#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Marquez Kejar Rekor di MotoGP
22 October 2019 13:05 WIB
MOTEGI – Hasil apik yang diraih pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, pada putaran ke-16 MotoGP di Sirkuit Twin Ring Motegi, Jepang, Minggu (20/10), jadi yang ke-80 di seluruh kelas. Ia hanya butuh 11 kemenangan jika ingin mengalahkan Angel Nieto yang ada di urutan ketiga pembalap dengan rekor kemenangan terbanyak.

Capaian tersebut sekaligus mengamankan gelar konstruktor Honda untuk kali ke-25 sepanjang MotoGP (dulu bernama 500 cc). Namun, Marquez menegaskan masih ada target yang ingin dicapai di masa mendatang. Terdekat mengalahkan rekor Nieto dan idola semasa kecil, Valentino Rossi.

“Ini musim terbaik saya dan kami selangkah lebih maju dalam hal kekompakan. Pada tahun-tahun sebelumnya, saya memiliki kecepatan tapi masih kurang pengalaman. Saya selalu membayangkan hal besar dan coba mewujudkan hal tersebut di dunia nyata,” kata Marquez via Marca.com.


Baca Juga :
- Usai Mengunci Gelar Juara, Bali United Tetap Kerja Keras untuk Mengejar Rekor Baru
- Ini Yang Dilakukan Marquez Sebelum Liburan Musim Dingin

Meski memiliki kinerja mengesankan sepanjang tahun ini, Marquez menegaskan hal tersebut belum tentu terulang, musim depan. Beberapa pesaing bakal melakukan peningkatan, baik itu skill maupun motor. Pembalap asal Spanyol itu pun ragu bisa cepat mengalahkan rekor Nieto.

“Angel melakukan pekerjaan bagus di masa lalu dan kami cukup beruntung bisa mencapai titik ini. Saya berusaha untuk tetap menjaga mentalitas dan pendekatan terhadap motor sudah meraih gelar. Itu karena saya ingin menyelesaikan setiap lomba (musim ini) di atas podium,” tutur Marquez.

Setelah insiden di GP Austria, 14 April lalu, Marquez bangkit dan mengemas 13 podium, di mana sembilan di antaranya, kemenangan. Hal itu jadi pencapaian terbaiknya sejak naik ke kelas tertinggi, 2013 lalu. Namun, ia menegaskan tak ingin mengendurkan tekanan dan mencoba meraih hasil terbaik.

“Saya tak ingin berhenti dan tetap fokus demi meraih kemenangan. Tapi, kami harus realistis karena suatu saat itu bisa terhenti. Kami mencoba untuk mencari tahu, kapan dan bagaimana hal itu terjadi. Kami manusia biasa, bisa terkalahkan. Jadi, kami harus punya mentalitas sama,” ujar Marquez.

Kini, Marquez berpeluang besar jadi pembalap tersukses di MotoGP, mengingat usianya yang baru 26 tahun.  Jika melihat kinerja dan strategi yang diterapkan, musim ini, ada peningkatan besar. Mencoba untuk lebih bersabar atau tidak seperti tahun-tahun pertamanya saat di MotoGP.

“Dalam hal kinerja, kami memiliki momen baik dan itu memberi banyak hasil bagus. Kami harus memanfaatkan momen ini dengan sebaik-baiknya dan Anda harus menikmatinya. Jangan pernah berpikir ini hal biasa, melainkan sesuatu yang baru. Jika terlalu terlena, bisa kesulitan,” ia menuturkan.


Baca Juga :
- Paolo Maldini Dilangkahi, Ronaldo Mendekati Rekor UCL
- Sambut MotoGP 2021, MGPA Gelar KickStart Race to 2021

Setelah mengamankan gelar juara dunia dan membantu Honda mendapat titel konstruktor, tugas Marquez musim ini belum selesai. Ia harus membawa Repsol Honda menyalip Mission Winnow Ducati di puncak klasemen tim. Saat ini, mereka tertinggal 17 angka dari rivalnya itu yang sudah mengemas 400 poin.

“Saya akan menerapkan mentalitas sama seperti di Jepang. Saya akan berusaha membantu tim memenangi kejuaraan dunia. Perlahan, kami mulai memangkas jarak dan Jorge Lorenzo masih berjuang jadi lebih baik untuk tim. Anda tentu tak ingin melihat rekan setim di situasi seperti itu,” kata Marquez.*MUHAMAD FADLI RAMADAN DARI BERBAGAI SUMBER

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA