#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Sempat Berjibaku dengan Cedera Pinggul, Murray Pede Tatap Musim Depan
22 October 2019 13:15 WIB
ANTWERPEN – Perlahan tapi pasti, Andy Murray, kembali menemukan kepercayaan diri. Petenis asal Inggris itu meraih gelar juara ATP 250 Eropa Terbuka di Antwerpen, Belgia, 20 Oktober lalu. Prestasi ini spesial untuk Murray karena diraih setelah sempat mengalami masa sulit.

Murray meraih trofi setelah berjibaku dengan cedera pinggul. Bahkan, 11 Januari atau dalam konferensi pers jelang Australia Terbuka, mantan petenis nomor satu dunia tersebut seperti pasrah dengan keadaan. Ia merasakan sakit hingga tak bisa melakukan banyak aktivitas fisik.

Berbagai cara dilakukan, termasuk operasi pelapisan pinggul tak lama setelah Australia Terbuka. Perlahan, kondisi suami Kim Sears itu membaik. Namun, 7 Maret lalu, Murray mengaku tak lagi merasakan sakit. Ia kembali menata karier dengan dengan turun pada nomor ganda putra.


Baca Juga :
- Sadio Mane Cedera, Liverpool Tak Tersentuh 40 Pertandingan
- Air Mata ACL ke-15 Zaniolo untuk Roma

Tepatnya dalam Queen’s Club Championship bersama Feliciano Lopez, 17-23 Juni lalu. Setelah itu, Murray memberanikan diri bermain pada sektor tunggal dengan turun dalam Cincinnati Masters, 12-18 Agustus lalu. Hasilnya tak sesuai ekspetasi karena tersingkir di laga perdana.

Perjuangannya berlanjut dengan mengikuti beberapa turnamen. Akhirnya, penantian petenis 32 tahun itu berkhir dalam Eropa Terbuka. Bahkan, Murray terlihat emosional saat mengakhiri pertandingan dengan kemenangan. Sambil berlinang air mata, ia bercerita soal perjuangannya.

“Saya hanya ingin mencoba dan bersaing secara kompetitif, tak ingin dihancurkan lawan saat berada di lapangan. Saya berusaha membuat lawan kesulitan dan bersaing sebaik mungkin. Pinggul dalam keadaan baik, tak ada rasa sakit. Ini memungkinkan saya terus bersaing,” kata Murray.

Kemenangan di Antwerp meningkatkan motivasi Murray untuk kembali masuk jajaran top dunia. Petenis yang melakoni debut profesional, 2005, itu pun optimistis lebih baik, musim depan. Murray akan memulai 2020 di Australia Terbuka. Untuk sisa musim ini, ia akan turun di Piala Davis.

“Saya tak berpikir akan memenangi turnamen atau bisa mengalahkan pemain seperti Stan (Wawrinka) dan yang lain. Saya hanya ingin kompetitif. Tapi, ini (juara) mengejutkan saya dan tim. Ini salah satu kemenangan terbesar yang saya miliki setelah semua yang terjadi,” Murray menuturkan.

Dalam perjalanan meraih gelar di Antwerpen, Murray menyingkirkan sejumlah petenis kenamaan, termasuk Stan Wawrinka di final, 3-6, 6-4, dan 6-4. Keberhasilan ini sekaligus mengakhiri pacekliknya dalam tiga musim terakhir. Dubai Championship 2017 jadi kali terakhir ia raih gelar.

Murray yang saat tampil di Antwerpen menempati posisi ke-243 dunia juga tercatat sebagai petenis dengan peringkat terendah yang sukses menjuarai ATP Tour. Sebelumnya ada Pablo Andujar yang menjuarai turnamen di Marrakech, April 2018 saat menempati peringkat 355 dunia.

Tambahan 250 poin mendongkrak posisi Murray jadi 127 dunia. Bukan tak mungkin, peringkat petenis kelahiran 15 Mei 1987 itu akan melejit seiring kondisinya yang makin membaik. Sebelum turun di Piala Davis, ia akan fokus menjaga sang istri, Kim Sears,  yang mengandung anak ketiga.


Baca Juga :
- Terpincang-pincang, Chamberlain Pakai Tongkat Rayakan Kemenangan Liverpool
- Skuat Persija Musim Ini Berpotensi Mencatat Noda Terkelam Sepanjang Sejarah Klub

“Sekarang, saya harus mulai berbicara lebih banyak tentang masa depan dan menjadi lebih optimistis. Saya akan memiliki anak ketiga dan istri saya jadi sosok penting yang terus membantu saya untuk kembali ke lapangan. Ia membuat saya berjuang untuk terus bermain,” ujar Murray.

Kemenangannya di Antwerpen juga menyita perhatian sejumlah petenis dunia. Wawrinka yang menjadi lawannya di final, menganggap Murray sebagai sosok yang tak pernah menyerah dengan keadaan. Perjuangannya untuk bangkit dari cedera layak menjadi contoh atlet lain.*MUHAMMAD RAMDAN DARI BERBAGAI SUMBER

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA