#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Barito Putera Kena Imbas Meningkatnya Performa Semen Padang
18 October 2019 10:13 WIB
MARTAPURA – Efek performa Semen Pandang yang semakin impresif, Barito Putra kena imbasnya. Bahkan Laskar Antasari dalam posisi gawat. Lubang degradasi di hadapannya semakin membesar dan setiap saat bisa menjerumuskannya.

"Semua calon terdegradasi pasti terjepit dengan melejitnya Semen Padang. Membuat persaingan papan bawah makin keras dan sengit. Saling intai untuk bisa berkelit dari rivalnya saat jalani pertandingan," kata Djadjang Nurdjaman, Kamis (17/10).

Satu-satunya opsi yang ada, menurut pelatih Laskar Antasari itu, timnya harus kembali ke jalur kemenangan. Mereka harus terus mengoleksi poin sempurna dalam sisa kompetisi Liga 1 2019. Kesempatan itu terbuka saat menjamu Perseru Badak Lampung Jumat (18/10) di Stadion Demang Lehman, Martapura.


Baca Juga :
- Update Hasil dan Klasemen Liga 1 2019, Kamis Malam
- Dalam Tren Positif, Barito Bidik Kemenangan di Kandang Persib

"Kami tidak boleh terpeleset lagi. Enggak boleh main imbang seperti laga terakhir. Bagaimana ceritanya harus menang dari Perseru. Apalagi main di depan publik sendiri. Saya sudah tegaskan kepada pemain tidak boleh ada hasil di luar kemenangan," ujar Djanur, sapaan akrabnya kepada TopSkor.

Mantan pelatih Persib Bandung itu optimistis bisa menundukkan seterunya. Sekalipun satu pemain utamanya Risky Pora tidak bisa tampil karena cedera hamstring.Ia masih punya pemain lain yang diakuinya bisa menggantikan peran Risky.

"Absennya Risky tidak akan mengubah struktur kekuatan Barito karena masih ada pengganti lainnya yang juga tidak kalah kualitas. Bisa mendarahi permainan dan berkontribusi positif," ujar pria kelahiran Majalengka 60 tahun silam itu.

Optimisme Djanur lainnya adalah skuatnya sedang on fire. Motivasinya pun  tengah tinggi-tingginya. Mereka sudah bersepakat, membuat rivalnya tidak bisa berkembang dan harus kalah dalam permainan dan skor pertandingan. Dengan kata lain, Stadion Demang Lehman, bukan tempat yang bersahabat buat rival.

"Kami ingin secepatnya meninggalkan zona merah seperti yang dilakukan Semen Padang. Makanya laga terdekat atau yang dijalani harus berakhir duka buat lawan. Itu misi Barito pascalibur kompetisi ini," ujar pria yang juga pernah melatih Persebaya itu.

Sebaliknya Laskar Saburai datang dengan kondisi pincang. Tidak ada duo Brasil yakni, Fernandiho dan Marcus Vinicius Vidal Cunha dalam 18 pemain yang diboyong Milan Petrovic. Fernandinho terganjal akumulasi kartu. Sementara Vidal dibekap cedera. Tapi hasrat meraih poin tetap menggelora.

"Benar ada pemain kami yang tidak bisa tampil karena akumulasi kartu. Tapi ada jeda kompetisi yang panjang membuat pemain fresh dan persiapan tim sangat bagus. Maka itu kami datang ke sini untuk mencuri angka," ucap Petrovic.


Baca Juga :
- Menjamu Barito, Lagi-lagi Persib Tanpa Ezechiel N'Douassel
- Kalteng Putra KIan Percaya Diri hadapi Semen Padang dan Tira Persikabo

Posisi 10 ke bawah di tengah kompetisi yang ketat, menurut pria berpaspor Slovenia itu, sangat rawan. Bakal menjadi bala jika kalah. "Setiap pertandingan penting dan strategis. Setiap match harus diakhiri dengan keberhasilan tim meraih angka. Itu yang akan kami upayakan di sini. Mental dan strategi sudah siap," ujarnya.*Dani Wihara

 

loading...

BERITA TERKAIT

news
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA