#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Era Pioli pun Dimulai
20 October 2019 11:04 WIB
MILAN – Puluhan ribu tifosi di Stadio San Siro akan jadi saksi era baru AC Milan bersama Stefano Pioli. Mereka ingin tahu apakah pria 53 tahun itu itu benar-benar pelatih yang tepat untuk menghapus jejak negatif Marco Giampaolo. Tiga poin jadi tuntutan mutlak ketika I Rossoneri menyambut tim promosi US Lecce, Minggu (20/10) malam atau Senin dini hari WIB.

Pioli baru sepekan menjabat allenatore Milan, belum punya banyak kesempatan meracik tim. Namun, dia paham bahwa menangani tim besar selalu disertai ekspektasi tinggi. Tak ada waktu untuk menunggu, hasil mesti diperoleh secara instan. Oleh karena itu, dia bekerja keras sepanjang jeda internasional kemarin untuk menanamkan filosofi dan taktik kepada para pemain.

Satu hal yang yang dipelajari Pioli dari kegagalan Giampaolo adalah soal penerapan formasi. Pelatih terdahulu terlalu memaksakan skema 4-3-1-2  yang jadi ciri khasnya, bahkan sampai mengubah posisi natural para pemain. Akibatnya tim jadi kehilangan identitas di lapangan, tak tahu apa yang harus dilakukan. Ketika memutuskan kembali kepada 4-3-3, semua sudah terlambat.


Baca Juga :
- Conte Mencari Gelandang Level Menengah
- Milan Masih Fluktuatif

Jadi Pioli ingin mengutamakan kesederhanaan. Tak perlu penjelasan taktik yang rumit, cukup menggunakan skema yang paling sesuai dengan materi tim. Misalnya, pola 4-3-3 sudah jadi identitas Milan, tinggal memasang para pemain terbaik di setiap posisi. Jangan ada lagi kasus seperti Fabio Borini yang tampil sebagai gelandang, atau Samu Castillejo di posisi striker, itu jelas merusak organisasi permainan.

Dalam 4-3-3 ala Pioli, semua diberi peran natural. Lucas Paqueta, yang belakangan bermain terlalu dalam, siap diberi kebebasan menusuk ke depan sebagai mezzala. Ante Rebic juga akan dimaksimalkan sebagai winger kiri yang punya kecenderungan memotong ke kotak penalti. Sejak bergabung dari Eintracht Frankfurt, pemain asal Kroasia itu sangat sedikit diberi kesempatan mengekspresikan diri.

Kemudian, yang tak kalah penting adalah menemukan striker utama. Jika pertanyaan ini terlontar musim lalu, jawabannya sudah pasti Krzysztof Piatek. Namun, sejak bomber asal Polandia itu mengalami krisis, Milan butuh energi baru. Di sinilah kesempatan Rafael Leao untuk unjuk gigi. Penyerang muda itu tampil impresif dalam beberapa laga terakhir, kerap jadi sinar terang di tengah kemuraman I Rossoneri. Kekurangannya di aspek pengalaman bisa ditutupi teknik dan kecepatan olah bola, jadi elemen tak terduga di lini depan Milan.

Peluang Pioli untuk mencatat kemenangan di laga debut cukup terbuka, mengingat Lecce juga sedang mengalami kesulitan. Tim asuhan Fabio Liverani hanya menang dua kali dalam 7 laga Seri A, kebobolan 15 gol, dan saat ini berada di zona degradasi. Kemudian juga ada faktor San Siro, di mana Lecce cuma mampu memetik satu kemenangan dalam 30 kunjungan, dengan delapan terakhir berakhir kekalahan.* Dari berbagai sumber

 


Baca Juga :
- Update Hasil dan Klasemen Liga Italia Serie A, Senin Dini Hari WIB
- Duet Lukaku-Lautaro Tak Berkutik, Barella Muncul sebagai Penentu Kemenangan

MILAN (4-3-3) : 99 Donnarumma; 12 Conti, 22 Musacchio, 13 Romagnoli, 19 Hernandez; 79 Kessie, 20 Biglia, 39 Paqueta; 8 Suso, 17 Leao, 18 Rebic;
Cadangan: 25 Reina, 43 Duarte, 68 Rodriguez, 4 Bennacer, 10 Calhanoglu, 5 Bonaventura, 9 Piatek;
Pelatih: Stefano Pioli

LECCE (4-3-1-2) : 21 Gabriel; 29 Rispoli, 5 Lucioni, 13 Rossettini, 27 Calderoni; 4 Petriccione, 77 Tachtsidis, 37 Majer; 8 Mancosu; 10 Falco, 30 Babacar;
Cadangan: 22 Vigorito, 3 Vera, 39 Dell’Orco, 16 Meccariello, 11 Shakhov, 32 Lo Faso, 9 Lapadula;
Pelatih: Fabio Liverani

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA