumah PSM Makassar, Rabu (16/10) malam lalu di Stadion Mattoangin. Menurutnya, kekalahan disebabkan jadwal mendadak dan absennya enam pemainnya.

Pada laga pekan ke-21 Kompetisi Liga 1 2019 di Stadion Andi Mattalatta Makassar itu, pada babak pertama timnya tertinggal 1-3. Kemudian pada 45 menit kedua tuan rumah membobol gawang Kurniawan Kartika Ajie dengan tiga gol.

"Saya tidak ingin pemain terlalu lama meratapi kekalahan telak dari PSM Makassar. Tim harus kembali bangkit dan lebih fight melawan Persipura Jayapura, 20 Oktober mendatang di Tenggarong. Di Makassar memang harus kami akui lawan lebih agresif dan bertenaga, tapi tidak dengan Arema,” kata Milo, sapaan Seslija, Kamis (17/10).


Baca Juga :
- Persebaya Taklukkan PSM 3-2
- Jadwal Siaran Langsung Liga 1 2019, Kamis 14 November

Menurutnya ada faktor utama yang jadi alsan timnya kalah sebesar itu selain pemain banyak melakukan kesalahan. “Pertama,  rilis jadwal lawan PSM hanya satu hari sebelum tim ke Makassar, jadi H-1 baru bisa ke Makassar, itu tak cukup untuk buat pemain fresh,” Milo mengungkapkan.

Kedua menurutnya ada lima pilar yang absen. “Terutama lini pertahanan macam Hamka Hamzah dan Agil Munawar. Bahkan, Arthur Cunha dan Johan Alfarizi belum 100 persen pulih. Jadi lini belakang kami keropos mudah ditembus lawan," pelatih asal Bosnia Herzegovina itu menambahkan.

Namun, Milo sadar sudah memberikan kemenangan enam gol terlalu mudah kepada PSM. “Semua enam gol PSM lahir dari proses yang tidak penting dan kesalahan pemain, khususnya lini belakang. Terutama babak pertama. Tidak bagus untuk Arema, ada tiga gol karena pemain kehilangan fokus dan ada penalti,” ujarnya.

Arema menurut Milo tidak pernah bermain seperti itu, hilang fokus dan konsentrasi, serta fisik tidak mendukung. “Melawan PSM pemain banyak lakukan kesalahan, dan hasilnya kami harus kalah sebesar itu," Milo mengungkapkan.

Selanjutnya melawan Persipura di Tenggarong, Arema kembali harus kehilangan dua pilar pentingnya. Dedik Setiawan dan Johan Alfarizi tidak ikut ke Tenggarong, dan harus pulang ke Malang karena dibekap cedera kaki kambuhan.

Sebagai gantinya, dua pemain timnas Indonesia, Dendi Santoso, dan Hanif Syahbandi, bergabung dengan tim di Tenggarong. Termasuk Nasir juga bertolak dari Malang.


Baca Juga :
- Aji Akan Kembalikan Filosofi Bermain Persebaya seperti Era Pertengahan 1990-an
- Menjamu PSM dalam Laga Usiran di Balikpapan, Persebaya Bisa Diperkuat David Da Silva dan Irfan Jaya

Di sisi lain kekalahan besar dari Juku Eja juga menjadi catatan buruk Arema. Itu merupakan kali keenam Singo Edan kalah dengan kebobolan enam gol di kandang lawan sejak berdiri tahun 1987.  Sebelumya, takluk 1-6 dari Bali United pada Liga 1 2017 dan babak belur 0-6 di tangan Jeonbuk Hyundai Motors pada AFC Champions League 2011 Grup G.

Kemudian, Persipura Jayapura pernah dua kali menyungkurkan Arema FC pada Liga Indonesia (Ligina) 2011 dengan 6-1 dan Ligina 2003 dengan telak 6-0. Jauh sebelumnya, Arema pernah tunduk 1-6 dari Persebaya Surabaya pada Ligina 1997/98.*Noval Luthfianto

loading...

BERITA TERKAIT

news
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA