#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Duel Barito vs PSIS, Tekad Perpanjang Tren Positif
22 October 2019 10:43 WIB
BANJARMASIN - Komposisi penghuni papan bawah kompetisi Liga 1 masih fluktuatif. Pasalnya perbedaan poin antarkontestan sangat tipis. Setiap saat bisa terjadi perubahan. Bisa merangkak naik atau terjerembab ke zona degradasi.

Itu yang ada dalam pikiran Djadjang Nurdjaman. Karena itu, pelatih Barito Putera itu enggan berbicara soal klasemen. Pria yang akrab disapa Djanur ini lebih semangat melihat pergerakan timnya di setiap laga wajibnya. Terutama saat menjamu  PSIS Semarang di Stadion Demang Lehman, Martapura, Banjarmasin, Selasa (22/10).

“Saya inginkannya kami kembali meraih kemenangan saat menjamu PSIS. Di kandang sendiri, dan di depan pendukung fanatik, kemenangan harus dihamparkan. Itu wajib hukumnya. Apalagi persaingan di papan bawah sangat ketat. Menang berpeluang jauhi zona merah. Kalah malah sebaliknya,” kata Djanur.


Baca Juga :
- Belum Puas Gilas Sri Lanka 8-0, Pelatih Tim Pelajar U-18 Indonesia Akan Rotasi Pemain Hadapi Korsel
- Stok Masih Ada, Suporter Timnas Indonesia Bisa Beli Tiket Lawan Malaysia Langsung

Memperpanjang tren positif menjadi target Laskar Antasari. Mereka harus terus melebarkan jangkauan dari rivalnya. Lalu, perlahan tapi pasti terus merapat ke peringkat ke-12 lewat tambahan tiga angka dari tim berjuluk Mahesa Jenar, petang nanti. Keuntungan posisi tuan rumah harus dimaksimalkan.

“Menang lagi kami bisa sedikit melepas beban. Skenarionya memang seperti itu. Dua laga kandang diambil dari Perseru dan PSIS. Kami sudah mengawali dengan hasil positif, sudah seharusnya kembali menang. Setelah itu jangan kehilangan poin saat tandang,” kata Djanur bertutur pada wartawan.

Tapi tidak ada yang mudah bagi Laskar Antasari. Melawan Mahesa Jenar di depan publiknya bukan perkara gampang. Skuat Bambang Nurdiansyah itu tengah on fire. Pekan lalu, di kandangnya Persela Lamongan, gol tunggal Hary Nur Haryanto menumbangkan Laskar Joko Tingkir. Spirit itu pasti dibawa ke Demang Lehman.

Mereka ingin membuktikan kemenangan atas Persela bukan sebuah kebetulan. Tapi dirancang untuk mengembalikan nama besarnya. Orkestra sepak bolanya sangat berbahaya. Cepat menyerang tapi sulit dibongkar benteng pertahanannya.

“Main tandang performa PSIS sering mengejutkan. Persela yang lagi bangkit pun dikalahkan di kandangnya. Mental mereka sangat bagus saat lawan kami. Tapi kami tidak boleh takut dengan mereka,” ujar Djanur.

Menurutnya, Barito harus kerja keras dan punya fighting spirit tinggi menghadapi PSIS. “Kami sudah bangkit dan berada di jalan yang benar. Jadi harus menang agar bisa menatap laga selanjutnya dengan sikap optimistis,” ujar mantan pelatih Persib dan Persebaya itu.

Ulangi kemenangan. Itu yang diusung Banur, sapaan Bambang Nurdiansyah, di Demang Lehman. Modalnya kemenangan dari Persela. Sekaligus dia ingin terus memperbaiki posisi PSIS di klasemen sementara. Tambahan tiga angka membuat beban mental anak asuhnya sedikit berkurang.

“Kalau bicara target harus on the top. Jadi saya berambisi meraih nilai sempurna di laga besok (hari ini) lawan Barito. Kalau tidak tercapai, satu poin pun alhamdulillah. Yang jelas saya ingin mengulangi kemenangan yang kemarin diraih pemain,” ucap Banur.


Baca Juga :
- Jadwal Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia, Selasa 19 November 2019
- Jangan Salah Tempat, ini Tribune Buat Suporter Timnas Indonesia di Bukit Jalil

Itu cara Mahesa Jenar berkelit dari posisi sulit. Tidak mau dikudeta rivalnya. Tidak mau terhempas dan terperangkap di zona merah. “Saya memotivasi pemain untuk terbiasa dalam tekanan. Termasuk tekanan suporter fanatik Barito. Jadi kami adu kencang saja. Fight dan maksimal, meski tampil sebagai tamu,” ucap Banur.***DANI WIHARA

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA