#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Misi Kembali ke Jalur Scudetto
19 October 2019 12:56 WIB
NAPOLI – Terlalu banyak poin yang dibuang SSC Napoli dalam tiga pekan terakhir Seri A, membuat mereka tercecer dalam persaingan scudetto. Tim asuhan Carlo Ancelotti harus segera memperbaiki performa untuk kembali bersaing, dimulai dari pertandingan versus Hellas Verona FC di San Paolo, Sabtu (19/10). Dalam situasi ini, ketajaman para penyerang sangat dibutuhkan.

“Keinginan berjuang untuk scudetto masih ada hingga akhir,” kata Ancelotti. “Kritik terlalu mengada-ada. Tidak boleh ada drama terkait hasil. Kalau kita menilai perjalanan ada beberapa hal yang bagus. Mengubah sesuatu di lini depan tidak berarti kehilangan identitas, tapi mengadopsi balasan yang tepat berdasarkan karakteristik lawan. Kami akan main berbeda dibandingkan laga lawan Torino karena Hellas berbeda,” ucapnya.

Hasil imbang 0-0 versus Torino FC sebelum jeda internasional, menggambarkan betapa tumpul lini depan Napoli saat ini. Itu adalah kali kedua mereka gagal menjebol gawang lawan dalam tiga laga terakhir di Seri A, setelah takluk 0-1 oleh Cagliari Calcio. Jika ditambah skor kacamata melawan KRC Genk di Liga Champions, masalah produktivitas kian terasa.


Baca Juga :
- Ada 12 Lembaran Rahasia di Kontrak Gattuso
- Gattuso Bertolak dengan Skema Ini

Ini bukan soal kualitas permainan. Napoli tetap mampu menampilkan sepak bola ofensif yang jadi ciri khas mereka pada setiap laga, tapi penyelesaian akhir sungguh buruk. Tak ada gunanya membuat banyak peluang di area lawan jika gagal mengubah umpan jadi gol. Bukan sekali-dua kali hal itu terjadi. Bahkan saat memetik kemenangan pun, gol tercipta pasca serangkaian kesalahan di depan gawang.

Dominasi penting, tapi efektivitas dan efisiensi juga dibutuhkan. Terkadang, perlu mengorbankan permainan indah untuk mencapai kemenangan. Inilah ciri tim juara, mampu meraih hasil maksimal dalam kondisi sesulit apapun. Napoli harus mulai belajar meraih “kemenangan buruk”, terutama menghadapi lawan yang bertahan total. Gol harus dicetak dengan segala cara.

Kemudian, mentalitas pemain juga perlu ditingkatkan. Para pemain I Partenopei kerap kesulitan jika situasi tak berjalan sesuai harapan, terutama kapten Lorenzo Insigne. Dia bisa jadi mimpi buruk lawan ketika berada di puncak performa, tapi tak jarang “menghilang” dari lapangan bila kehabisan ide. Wajar bila dia jadi sasaran kritik tifosi dan mulai sering dicadangkan Ancelotti. Tapi, alih-alih terpuruk, itu seharusnya dijadikan pelecut semangat.

Beberapa hari lalu, dia sudah bertemu dengan pelatih Ancelotti soal masa depan. Dan, ada harapan membuka lembar baru yang lebih segar. Sekarang, tergantung Insigne bagaimana memanfaatkan kepercayaan tersebut.

Pertemuan dengan I Partenopei menghadirkan kenangan indah untuk Darko Lazovic. Gol terakhirnya di Seri A disarangkan ke gawang skuat Ancelotti di San Paolo, April lalu. Tapi saat itu statusnya adalah awak Genoa CFC.

Lazovic akan jadi elemen penting di barisan tengah bersama Miguel Veloso, Sofyan Amrabat dan Davide Faraoni. Sementara pelatih Ivan Juric menekankan, “Untuk mendapat hasil positif lawan Napoli, kami harus memberikan segalanya 100 persen. Napoli adalah skuat yang sangat tangguh.”* 

 

NAPOLI (4-4-2) : 1 Meret; 22 Di Lorenzo, 44 Manolas, 26 Koulibaly, 31 Ghoulam; 7 Callejon, 5 Allan, 8 Ruiz, 24 Insigne; 14 Mertens, 99 Milik;
Cadangan: 25 Ospina, 13 Luperto, 2 Malcuit, 12 Elmas, 20 Zielinski, 11 Lozano, 9 Llorente;
Pelatih: Carlo Ancelotti

VERONA (3-4-2-1) : 1 Silvestri; 13 Rrahmani, 24 Kumbula, 21 Gunter; 5 Faraoni, 34 Amrabat, 4 Veloso, 88 Lazovic; 32 Pessina, 14 Verre; 9 Stepinski;
Cadangan: 22 Berardi, 15 Bocchetti, 98 Adjapong, 8 Henderson, 29 Salcedo, 20 Zaccagni, 10 Di Carmine;
Pelatih: Ivan Juric


Baca Juga :
- Napoli Menyongsong Era Baru
- I Partenopei Harus Memulihkan Moril

 

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA