#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Gagal Menang Dua Kali Beruntun, Situasi Die Bayern Panas Lagi
21 October 2019 13:15 WIB
AUGSBURG – Kondisi tidak kondusif kembali menerpa FC Bayern Muenchen. Hasil imbang 2-2 yang ditorehkan Die Bayern saat dijamu FC Augsburg pada laga pekan kedelapan Bundesliga di WWK Arena, Sabtu (19/10), membuat situasi kembali memanas. 

Hasil di WWK Arena itu juga membuat Muenchen gagal menang dalam dua laga beruntun di Bundesliga setelah sebelumnya kalah 1-2 dari TSG Hoffenheim. Ini kali pertama Die Bayern tanpa kemenangan dalam dua laga beruntun di ajang ini sejak November 2018 saat mereka ditahan SC Freiburg dan Fortuna Duesseldorf serta kalah dari Borussia Dortmund.

Dua hasil minus tersebut membuat Muenchen tertahan di peringkat ketiga klasemen Bundesliga dengan 15 poin. Ini poin terendah yang diraih The Bavarians hingga pekan kedelapan Bundesliga dalam sembilan tahun terakhir. Catatan terburuk Die Bayern sebelumnya di kompetisi elite Jerman itu pada fase ini adalah 11 poin yang dibuat pada 2010/11.


Baca Juga :
- Rata-rata Gol Winger Muda Jerman Ini Hanya Kalah dari Gerd Mueller
- Buruknya Performa Dortmund Ternyata Disebabkan Hal-hal Ini

Melawan Augsburg, Muenchen langsung kebobolan oleh gol Marco Richter saat laga baru berjalan 28 detik sebelum menyamakan skor lewat gol Robert Lewandowski. Dengan begitu, striker 31 tahun itu selalu mencetak gol dalam delapan laga pertama Bundesliga. Dia menyamai rekor yang dibuat Pierre Emerick Aubameyang pada 2015/16 bersama Dortmund.

Muenchen lalu berbalik unggul di babak kedua lewat gol Serge Gnabry. Tapi, gol yang dicetak Alfredh Finnbogason pada injury time membuat Die Bayern harus puas membawa pulang satu poin.

Seusai pertandingan, para petinggi Muenchen termasuk CEO Karl Heinz Rummenigge dan Presiden Uli Hoeness tampak masuk ke ruang ganti. Tidak lama kemudian mereka keluar dengan wajah muram. Sikap diam para petinggi ini bisa diartikan sebagai sinyal bahaya buat pelatih Niko Kovac.

Pelatih asal Kroasia itu sendiri kecewa dengan penampilan timnya. “Kami sempat mendapatkan lima peluang emas, 100 persen. Sebaliknya, kami kebobolan dua gol dari dua tembakan ke gawang. Itu tak seharusnya terjadi. Itu menjengkelkan saya,” katanya.

Kekecewaan serupa diungkapkan kiper sekaligus kapten Manuel Neuer. “Hanya empat kemenangan dari delapan laga. Itu tidak cukup buat kami,” katanya. “Jika kebobolan hanya beberapa detik setelah kick-off dan beberapa saat jelang bubaran, berarti ada yang salah dengan pikiran Anda.”

Masalah Muenchen tidak berhenti sampai di situ. Mereka juga dipastikan kehilangan bek tengah Niklas Suele untuk waktu yang lama. Pemain 24 tahun ini ditarik keluar pada menit ke-12 karena cedera lutut serius. Kondisi itu memaksanya menjalani operasi, Minggu (20/10).


Baca Juga :
- Kapten Frankfurt Terancam Sanksi Berat
- Penyerang Muenchen Ini Harus Selalu Dimainkan

“Cedera yang dialami Niklas Suele jauh lebih buruk daripada kegagalan kami meraih kemenangan. Kondisinya terlihat tidak bagus. Kami masih harus menunggu untuk mengetahui seperti apa kondisi. Kami mengharapkan yang terbaik,” ucap Kovac.

Absennya Suele adalah kerugian besar buat Muenchen karena dia adalah pilihan utama di jantung pertahanan dalam dua setengah musim terakhir. Tapi, Kovac masih punya beberapa bek tengah yang tak kalah berkualitas seperti Lucas Hernandez, Benjamin Pavard, dan Jerome Boateng. Bek tengah 19 tahun, Lukas Mai, serta gelandang bertahan Javi Martinez, juga bisa menjadi opsi tambahan bagi Kovac.*RIJAL ALFURQON DARI BERBAGAI SUMBER

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA